Category: Hari Raya Waisak 2022

  • 12 Warga Binaan di Lapas Tebingtinggi Terima Remisi Waisak

    12 Warga Binaan di Lapas Tebingtinggi Terima Remisi Waisak

    Kalapas IIB Tebingtinggi Anton Setiawan memberikan remisi Hari Raya Waisak.

    TEBINGTINGGI (Kliik.id) – Kanwil Kemenkumham Sumut
    Lembaga Pemasyatakatan (Lapas) Kelas IIB Tebingtinggi memberikan Remisi Khusus (RK) kepada 12 orang warga binaan beragama Buddha pada Hari Raya Waisak 2022 di gedung aula Sasana Tama Lapas Tebingtinggi, Senin (16/5/2022).

    Kepala Lapas (Kalapas) IIB Tebingtinggi Anton Setiawan menegaskan remisi diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif.
    “Seperti telah menjalani pidana minimal enam bulan, tidak terdaftar pada register F, serta turut aktif mengikuti program pembinaan di Lapas,” ujar Anton.
    Pemberian remisi ini, kata Anton, sebagai langkah memastikan bahwa hak-hak warga binaan tetap diberikan di tengah pandemi Covid-19 ini. Selain remisi, hak-hak lain juga diberikan seperti asimilasi dan integrasi.
    “Pemberian remisi merupakan wujud negara hadir untuk memberikan perhatian bagi warga binaan agar selalu berkelakuan baik dan tidak melakukan pelanggaran. Diharapkan dengan pemberian remisi ini dapat memotivasi warga binaan untuk mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari,” ucap Anton. (Rls)
  • Arti Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta, Kalimat Indah Umat Buddha di Akhir Doa Waisak

    Arti Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta, Kalimat Indah Umat Buddha di Akhir Doa Waisak

    Ilustrasi makna sabbe satta bhavantu sukhitatta dalam ajaran Buddha (Foto: Usplash)

    JAKARTA (Kliik.id) – Umat Buddha sudah akrab dengan penggalan kalimat sabbe satta bhavantu sukhitta. Namun bagi penganut agama lain, tentu kurang familiar dengan kata-kata penuh makna tersebut.

    Sama seperti agama lainnya yang mengajarkan umatnya kebaikan, agama Buddha juga menjadikan hal tersebut sebagai landasan untuk menjalani kehidupan. Nilai-nilai kebaikan tersebut tertuang dalam kalimat sabbe satta bhavantu sukhitatta.
    Kalimat sabbe satta bhavantu sukhitatta dalam ajaran Buddha bermakna semoga semua makhluk berbahagia. Hal ini menunjukkan bahwa dalam ajaran Buddha setiap umat manusia berhak atas kebaikan yang bersifat universal.
    Dalam buku berjudul Merayakan Kebebasan Beragama: Bunga Rampai Menyambut 70 Tahun Djohan Effendi yang ditulis oleh Djohan Effendi, sabbe satta bhavantu sukhitta memiliki arti semua makhluk harus berbahagia.
    Kalimat itu tidak hanya agar diri kita atau keluarga saja yang bersenang hati, tetapi juga memasukan orang lain dalam doa kita agar senantiasa berbahagia, bahkan makhluk hidup lainnya juga berhak berbahagia.
    Umat Budhha biasanya mengucapkan sabbe satta bhavantu sukhitatta setiap akan mengakhiri rangkaian doa.
    Kalimat indah tersebut tidak hanya sebatas diucapkan, melainkan harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dimulai dengan beramal kebaikan secara rutin kepada segala makhluk di sekitar kita, baik itu kerabat, sahabat, atau bahkan tumbuhan dan hewan.
    Kita juga bisa menerapkan nilai yang terkandung dalam kalimat sabbe satta bhavantu sukhitatta dengan tidak berbuat kejahatan dan berbagai hal tercela lainnya. Sebisa mungkin manusia tidak melakukan tindakan-tindakan tidak bermanfaat atau merugikan diri sendiri maupun orang lain. (Kilat/Rls)
  • Polrestabes Medan Bagikan Masker kepada Umat Buddha Rayakan Waisak

    Polrestabes Medan Bagikan Masker kepada Umat Buddha Rayakan Waisak

    Polisi berjaga di Vihara Candi Buddha, Jalan HM Said, Kota Medan, tepatnya di depan Markas Polrestabes Medan.

    MEDAN (Kliik.id) – Sat Binmas Polrestabes Medan membagikan masker kepada umat Buddha yang sembahyang di Vihara Candi Buddha, Jalan HM Said, Medan, Senin (16/5/2022).

    Hari ini, umat Buddha sedang merayakan Hari Waisak 2566/2022. Polisi meminta umat Buddha agar terus menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.
    “Saat ini wabah Covid-19 belum berakhir. Sehingga perlunya peran warga untuk terlibat memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, di Medan,” ujar Kasat Binmas Polrestabes Medan, AKBP Efendi Sinaga di Mapolrestabes Medan.
    Selain itu, polisi juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga kesehatan, karena saat ini Kota Medan berada pada PPKM level II.
    “Saya harapkan juga warga terus mengikuti vaksin,” katanya.
    Kegiatan pembagian masker yang dilakukan oleh Bripka Afriadi Amin dan Bripka Suryanda ini berjalan aman dan kondusif.
    “Warga yang melakukan sembahyang di Vihara Candi Buddha di Jalan HM Said Medan sangat ketat menerapkan prokes dan menjaga jarak,” ujar Efendi Sinaga. (Rls)