Category: Labusel

  • PTPN 4 Reg1 Kebun Torgamba Afd 3 Laksanakan Gotong Royong Tunas Pelepah Sengkleh Di Blok P26 Afd 3 Kebun Torgamba

    PTPN 4 Reg1 Kebun Torgamba Afd 3 Laksanakan Gotong Royong Tunas Pelepah Sengkleh Di Blok P26 Afd 3 Kebun Torgamba

     

    Labusel, (KLIIK.ID) – Dibawah komando Asisten Tanaman Afdeling 3 kebun Torgamba Jhoni Hidayat, melaksanakan giat  gotong royong Pruning atau yang lebih akrab di kenal sebagai penunasan terhadap pelepah sawit yang sengkleh/rusak di blok P26 Rabu, (04/9/2024).

    Jhoni selaku Asisten tanaman yang ramah dan bersahaja itu ketika di temui awak media saat bersama rekan – rekannya melaksanakan Pruning di blok P26 Rabu 04 September 2024 mengatakan, bahwa sangat penting dilaksanakan Pruning pada pelepah sawit, yang sengkleh dan tidak lagi produktif, agar tidak banyak unsur hara yang terbuang dan dalam pruning ini juga kita harus tetap menjaga banyaknya  pelepah  yang harus di pertahankan,dan jangan sampai jadi Over Pruning 
    Lebih lanjut Jhoni juga menambahkan
    “pruning pada tanaman kelapa sawit adalah kegiatan untuk memangkas pelepah kelapa sawit yang sudah tidak lagi produktif, (tidak mampu lagi menghasilkan asimilat) untuk ditranslokasikan ke titik tumbuh,yang berfungsi guna menghasilkan bakal bunga jantan dan betina dalam proses pollination. 
    Tujuan utama dilakukannya pemangkasan ini adalah agar tak banyak unsur hara yang terbuang pada pelepah daun yang tidak produktif.

    Disamping itu juga dapat mengurangi kelembaban di lingkungan pohon kelapa sawit. Serta, setiap pelepah yang di pruning maka akan keluar hormon seperti oksin, sitokinin, dan giberelin yang merangsang pembungaan tanaman kelapa sawit. 
    Untuk menjaga agar pembungaan pada tanaman kelapa sawit,kita harus melaksanakan pemangkasan pada pelepah yang tidak produktif.
    Karena pelepah yang tidak produktif dapat mengambil sebagian nutrisi untuk pertumbuhan pelepah dan anak daun. 
    Sehingga mengurangi jumlah nutrisi yang translokasi ke bakal bunga dan TBS di ketiak pelepah daun pohon sawit, ungkap Jhoni kepada awak media.(Frens)

  • Diduga Depresi Kena Mutasi Jabatan, ASN di Labusel Bakar Ibu Tiri Hingga Tewas

    Diduga Depresi Kena Mutasi Jabatan, ASN di Labusel Bakar Ibu Tiri Hingga Tewas

    Foto ilustrasi.

    LABUSEL (Kliik.id) – Seorang wanita berprofesi ASN di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara, berinisial DH, nekat membakar ibu tirinya berinisial ND (60) hingga tewas di Desa Sampean Barat, Kecamatan Sei Kanan, Kabupaten Labusel.

    DH diduga membakar ibu tirinya seusai salat subuh karena jasad dalam kondisi memakai mukenah.
    Kapolsek Sei Kanan AKP Herry Sugiharto mengatakan, kejadian berlangsung pada Jumat (11/11/2022) dini hari pukul 04.30 WIB.
    “Saat itu warga mendengar korban berteriak meminta tolong.

    Kemudian menantu korban mendengar dan langsung mendatangi korban yang rumahnya bersebelahan. Saat didatangi, korban sedang terbakar,” ujar Herry kepada wartawan, Sabtu (12/11/2022).

    Kemudian, menantu dan anak tiri korban yang lain mencoba memadamkan api.

    Nahas, saat itu korban menghembuskan nafas terakhirnya.

    Berdasarkan keterangan saksi, kata Herry, saat kejadian anak tiri korban yang merupakan ASN di Pemkab Labusel berinisial DH berada di dalam kamar bersama korban. Di lokasi ditemukan botol air mineral bekas yang diduga berisi BBM jenis pertalite bekas disiram ke korban.
    Berdasarkan informasi yang dihimpun, ASN di Pemkab Labusel itu diduga depresi karena dimutasi dari jabatannya sebagai Kepala Puskesmas di Desa Hutagodang, Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labusel sejak dua bulan terakhir.
    Kemudian, DH dipindahkan ke daerah jauh dari kediamannya.

    Selain itu, dugaan penyebab lain depresi karena suami sakit dan beban rumah tangga yang dialaminya.

    “Iya PNS, sepertinya depresi, sepertinya demikian, karena beliau sejak 2013 jadi Kepala Puskesmas di Hutagodang dan dua bulan terakhir beliau dipindahkan. Mungkin karena jauh,” kata Herry. (Rls)
  • Diduga Mencuri Sawit, Pria di Labusel Ditembak Mati Polisi

    Diduga Mencuri Sawit, Pria di Labusel Ditembak Mati Polisi

    Foto ilustrasi

    LABUSEL (Kliik.id) – Seorang pria yang diduga maling sawit di kebun kelapa sawit milik PT PTN di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara (Sumut) berinisial NAR (25) tewas diduga ditembak personel Polres Tapanuli Selatan, Aipda ISH.

    NAR merupakan warga Batang Gogar, Desa Batang Nadenggan, Kecamatan Sungaikanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumut.
    Ia terkena tembakan pistol yang diduga milik polisi, kemudian tewas dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.
    Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, penembakan terjadi setelah NAR bersama rekan-rekannya tertangkap basah mencuri sawit milik PT PTN pada Rabu (7/7/2022) kemarin.
    Saat itu sempat terjadi perlawanan antara NAR dan petugas dan NAR diduga kabur hingga akhirnya ditembak.
    “Mereka tertangkap tangan oleh security perusahaan perkebunan yang pada saat patroli itu didampingin oleh petugas dari Polres Tapanuli Selatan,” ujar Hadi kepada wartawan, Kamis (7/7/2022).
    Hadi menjelaskan personel Polres Tapanuli Selatan itu sedang BKO kan ke perusahaan sawit. Saat ini personel Polres Tapanuli Selatan itu sedang diperiksa dan dimintai keterangan soal penembakan yang dilakukan.
    “Petugas sedang diperiksa di Propam terkait SOP yang dijalankan. Petugas akan dimintai keterangan oleh penyidik Propam betul tidaknya peristiwa yang terjadi dan SOP yang dijalankan,” katanya.
    Setelah NAR tewas, segerombolan warga pun sempat dikabarkan menyerang kantor PT PTN hingga sejumlah sepeda motor dibakar massa. Namun, polisi mengklaim saat ini kondisi di lokasi sudah kondusif.
    “Saat ini keluarga korban menerima kejadian tersebut, mereka tidak mempermasalahkannya,” ujar Hadi. (Rls)
  • Pengepul Sawit di Labusel Bakar Tubuh Pekerjanya, Diduga Karena Hal Ini

    Pengepul Sawit di Labusel Bakar Tubuh Pekerjanya, Diduga Karena Hal Ini

    Foto ilustrasi

    LABUSEL (Kliik.id) – Seorang pengepul buah sawit di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) Sumatera Utara (Sumut), ditangkap polisi karena diduga membakar tubuh seorang pekerjanya.

    Tindakan itu dilakukannya setelah menerima laporan pekerja tersebut melakukan penggelapan buah sawit miliknya.
    Pengepul sawit tersebut berinisial J (47), warga Kampung Rakyat, Labusel. Dia ditangkap oleh personil Polsek Kampung Rakyat pada Rabu (9/3/2022), sehari setelah dilaporkan ke polisi.
    Adapun korban pembakaran bernama Dor Dian Rambe yang merupakan orang kepercayaan J yang bertugas menimbang dan membayar buah sawit yang dibeli dari masyarakat.
    Akibat pembakaran tersebut korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Bahkan sampai menjalani operasi kedua setelah dirujuk ke RSUD Rantauprapat dari RS Nuraini Labusel.
    Saat ini, penanganan kasus sudah dilimpahkan ke Polres Labuhanbatu. Pelaku sedang menjalani pemeriksaan.
    Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti melalui Kasat Reskrim AKP Rusdi Marzuki menjelaskan, berdasarkan pengakuan pelaku, pembakaran tersebut dilakukannya secara tidak sengaja.
    Menurut pelaku, bensin yang tersiram di tubuh korban tidak disiapkan dengan sengaja, namun memang sudah ada disitu sebelumnya.
    “Pelaku bilang sewaktu dia datang ke gubuk itu, karena dipanggil-panggilnya si korban tidak menjawab maka ditendangnya pintu itu. Gara-gara tendangannya itu tumpahlah bensin yang ada disitu dan kena korban yang tidur di ambal. Lalu entah kenapa dia kepingin merokok katanya, dihidupkannya mancisnya langsung menyambar ke tumpahan bensin itu,” ujar Rusdi kepada wartawan, Sabtu (12/3/2022).
    “Kebenaran keterangan ini masih kita dalami. Masih ada beberapa saksi yang belum kita periksa,” sambungnya.
    Rusdi mengatakan, peristiwa pembakaran ini bermula dari laporan yang diterima J mengenai adanya buah sawit sebanyak 500 kg yang rencananya akan digelapkan korban.
    Buah yang baru dibeli dari masyarakat tersebut seharusnya dinaikkan ke truk dan dibawa ke tempat penampungan milik J.
    Namun buah tersebut tidak diangkut oleh korban dan dibiarkan berada di tempat itu. Tindakan korban diduga karena dia akan menjual buah tersebut tanpa sepengetahuan J.
    Mendapat laporan tersebut, J pun kemudian menanyakan ke pekerja lainnya mengapa buah sawit tersebut tidak diangkut. Pekerja menjawab itu merupakan perintah dari korban.
    “Karena itulah pelaku kemudian mencari korban, yang akhirnya diketahui sedang tidur di gubuk yang lokasinya tidak jauh dari rumah pelaku,” kata Rusdi.
    Menurut keterangan saksi mata, pelaku langsung berusaha menyelamatkan korban begitu api mulai menyulut tubuhnya. Selain itu, pelaku juga bergegas membawa korban ke rumah sakit, setelah terjadinya peristiwa itu.
    Menurut keterangan Humas RSUD Rantauprapat, Doni Simamora, korban mengalami luka bakar mencapai 35 persen. Kondisinya saat ini dalam keadaan sadar sepenuhnya.
    “Keadaannya saat ini sadar penuh. Tapi kita tidak bisa bilang apakah kondisinya membahayakan atau tidak. Fokus kita saat ini sedang mengupayakan merawat lukanya. Bagian tubuh korban yang terbakar antara lain kaki, tangan, dada, wajah dan leher,” ujar Doni. (Rls)
  • Siswi di Labusel Dibully Temannya, Dipukul-Seragam Dibuka dan Video Disebarkan

    Siswi di Labusel Dibully Temannya, Dipukul-Seragam Dibuka dan Video Disebarkan

    Kejadian bully di Labusel.

    LABUSEL (Kliik.id) – Seorang siswi SMP di Labuhanbatu Selatan (Labusel) Sumatera Utara (Sumut), menjadi korban bully oleh beberapa teman sekolahnya.

    Selain dipukul, baju seragam pelaku juga dibuka oleh teman-temannya. Videonya kemudian disebarkan ke teman-temannya.
    Peristiwa ini terjadi di wilayah Kotapinang, Labusel, saat jam pulang sekolah pada Rabu (9/3/2022) kemarin.
    Sebelum dibawa ke ranah hukum upaya mediasi sudah dilakukan oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Labusel.
    Pihak LPA Labusel sudah berupaya melakukan mediasi dengan mendatangi orang tua pelaku dan menceritakan perihal kejadian. LPA Labusel minta pihak pelaku secepatnya datang ke keluarga korban, namun tidak kunjung datang.
    Merasa tidak ada itikad baik dari keluarga pelaku, keluarga korban pun akhirnya membuat laporan ke Polres Labuhanbatu, pada Rabu (9/3/2022) malam.
    Ketua LPA Labusel Ilham Daulay mengatakan, peristiwa ini terjadi karena salah satu pelaku menduga korban telah berkata tidak pantas mengenai orang tuanya. Selain itu, pelaku tersebut juga mempunyai tendensi pribadi terhadap korban.
    “Jadi bekas pacar korban yang sudah putus, saat ini berpacaran dengan salah satu pelaku. Itu jadi salah satu penyebab persaingan yang ada di antara mereka,” ujar Ilham saat dikonfirmasi, Jumat (11/3/2022).
    Beberapa hari sebelum kejadian ini, kata Ilham, saat korban sedang duduk-duduk bertiga bersama temannya, lewat ayah si pelaku senyum senyum ke arah orang itu.
    “Datanglah si korban ini ‘yang gatalan (hidung belang) ayahnya ini’ begitu bahasanya,” kata Ilham.
    Mendengar ayahnya disebut demikian, pelaku utama kejadian kemudian meminta korban untuk ikut ke belakang sekolah usai jam pelajaran.
    “Permintaan ini lalu dituruti korban karena pelaku beralasan mau membicarakan masalah ini, agar mereka bisa mencari penyelesaiannya,” jelasnya.
    Sesampainya di belakang sekolah, lanjut Ilham, korban langsung dipukul pelaku. Tak hanya itu, pelaku yang saat itu mengajak beberapa teman dekatnya, juga memaksa untuk membuka hijab dan baju seragam korban.
    Aksi pemukulan diduga dilakukan oleh 2 orang siswi. Sementara 8 teman pelaku lainnya hanya sekedar melihat dan tidak ikut melakukan pemukulan.
    “Dipukulin sampai pingsan. Baru dibuka bajunya. Kemudian disebarkan videonya. Pelakunya ada 2 orang dan yang menyaksikan langsung ada 8 orang,” katanya.
    Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Rusdi Marzuki mengatakan pihaknya telah menerima laporan ini. Saat ini, kata Rusdi, polisi masih memeriksa keterangan saksi-saksi.
    “Ini kan peristiwa yang menyangkut dengan anak. Nanti kita akan melakukan upaya mediasi,” ujar Rusdi. (Rls)
  • Yakinkan Booster, Kapolda Sumut Dorong Percepatan Vaksin di Labusel

    Yakinkan Booster, Kapolda Sumut Dorong Percepatan Vaksin di Labusel

    Yakinkan vaksin booster, Kapolda sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mendorong percepatan Vaksin di Labusel.

    LABUSEL (Kliik.id) – Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak meninjau pelaksanaan akselerasi vaksinasi di Gedung SBBK Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Jumat (25/2/2022).

    Bersama Pangdam I/BB Mayjen TNI Hasanuddin, Panca meninjau pelaksanaan akselerasi vaksinasi dosis II dan III bagi masyarakat khususnya yang berusia lanjut.
    Sesampainya di lokasi vaksinasi, Kapolda bersama Pangdam I/BB dan Forkopimda Kabupaten Labusel mengikuti zoom meeting dengan Kapolri dan melaporkan perkembangan situasi penyebaran Covid -19 dan varian baru omicron di Sumatera Utara. Kemudian, dilanjutkan dengan memberi arahan jajaran Polda Sumut.
    Dalam arahannya, Panca meminta kepada seluruh jajaran di Sumut agar target capaian vaksinasi dapat segera dituntaskan.
    “TNI-Polri bersama pemerintah daerah bersinergi untuk mempercepat akselerasi vaksinasi sesuai instruksi dari pemerintah pusat. Vaksin dosis II segera dituntaskan dan bagi lansia yang belum booster segera didatakan,” ujarnya.
    Panca meminta seluruh jajaran di Sumut harus memaksimalkan percepatan pencapaian vaksinasi baik dosis II dan dosis III, khususnya bagi lansia, mengingat lansia merupakan kelompok rentan terpapar Covid-19.
    “Dorong percepatan vaksinasi baik itu dosis II maupun dosis III. Yakinkan masyarakat untuk tidak takut divaksin karena vaksin salah satu upaya penting mencegah penyebaran Covid-19 dan varian baru Omicron,” katanya.
    Panca mengungkapkan, vaksin dapat meningkatkan imun tubuh masyarakat sehingga laju penyebaran Covid-19 tidak semakin meningkat dan tidak menganggu pertumbuhan ekonomi masyarakat.
    “Targetkan minimal minggu ini untuk dosis II seluruh wilayah sudah mencapai 70 persen. Selain itu perketat prokes masyarakat salah satunya dengan memakai masker. Kita harus siap menghadapi Covid-19 dan varian baru omicron,” pungkasnya. (Rls)
  • BEJAD, Kepala Pesantren di Labusel Diduga Cabuli 3 Santri

    BEJAD, Kepala Pesantren di Labusel Diduga Cabuli 3 Santri

    Foto ilustrasi

    LABUSEL (Kliik.id) – Seorang kepala sekolah pada sebuah pondok pesantren di Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara (Sumut), ditangkap polisi, Kamis (10/2/2022) malam, karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap 3 santri pria.

    Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Rusdi Marzuki menjelaskan, pelaku berinisial AAD (53) ditangkap di rumahnya di Sei Kanan, Labusel.
    Korban pelecehan kepala sekolah yakni 3 santri pria yang merupakan warga Padang Lawas Utara (Paluta), masing-masing 14, 16 dan 17 tahun.
    “Korbannya 3 santri pria. Satu orang tingkat tsanawiyah (SMP) dan dua orang tingkat aliyah. Mereka ini ada yang sekali (dilecehkan) dan ada juga yang lebih dari sekali. Terakhir kali dilakukannya pada 14 Januari lalu,” kata Rusdi.
    Sebelum melakukan pelecehan, pelaku terlebih dahulu mengajak korban pergi ke ladang sawitnya. Di ladang itu, pelaku melakukan aksi pelecehannya. Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sebuah sepeda motor milik pelaku.
    “Dengan sepeda motor ini, pelaku kerap membonceng korbannya saat menuju ke ladangnya,” jelas Rusdi.
    Terpisah, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Labusel, Ilham Daulay, mengatakan, kasus pelecehan sudah pernah dilakukan AAD pada 2019 silam.
    “Ketika itu ada 17 orang yang mengaku telah menjadi korban AAD,” katanya.
    Namun, kata Ilham, meski LPA Labusel telah meminta agar keluarga korban tetap melanjutkan kasus ini, AAD dan keluarganya berhasil membujuk keluarga korban untuk berdamai.
    “Pelaku memegang-megang alat kelamin santri pria itu. Dimain-mainkannya hingga mereka orgasme,” kata Ilham.
    Pihaknya akan terus mengawal kasus ini agar proses hukumnya tetap berjalan.
    Dari informasi yang dikumpulkan, meski dari gestur tubuhnya terlihat seperti ada sifat feminim, AAD merupakan ayah dari 5 orang anak.
    Sama seperti dirinya, Istri AAD juga bekerja di ponpes itu.

    Meski menjabat sebagai kepala sekolah, AAD sebenarnya bukan seorang guru.

    AAD merupakan ASN pada Kementerian Agama yang ditugaskan di pondok pesantren. Dia disebutkan sudah 18 tahun menjadi kepala sekolah di pesantren tersebut. (Rls)
  • BEJATNYA Pria di Labusel Cabuli Anak Tiri di Bawah Umur hingga Pendarahan

    BEJATNYA Pria di Labusel Cabuli Anak Tiri di Bawah Umur hingga Pendarahan

    Foto ilustrasi.

    LABUSEL (Kliik.id) – Seorang pria berinisial IS (28) di Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara, tega mencabuli anak tirinya MM (13). Perbuatan bejat itu membuat korban mengalami pendarahan.

    Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Rusdi Marzuki mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Sabtu (8/1/2021) lalu bermula saat pelaku mengajak korban untuk menemaninya pergi ke bengkel sepeda motor.
    “Pelaku mengajak korban menemaninya ke bengkel ternyata hanya akal-akalan pelaku. Tujuannya agar bisa membawa korban pergi keluar rumah. Saat itu korban bersama ibunya dan pelaku sedang berada di rumah,” ujar Rusdi dalam keterangannya, Kamis (20/1/2022).
    Setelah berhasil mengajak korban, kata Rusdi, pelaku mengarahkan sepeda motornya ke pinggiran sungai. Di tempat sunyi itu, pelaku kemudian melakukan pencabulan paksa hingga menyebabkan korban mengalami pendarahan.
    “Korban diancam. Pelaku mengatakan akan membunuh ibu korban jika dia berani melawan ataupun berani bersuara,” jelasnya.
    Setelah melihat korban mengalami pendarahan, lanjut Rusdi, pelaku berupaya membuat sebuah skenario, guna menutupi kejahatannya. Masih disertai ancaman, pelaku meminta korban untuk mengatakan jika pendarahan itu berasal dari menstruasi yang sedang dialaminya.
    “Pelaku mengajak korban pada jam 10.00 WIB. Lalu jam 12.30 WIB, dia pulang sendirian ke rumah. Itu tentu membuat ibu korban heran, lalu dia bertanya dimana anaknya. Pelaku kemudian menjawab bahwa korban pergi mandi di bekoan (tempat penampungan air hasil galian alat berat),” ungkapnya.
    Jawaban itu, kata Rusdi, selain alasan kenapa mereka tidak pulang bersama, juga sengaja dibuat untuk menjadi pendukung bagi kondisi menstruasi yang sudah diskenariokannya itu.
    “Tak lama kemudian korban juga menyusul pulang dan tiba di rumah. Ketika itu pakaiannya dalam kondisi basah kuyup,” ujarnya.
    Saat ditanya ibunya, korban sempat berbohong dan menjawab seperti jawaban yang diperintahkan pelaku.
    “Tiba-tiba haid (menstruasi) aku Mak, makanya aku mandi di bekoan (untuk membersihkan),” ujar Rusdi menirukan jawaban korban kepada ibunya.
    Kemudian, ibu korban menyuruh korban membersihkan dirinya di kamar mandi. Namun setelah mandi, alat vital korban ternyata masih terus mengeluarkan darah, dan ibunya merasa itu bukan seperti sedang menstruasi.
    “Ibunya lantas kembali bertanya dan meminta korban untuk menjawab dengan sejujurnya. Korban akhirnya berterus terang kepada ibunya dan menceritakan apa saja yang telah dilakukan pelaku kepada dirinya,” katanya.
    Setelah bercerita kepada ibunya, kata Rusdi, pelaku diketahui sebelumnya telah lima kali berbuat cabul kepada korban. Namun sebelumnya, pelaku tidak sampai melakukan penetrasi kepada korban.
    “Yang terakhir ini baru dia melakukan penetrasi,” imbuhnya.
    Mendapat cerita anaknya, ibu korban langsung menyampaikan kepada tokoh masyarakat setempat. Lalu tokoh tersebut bersama masyarakat lainnya mengamankan pelaku dan menyerahkannya ke polisi.
    Setelah menjalani pemeriksaan, polisi menjerat pelaku dengan Pasal 81 ayat (2) UU RI nomor 23 tahun 2002 dan Pasal 82 ayat (1) UU RI nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Pidananya minimal 5 lima tahun dan maksimal 15 tahun.
    “Selain itu pelaku juga dijerat dengan Pasal 46 dari UU RI nomor 23 tahun 2014 tentang penghapusan kekerasan dalam lingkup rumah tangga. Pidana penjaranya maksimal 12 tahun,” pungkasnya. (Rls)
  • Pesan Ahok Kepada Bupati Labusel Asiong: Semoga Amanah Jalankan Tugas!

    Pesan Ahok Kepada Bupati Labusel Asiong: Semoga Amanah Jalankan Tugas!

    Bupati Labusel, Haji Edimin alias Asiong saat bertemu mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    LABUSEL (Kliik.id) – Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara (Sumut), Edimin menyambangi kediaman Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di sela tugasnya ke Jakarta. Kepada Edimin, Ahok berpesan agar amanah dalam menjalankan tugasnya.

    “Yth Saudara Bupati Haji Asiong/Edimin, semoga amanah jalankan tugas Bupatinya di Kabupaten Labusel. Berani untuk kebenaran, keadilan, kejujuran dan perikemanusian,” ucap Ahok kepada Edimin, seperti yang dilihat pada postingan media sosial Edimin, Kamis (23/12/2021).
    Pesan tersebut dituliskan Ahok pada sampul buku yang dihadiahkannya kepada Edimin. Buku itu merupakan buku karangannya sendiri berjudul “Kebijakan Ahok”.
    Di bawah pesan yang ditulisnya itu, Ahok juga menggoreskan tanda tangannya. Serta membubuhi tanggal pertemuan tersebut, yakni pada 21 Desember 2021.
    Edimin alias Asiong yang dihubungi melalui telepon membenarkan kunjungannya ke kediaman Ahok tersebut. Silaturahmi tersebut sengaja dilakukan memanfaatkan momentum dirinya yang sedang berdinas ke Jakarta.
    “Pak Ahok itu termasuk teman lama. Saya kenal dia sejak Gubernur,” sebut Asiong.
    Asiong mengatakan, Ahok merupakan sosok panutan dalam hal kepemimpinan. Karena itu, dia akan berusaha menjalankan nasihat yang diberikan Ahok.
    “Semoga Allah Tuhan yang Maha Esa memberikan saya umur yang panjang serta kesehatan agar saya dapat memiliki kesempatan untuk bertemu lagi serta belajar dengan ko Ahok,” katanya.
    Kunjungannya ke Ibu kota ini, disebut Asiong dalam rangka penandatanganan kerja sama dengan beberapa lembaga pendidikan guna memajukan SDM Labusel. Selain itu, Asiong juga bertemu dengan Dirjen Otda Kemendagri dan Sekjen Bawaslu demi kepentingan Labusel.
    Sekadar informasi, Asiong dan wakilnya Ahmad Padli Tanjung resmi dilantik Gubernur Sumut menjadi Bupati dan Wakil Bupati Labusel pada Kamis (22/7/2021).
    Sejak pelantikan itu, Asiong resmi menjadi warga keturunan Tionghoa pertama yang menduduki jabatan kepala daerah di Provinsi Sumut. Asiong bersama Ahmad Padli Tanjung mendapat dukungan 2 partai yakni PDIP dan PKPI pada Pilkada 2020 lalu. (Rls)
  • PDIP Labusel Laporkan Admin Grup Fb Terkait Unggahan Pencemaran Nama Baik Partai

    PDIP Labusel Laporkan Admin Grup Fb Terkait Unggahan Pencemaran Nama Baik Partai

    Foto ilustrasi bendera PDI Perjuangan. (CNN)

    LABUSEL (Kliik.id) – Seorang kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Labusel, Sumut, melaporkan admin akun grup media sosial Facebook ‘Komtas Ngopi Labusel’ Muhammad Yunus Nasution ke polisi.

    Pasalnya, mantan Ketua Panwaslu Labusel 2014 itu dinilai mengijinkan sebuah unggahan yang mencemarkan nama baik PDIP.
    “Lebih baik bubarkan PDIP daripada Bubarkan MUI,” demikian bunyi unggahan tersebut.
    Unggahan itu dibuat oleh akun Facebook bernama Pian Siahaan pada 23 November lalu. Yang akhirnya disetujui oleh admin grup.
    Dianggap mencemarkan nama baik, seorang kader PDIP yang menjabat Ketua PAC di Labusel membuat laporan ke Polres Labuhanbatu.
    Atas laporan tersebut, Polres Labuhanbatu telah memeriksa terlapor Muhammad Yunus Nasution sebanyak dua kali.
    “Tadi kembali kita periksa. Ini pemeriksaan kedua, setelah sebelumnya yang bersangkutan tidak hadir saat dipanggil,” ujar Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti, kepada wartawan, Jumat (10/12/2021).
    Selain itu, polisi juga masih akan memeriksa beberapa saksi lainnya sebelum masuk ke tahap berikutnya.
    “Masih sebatas memintai keterangannya saja,” kata Anhar.
    Sementara, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Rusdi Marzuki, mengatakan, pihaknya masih akan memeriksa beberapa saksi lainnya. Termasuk memeriksa saksi ahli.
    Rusdi meminta semua pihak untuk bisa bersabar. Ia berjanji polisi akan bekerja dengan profesional.
    “Jika dibutuhkan kita akan melakukan penegakan hukum yang didasari oleh pendekatan kemanfaatan hukum. Seperti misalnya pendekatan restorative justice,” pungkasnya. (Rls)