![]() |
Ketua Komisariat Kepemudaan DPC Repdem Tebingtinggi, Ari Prakarsa Harianja. |
Oleh karena itu, para kader PDIP diminta berdisiplin untuk tidak memberikan tanggapan terkait Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden.
Hal itu sesuai amanat Kongres PDIP Tahun 2019 yang telah mengamanatkan Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum dalam memutuskan sosok Capres dan Cawapres.
Di Kota Tebingtinggi, Sumut, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) selaku organisasi sayap PDIP mengaku pihaknya tetap menunggu instruksi Ketum PDIP terkait politik nasional.
"Untuk politik nasional, kami tetap menunggu instruksi Ketum PDIP Ibu Megawati. Saat ini, kami belum membahas ataupun mengomentari itu," ujar Ketua Komisariat Kepemudaan DPC Repdem Tebingtinggi, Ari Prakarsa Harianja saat dimintai tanggapan, Sabtu (11/6/2022).
Ari mengatakan bahwa kehendak rakyat sebagai panduan yang terbaik. Namun, saat ini pihaknya bersama pengurus DPC Repdem Tebingtinggi masih konsen mengurusi permasalahan warga.
"Kami hanya tunggu instruksi dari pusat. Skala prioritas saat ini adalah bagaimana sayap berkonsolidasi. Ketua DPC Repdem, Bang Sandy juga masih fokus pembentukan komisariat-komisariat lain," katanya.
Ari menegaskan bahwa calon pemimpin nasional bukan hanya melibatkan keputusan partai, tetapi harus muncul dari kehendak rakyat.
"Saat ini, Ketua DPC Repdem masih konsen untuk melaksanakan Rakercab guna penguatan internal. Karena fokus kami bukan hanya nasional, tapi untuk kepala daerah di Tebingtinggi dan Provinsi Sumut juga menjadi prioritas kedepan," ujarnya.
Ari kembali menegaskan, pihaknya belum membahas politik nasional, namun masih fokus kepada kepentingan masyarakat Tebingtinggi.
"Kami tetap tegak lurus dari pusat. Nantinya DPP PDIP akan memberikan instruksi kepada DPN Repdem dan akan turun ke bawah, sampai Kota Tebingtinggi. Yang pastinya, target hattrick kemenangan wajib dicapai," tutupnya. (Rls)