Category: Bobby Nasution

  • Pemuda Demokrat Sumut Apresiasi Kepemimpinan Bobby Nasution dalam Pembangunan Sumatera Utara

    Pemuda Demokrat Sumut Apresiasi Kepemimpinan Bobby Nasution dalam Pembangunan Sumatera Utara

    Ketua DPD Pemuda Demokrat Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Paulus Peringatan Gulo, SH., MH., C.Md., C. Vapol.

    Medan (kliik.id) – DPD Pemuda Demokrat Indonesia Provinsi Sumatera Utara menyampaikan apresiasi terhadap langkah dan perhatian serius Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dalam pembangunan Sumatera Utara yang transparan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

    Hal ini disampaikan Ketua DPD Pemuda Demokrat Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Paulus Peringatan Gulo, SH., MH., C. Md., C.Vapol., Selasa (26/5/2026) dalam keterangan persnya.

    Menurutnya, sikap tegas Bobby Nasution yang terlihat dalam sebuah video terbaru, dimana dirinya menolak menandatangani atau menyetujui proyek-proyek yang dinilai tidak jelas, merupakan bentuk komitmen dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih serta upaya mencegah potensi penyimpangan anggaran.

    “Langkah tegas tersebut patut diapresiasi. Pemimpin daerah harus berani mengambil sikap terhadap proyek-proyek yang tidak memiliki kejelasan demi menjaga keuangan daerah dan kepentingan masyarakat luas,” ujar Paulus.

    Ia menilai, pembangunan di Sumatera Utara membutuhkan keberanian dan integritas dari seorang kepala daerah agar setiap program yang dijalankan benar-benar berdampak bagi kesejahteraan rakyat, bukan hanya sekadar proyek tanpa manfaat yang jelas.

    Paulus juga berharap agar semangat pembenahan birokrasi dan pengawasan terhadap pembangunan terus diperkuat sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah semakin meningkat.

    “Pemuda tentu mendukung pembangunan yang bersih, transparan, dan pro rakyat. Kami berharap seluruh jajaran pemerintahan di Sumatera Utara dapat bekerja secara profesional serta menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas,” tambahnya.

    Sebagai Ketua Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara, ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung langkah-langkah pemerintah yang berpihak pada kepentingan masyarakat serta mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai prinsip keadilan dan transparansi. (ril) 

  • Tim Hukum Edy-Hasan Laporkan Sejumlah Kades di Tapsel Dukung Paslon 01 Ke Bawaslu Sumut

    Tim Hukum Edy-Hasan Laporkan Sejumlah Kades di Tapsel Dukung Paslon 01 Ke Bawaslu Sumut

     

    Tim Hukum Paslon 02, Calon Gubernur/Wakil Gubernur, Edy Rahmayadi – Hasan Basri Sagala, saat melaporkan sejumlah oknum perangkat desa dan lurah dari Kecamatan Sayur Matinggi, Kab. Tapanuli Selatan, ke Bawaslu Sumut, yang diduga menyampaikan dukungan terbuka melalui video terhadap Bobby Nasution – Surya, Selasa (5/11).

    Medan (Kliik.Id) – Sejumlah oknum perangkat desa (Kades) di Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, diduga menyampaikan dukungan secara terbuka kepada Calon Gubernur/Wakil Gubernur, Bobby Nasution- Surya, melalui video yang tersebar melalui aplikasi WhatsApp (WA). 

    Tindakan oknum Kades tersebut mengundang reaksi dari Ketua Tim Hukum, Yance Aswin, SH, Cagubsu/Cawagubsu 02, Edy Rahmayadi-Hasan Basri.  


    Dikatakan Yance, pihaknya bersama Tim Hukum 02, pada Selasa (5/11) telah melaporkan sejumlah Kades di Tapanuli Selatan ke Bawaslu Sumut karena di dalam video tersebut beberapa Kades terlihat berpihak kepada Paslon 01, Bobby-Surya.

    Yance menyebutkan, Tim Hukum 02 telah menyerahkan bukti video Kades yang mendeklarasikan diri mereka mendukung Paslon 01 kepada pihak Bawaslu Sumut.

    “Laporan kami ini merupakan salah satu langkah yang nyata dari pihaknya untuk menegakkan demokrasi yang bersih dan adil. Dan kami ingin proses Pilgub di Sumut ini dapat berjalan dengan jujur dan fair,” ujar Yance.

    Pihaknya berharap, Bawaslu bisa memproses laporan tersebut dengan fair, sebagaimana yang terjadi seperti di Jawa Tengah. 

    “Kami meminta agar Bawaslu dapat menindak tegas Kades tersebut. Ini merupakan satu pelanggaran yang jelas dan nyata, Bawaslu harus bertindak untuk menprosesnya,” tegasnya.

    Dia juga menjelaskan, deklarasi dukungan yang ada di dalam video tersebur sudah viral. 

    “Kita dapatkan hari Senin, sekitar Pukul 11.00. Kita dapatkan dalam satu pertemuan di kantor, dimana dalam video itu disebutkan para Kepala Desa Se-Kecamatan Sayur Matinggi, Tapsel, bersama jajarannya mendukung Pasangan 01 Bobby-Surya,” ujarnya.

    Sedang Ditelusuri

    Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Utara, M. Aswin Diapari Lubis, membenarkan adanya laporan dari tim hukum Paslon 02 Edy-Hasan dan menyebutkan laporan yang disampaikan tersebut sudah diterima pihaknya dan sedang ditelusuri dengan berkordinasi dengan Bawaslu di Tapsel.

    “Kami telah memerintahkan Bawaslu Tapanuli Selatan untuk memastikan kebenaran status dari aparatur desa dan pihak-pihak seperti yang ada dalam video tersebut,” ungkap Aswin.

    Aswin juga menegaskan bahwa Bawaslu akan memproses seluruh Laporan Pengaduan, baik dari Paslon 01 maupun Paslon dari 02. Pihaknya akan serius menyikapi, memeriksa laporan yang masuk secara profesional dan objektif, tanpa adanya diskriminasi terhadap paslon manapun. 

    “Jika laporan yang kita terima telah memenuhi syarat formil dan materil, maka laporan akan kita tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan,” ujarnya. (ril)

    Video dukungan sejumlah Kades di Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, terhadap Paslon 01

  • Bobby Nasution Siap Hadapi Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2024

    Bobby Nasution Siap Hadapi Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2024

    Wali Kota Medan Bobby Nasution.

    JAKARTA (Kliik.id) – Bobby Nasution telah menerima dukungan dari 8 partai politik untuk maju sebagai calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut) di Pilgub Sumut 2024.

    Delapan partai yang telah mengambil sikap mendukung Bobby Nasution dan pasangannya Surya adalah Golkar, Gerindra, NasDem, PAN, Demokrat, PPP, PKB dan PSI.
    Hal itu dikatakan Bobby kepada wartawan usai penyerahan dokumen persetujuan bakal calon kepala daerah dari PKB di Hotel Fairmont, Jakarta, Minggu (18/8/2024).
    Menantu Presiden Jokowi ini menyebut dirinya sudah didukung 8 partai politik untuk maju Pilgub Sumut 2024. Terakhir, PSI memberikan dukungannya.
    “Total yang kita dapatkan diserahkan oleh Ketua Umum PSI kemarin, ada delapan partai,” ujar Bobby.
    Dengan adanya dukungan tersebut, Bobby menyatakan siap beradu gagasan dengan pesaingnya, Edy Rahmayadi yang diusung PDIP.
    Bobby mengaku percaya diri dan siap menghadapi siapapun lawannya di Pilgub Sumut 2024.
    “(Siap) adu gagasan, saling beradu gagasan lah. Insyaallah, Insyaallah (percaya diri dan siap lawan Edy Rahmayadi),” katanya.
    Untuk diketahui, Edy Rahmayadi resmi mendapatkan rekomendasi dukungan dari PDIP di Pilgub Sumut 2024.
    Edy mengatakan dirinya optimis memenangkan Pilkada Sumut melawan menantu Presiden Jokowi itu.
    “Yakin saya menang,” ujar Edy di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Selasa (14/8/2024).
    Edy tidak khawatir soal koalisi gemuk yang mengusung Bobby. Menurutnya, dalam politik setiap pihak mempunyai hak untuk menentukan siapa pemimpinnya.
    “Itu bukan soal gemuk atau tidak gemuk. Politik adalah suatu kendaraan demokrasi, politik mempunyai hak untuk menentukan siapa pemimpinnya,” katanya. (Red)
  • Indo Barometer: Bobby Jadi Lawan Potensial Edy di Pilgub Sumut 2024

    Indo Barometer: Bobby Jadi Lawan Potensial Edy di Pilgub Sumut 2024

    Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari. Foto: JPNN.com

    JAKARTA (Kliik.id) – Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari ikut mengomentari perseteruan antara Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution.

    Qodari melihat tiga hal yang memiliki potensi konflik antara kedua kepala daerah itu akan berlangsung panjang dan besar.
    Pertama, perbedaan basis konstituen. Edy datang dari kelompok konstituen yang berbeda dengan Bobby. Hal itu tercermin dari arahnya lebih kepada konstituen yag sama dengan Ustaz Abdul Somad (UAS).
    “Edy dulu kampanye Pilgub dengan dukungan Ustaz Abdul Somad, seperti halnya UAS dukung Akhyar Nasution dalam Pilwako Kota Medan, di Desember 2020 yang lalu. Bedanya, Edy berhasil mengalahkan Djarot Saiful Hidayat, sedangkan Akhyar dikalahkan Bobby Nasution. Jadi, konstituennya itu memang kira-kira bedalah,” kata Qodari dilansir dari Jpnn.com, Minggu (9/5/2021).
    Kedua, perbedaan latar belakang. Adanya perbedaan latar belakang antara Edy dan Bobby sehingga mempengaruhi konsep, cara atau gaya kepemimpinan dan pendekatan berbeda dalam menjalankan pemerintahan.
    Edy sebagaimana diketahui memiliki latar belakang militer, mantan Pangkostrad, sementara Bobby dari kalangan sipil.
    Menurut Qodari, konflik Edy dengan Bobby mengingatkan dirinya dengan konflik pada pertengahan tahun 2011 antara Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dengan Wali Kota Solo Joko Widodo.
    Menurutnya, kala itu Bibit menyebut Jokowi ‘bodoh’ karena menolak rencana pembangunan mal di atas lahan bangunan kuno bekas Pabrik Es Saripetojo yang berlokasi di Purwosari, Laweyan Solo.
    “Dulu, Gubernur Jawa Tengah pernah berseteru dan menyebut Pak Jokowi bodoh ketika itu. Pak Jokowi adalah Wali Kota Solo, kebetulan memang latar belakang Pak Edy ini mirip banget dengan Pak Bibit, sama-sama militer, sama-sama pernah menjadi Panglima Kostrad. Bibit berseteru dengan Jokowi. Mirip Edy vs Bobby sekarang ini,” beber Qodari.
    Qodari memprediksi perseteruan akan panjang karena selain beda konstituen, Edy bisa saja melihat Bobby sebagai lawan potensial untuk masa jabatan kedua di Pilgub Sumut 2024.
    “Jadi, dalam konteks ini kebijakan publik itu menjadi lebih rumit,” ujar Qodari.
    Selain itu, menurut Qodari, fenomena perselisihan antara kepala daerah bukan hal yang baru. Contoh wilayah lain yang bersitegang yaitu Provinsi Lampung, yakni Gubernur Ridho Ficardo berselisih dengan Wali Kota Bandar Lampung Herman Hasanusi.
    Qodari berharap nuansa kompetisi pilkada jangan sampai mengganggu kebijakan publik. Untuk itu, pihak Edy maupun Bobby harus menurunkan ego masing-masing dan berpikir untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas.
    “Justru kepentingan masyarakat itu hemat saya harus menjadi titik temu antara keduanya,” ujar Qodari.
    Diketahui, hubungan Edy dan Bobby merenggang diawali dari persoalan kawasan Kesawan City Walk yang terletak di pusat Kota Medan.
    Ada sejumlah bangunan bersejarah, seperti Rumah Tjong A Fie hingga Gedung London Sumatera, yang ada di sekitar Kesawan City Walk, Jalan Ahmad Yani, Medan.
    Keberadaan kawasan wisata kuliner di Kesawan ini menjadi salah satu program andalan Wali Kota Medan Bobby Nasution dan selalu ramai sejak mulai diluncurkan.
    Keramaian, batasan jam tutup serta aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) saat pandemi Corona menjadi pemicu Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi geram.
    Setelah Kesawan City Walk, perseteruan kembali mencuat. Hal itu bermula saat Bobby memprotes Edy karena menganggap Pemerintah Sumatera Utara tidak melakukan koordinasi dengan pihak Kota Medan soal lokasi karantina WNI yang baru tiba dari luar negeri di Medan.
    Bobby menyebut lokasi karantina WNI itu tersebar di lima hotel dan beberapa kantor milik Pemprov Sumut yang ada di Medan.
    Dia menilai seharusnya Pemprov Sumut memberi tahu Pemko Medan soal lokasi karantina itu. (Jpnn/Rls)
  • Silahturami ke Tokoh Agama, Bobby Nasution: Saya Akan Jadi Pemimpin Semua Golongan

    Silahturami ke Tokoh Agama, Bobby Nasution: Saya Akan Jadi Pemimpin Semua Golongan

    Usai memberi nasihat, Ketua MUI Medan, H.M Hatta mengajak Bobby Nasution berdoa untuk kemajuan Kota Medan. Sebelumnya, Ketua MUI Sumut Abdullah Syah juga telah memberi masukan kepada Bobby. 
    MEDAN (Kliik.id) – Pasca unggul perolehan suara di Pilkada Medan, Bobby Nasution bersilaturahmi ke sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat.
    Dalam silaturahmi, Bobby Nasution menyampaikan dirinya akan menjadi pemimpin semua golongan, sehingga tidak ada lagi golongan 1 maupun 2.
    Pada kesempatan awal, alumni S-2 Agribisnis IPB ini menemui Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, Abdullah Syah di kediamannya, Jalan Bromo, Medan Denai, Sabtu (12/12/2020) sore dan Ketua MUI Kota Medan, M Hatta di Kantor MUI Kota Medan, Jalan Nusantara, Senin (14/12/2020).
    Abdullah Syah didampingi Sekretaris MUI Sumut, Ardiansyah dan Wakil Sekretaris MUI Sumut, Akmaluddin Syahputra menyampaikan Pilkada kali ini merupakan suatu kemenangan besar bagi Medan.
    “Tidak ada protes-protes, hasilnya mulus berjalan dengan baik, dan sesuai dengan pilihan rakyat,” ucapnya.
    Menurut mantan anggota MPR RI periode 1992-1997 ini, dalam Pilkada kali ini warga sudah menentukan pilihannya dengan baik.
    “Kalau dulu siapa yang beri uang banyak, itu yang dipilih. Sekarang seperti itu tidak ada lagi, karena mereka (warga) sudah tahu mana pemimpin yang berkualitas. Jadi memilih dengan ikhlas tanpa imbalan-imbalan,” terangnya.
    Kondisi ini, kata Abdullah Syah, merupakan suatu yang harus disyukuri. Mudah-mudahan, sambungnya, Medan akan menjadi lebih baik.
    Dia berharap tidak ada reaksi dan perbedaan pendapat atas terpilihnya Bobby Nasution dan Aulia Rachman.
    “Harapan kita, Bobby dapat meningkatkan pembangunan Kota Medan, agar semua jalan-jalan baik yang kecil ataupun yang berada di pinggiran kota dapat diaspal dengan baik. Sehingga masyarakat merasa ada sesuatu yang mereka nikmati secara berkelanjutan. Dengan jalan yang bagus, warga bisa keluar baik siang maupun malam dengan perasaan nyaman,” urai pria kelahiran Langkat 14 Juni 1939 ini.
    Terkait program keumatan, Abdullah Syah mengharapkan perhatian lebih dari pasangan Bobby-Aulia saat memimpin Kota Medan nantinya.
    “Masjid diperbaiki kalau ada yang rusak, dibangun di tempat yang belum ada masjidnya. Ini sudah menjadi komitmen mereka. Jadi nanti kita tinggal mengingatkan lagi,” ucap Abdullah Syah.
    Begitu juga dengan jalan, lanjut Abdullah, kalau ada jalan yang rusak dan belum diaspal MUI Sumut akan mengingatkan. Supaya masyarakat merasakan jalan yang mulus dan drainase yang baik.
    “Karena itu semua yang sangat didambakan masyarakat,” ungkap dia.
    Kata Abdullah Syah, banyak di daerah pinggir kota yang jalannya belum di aspal dan belum ada parit.

    Karena itu, ia harapkan Bobby memperhatikan ke daerah-daerah pinggiran kota, karena tengah kota sudah cukup baik.

    “Pinggiran-pinggiran banyak yang belum dijangkau. Supaya pembangunan di Kota Medan merata,” pungkasnya.
    Bobby juga mendapatkan nasihat saat bersilaturahmi dengan Ketua MUI Kota Medan, H.M Hatta. Menurut Hatta, masalah keumatan Sumut, selama ini seringkali dibebankan ke Medan.
    “MUI Medan merupakan tempat bertanya semua agama, apa yang dikatakan selalu menjadi kesepakatan bersama. Selama ini, apa yang dikerjakan Wali Kota Medan itulah tanggungjawab Sumut. Makanya, Bobby harus peka terhadap masalah ini,” terangnya didampingi Sekretaris Umum, Syukri Albani Nasution, Ketua Komisi Burhanuddin Damanik dan Infokom, Legimin Syukri.
    Hatta melanjutkan, Kota Medan butuh pemimpin kuat dan bisa menjaga komunikasi dengan semua pihak.
    “Saya berdoa semoga ananda dikuatkan Allah, karena di Medan ini harus kuat. Suatu kesalahan fatal jika wali kota menyetujui tanpa koordinasi. Jangan putuskan komunikasi dan harus berkoodinasi, itu bekal sebelum menjadi wali kota. Yang penting buka komunikasi ke siapapun, jangan biarkan siapapun berinterpretasi,” jelasnya.
    Hatta juga meminta penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini menerbitkan peraturan wali kota (perwal) perlindungan makanan halal higienis yang hingga kini belum ada, padahal Perdanya sudah lama ditetapkan.
    “Termasuk melaksanakan rencana pembangunan Islamic Center yang sejak tahun 2006 tidak jelas, masih di awang-awang,” tukasnya.
    Dalam kesempatan ini, Bobby Nasution menyampaikan terima kasih atas nasehat yang diberikan para tokoh agama.
    “Doakan kami, agar bisa menjalankan program yang dijanjikan ke masyarakat,” ucapnya.
    Menurut Bobby, dirinya datang ke tokoh agama dan tokoh masyarakat bertujuan untuk bersilaturahmi dan meminta masukan-masukan untuk membangun Kota Medan nantinya. (Rls)
  • Bobby Nasution Ingin Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

    Bobby Nasution Ingin Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

    Bobby Nasution
    MEDAN (Kliik.id) – Calon Wali Kota Medan nomor urut 2, Bobby Nasution, akan mencari investor guna mencari solusi persoalan sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
    Menantu Presiden Jokowi ini menilai sekelas Kota Medan seharusnya sudah bicara pengelolaan TPA menjadi power plant pembangkit listrik.
    “Seharusnya Medan sudah punya power plant, seperti di Surabaya dengan pengelolaan TPA-nya. Kenapa belum bisa? Kita masih berkutat di masalah pengangkutan sampah yang belum maksimal. Itu akan kita selesaikan,” ujar Bobby, Selasa (3/11/2020).
    Selepas masalah klasik penyaluran sampah dari rumah ke TPA, Bobby akan mengundang investor untuk pengelolaan TPA menjadi energi listrik.
    “Banyak investor yang mau bangun power plant. Kami sudah pelajari, beri kami waktu dua tahun untuk merapikan distribusi sampah. Kalau itu rapi, investor akan datang,” ungkap suami Kahiyang Ayu ini.
    Lebih lanjut, Bobby juga menawarkan pentingnya bantuan bagi pelaku usaha.
    “Setiap masyarakat yang butuh modal akan diberikan beserta pendampingan usaha hingga penyediaan market,” katanya. (Rls)
  • Bobby Nasution Bantu Promosikan UMKM di Medan

    Bobby Nasution Bantu Promosikan UMKM di Medan

    Bobby Nasution kunjungi pelaku UMKM.
    MEDAN (Kliik.id) – Calon Wali Kota Medan nomor urut 2, Bobby Nasution, ikut membantu mempromosikan atau endorse usaha milik pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).
    Hal ini dilakukan Bobby saat mengunjungi usaha kebab durian milik Misiana Yakin di Jalan Garu VI, Rabu (14/10/2020).
    Menantu Presiden Jokowi itu mengusulkan agar usaha kebab Misiana diperluas dengan dipasarkan melalui online.
    “Bisa berjualan juga diperluas di ranah online,” ujar Bobby saat memberikan saran.
    Sebelumnya, Bobby juga menyapa warga di daerah Sei Agul. Disana, ia juga mengunjungi rumah Serli dan Joko Edi yang punya usaha kecil membuat aneka kue.
    Suami Kahiyang Ayu itu melihat hasil kue buatan Serli. Kemudian Bobby memberi solusi bagaimana agar usahanya bisa berkembang. Tak lupa, Bobby membeli beberapa kue untuk dicicipi.
    “Senang sekali Pak Bobby Nasution mau singgah. Selain calon wali kota dia juga menantu pak Jokowi mau datang ke rumah saya,” ucap Serli sumringah. (Rls)