Category: Pariwisata

  • Wacana Kawasan Danau Toba Bangun Kasino Ala Genting Malaysia, Ini Kata MUI Sumut

    Wacana Kawasan Danau Toba Bangun Kasino Ala Genting Malaysia, Ini Kata MUI Sumut

    Danau Toba, Sumatera Utara.

    MEDAN (Kliik.id) – Wacana pembangunan ‘Healing Entertainment’ di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut) yang merujuk pada Genting Highland Malaysia, ditanggapi berbagai pihak.

    Usulan wacana itu datang dari invesntor yang juga Direktur Utama Riyadh Group Indonesia, Belly Saputra Datuk Jano Sati alam pertemuan antara asosiasi pengembang properti REI dan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT).
    Meski pihak BPODT menyatakan belum menyampaikan wacana pembangunan ‘Healing Entertainment’ di Danau Toba tersebut ke Kemenparekraf, namun wacana itu menuai tanggapan.
    Salah satu tanggapan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut melalui Wakil Ketua Bidang Infokom Akmaluddin Syahputra.
    “Masih wacana, dan kita tidak memahami masalah secara detail dan komprehensif,” ujar Akmaluddin dalam keterangan yang diterima, Selasa (14/3/2023).
    Yang pasti, kata Akmaluddin, jika hal itu melanggar syariat tentu akan dilarang.
    “Untuk menentukan apakah pelanggaran syariat, maka MUI akan meminta untuk membahasnya di sidang fatwa MUI,” katanya.
    Sebelumnya diberitakan, muncul wacana membangun ‘Healing Entertainment’ berupa lokasi judi atau Kasino ala Genting Malaysia di Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut).
    Wacana itu dicetuskan oleh investor ternama di Indonesia bernama Belly Saputra Datuk Jano Sati, yang merupakan Direktur Utama Riyadh Group Indonesia.
    Belly Saputra menyebutkan kawasan Danau Toba layak dibangun sejenis “Healing Entertainment’.
    Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) pun angkat bicara terkait dengan wacana pembangunan Kasino ala Genting Malaysia di Danau Toba.
    Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan (DIPKK) BPODT, Raja Malem Tarigan mengatakan, wacana itu dicetuskan Belly saat acara Investment Forum di Kaldera Resort, di Kabupaten Toba, Sumut, Jumat (3/3/2023) lalu.
    “Itu awalnya acara REI kemarin, ulang tahun mereka. Mereka ingin ke Danau Toba, kita kemas Investment Forum, datang beberapa (investor). Nah datang Datuk Belly, awalnya itu, developer top-lah di Indonesia. Dia bilang ‘Healing Entertainment’, arahnya ke Kasino gitu,” ujar Raja saat dikonfirmasi, Senin (13/3/2023).
    Raja mengatakan wacana itu hanya sebagai masukan atau saran saja. Tidak menjadi fokus dalam pencarian investor.
    Mereka fokus mencari investor dalam pembangunan hotel bintang 5 di kawasan Danau Toba. Terutama kawasan Kaldera Resort yang dikelola BPODT.
    “Healing entertainment ada dua slot, indoor entertainment dan outdoor entertainment. Tapi, ini seperti universal studio. Tapi, permintaan investor. Kita kaji, tapi tidak fokus. Tapi, kita minta surat minat. Sampai sekarang belum ada. Tapi, teman beliau surat minat mau bangun mini zoo gitu,” jelasnya.
    Menurut Raja, wacana pembangunan Kasino harus disampaikan ke Dewan Pengarah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
    Namun, kata Raja, bila ingin disampaikan wacana itu harus dikaji lebih dalam. Karena, akan menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.
    “Pasti ada kajian mendalam, apa lagi itu isu sensitif memperhatikan banyak kearifan lokal. Panjang lah, masih lama kali itu. Itu keinginan investor, itu nanti dulu. 20 tahun lagi, belum tentu juga,” katanya. (AS)
  • Muncul Wacana Bangun Kasino Ala Genting Malaysia di Danau Toba

    Muncul Wacana Bangun Kasino Ala Genting Malaysia di Danau Toba

    Danau Toba, Sumatera Utara..

    MEDAN (Kliik.id) – Muncul wacana membangun ‘Healing Entertainment’ berupa lokasi judi atau Kasino ala Genting Malaysia di Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut).
    Wacana itu dicetuskan oleh investor ternama di Indonesia bernama Belly Saputra Datuk Jano Sati, yang merupakan Direktur Utama Riyadh Group Indonesia.
    Belly Saputra menyebutkan kawasan Danau Toba layak dibangun sejenis “Healing Entertainment’.
    Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) pun angkat bicara terkait dengan wacana pembangunan Kasino ala Genting Malaysia di Danau Toba.
    Direktur Bisnis Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BPODT, Raja Malam Ukur Tarigan mengatakan, wacana itu dicetuskan Belly saat acara Investment Forum di Kaldera Resort, di Kabupaten Toba, Sumut, Jumat (3/3/2023) lalu.
    “Itu awalnya acara REI kemarin, ulang tahun mereka. Mereka ingin ke Danau Toba, kita kemas Investment Forum, datang beberapa (investor). Nah datang Datuk Belly, awalnya itu, developer top-lah di Indonesia. Dia bilang ‘Healing Entertainment’, arahnya ke Kasino gitu,” ujar Raja saat dikonfirmasi, Senin (13/3/2023).
    Raja mengatakan wacana itu hanya sebagai masukan atau saran saja. Tidak menjadi fokus dalam pencarian investor.
    Mereka fokus mencari investor dalam pembangunan hotel bintang 5 di kawasan Danau Toba. Terutama kawasan Kaldera Resort yang dikelola BPODT.
    “Healing entertainment ada dua slot, indoor entertainment dan outdoor entertainment. Tapi, ini seperti universal studio. Tapi, permintaan investor. Kita kaji, tapi tidak fokus. Tapi, kita minta surat minat. Sampai sekarang belum ada. Tapi, teman beliau surat minat mau bangun mini zoo gitu,” jelasnya.
    Menurut Raja, wacana pembangunan Kasino harus disampaikan ke Dewan Pengarah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
    Namun, kata Raja, bila ingin disampaikan wacana itu harus dikaji lebih dalam. Karena, akan menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.
    “Pasti ada kajian mendalam, apa lagi itu isu sensitif memperhatikan banyak kearifan lokal. Panjang lah, masih lama kali itu. Itu keinginan investor, itu nanti dulu. 20 tahun lagi, belum tentu juga,” katanya.
    Terpisah, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengaku dirinya tidak setuju pembangunan Kasino di kawasan Danau Toba. Hal itu, kata Edy, melanggar Undang-Undang (UU) di Indonesia.
    “Selama barang itu halal tidak menentang UU, silahkan berjalan. Yang penting, tidak melanggar UU. Kalau melanggar UU itu tidak halal namanya,” ujar Edy di Kantor Gubernur Sumut.
    Edy menegaskan, dirinya tidak akan memberikan ijin pembangunan Kasino di kawasan Danau Toba. Kecuali, ada aturan mengizinkan judi di Indonesia.
    “Indonesia judi ini tidak diperbolehkan apapun alasannya. Kalau dia mau membikin, rubah dulu UU nya,” pungkasnya. (Red)
  • Huta Ginjang, Lokasi Wisata Danau Toba Nan Indah, Perlu Lebih Dikembangkan

    Huta Ginjang, Lokasi Wisata Danau Toba Nan Indah, Perlu Lebih Dikembangkan

    Huta Ginjang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara.

    TAPUT (Kliik.id) – Keindahan panorama Danau Toba yang terletak di Geosite Huta Ginjang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, sungguh mempesona.

    Salah satu spot terbaik untuk menikmati keelokan Danau Toba yaitu Huta Ginjang.
    Berasal dari Bahasa Batak ‘huta’ berarti kampung dan ‘ginjang’ berarti atas. Huta Ginjang menawarkan pemandangan Danau Toba dari ketinggian 1.555 meter di atas permukaan laut.
    “Pemandangan panorama Danau Toba sangat indah. Udara sejuk dan keindahan Danau Toba sangat berpotensi untuk lebih dikembangkan,” ujar Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus, dalam kegiatan Ekspedisi Geopark Kaldera Toba, Sabtu (5/2/2023).
    Acara Ekspedisi Geopark Toba SMSI 2023 diadakan SMSI sebagai salah satu rangkaian acara Hari Pers Nasional (HPN) 2023, yang puncaknya berlangsung di Kota Medan pada 9 Februari mendatang.
    Dalam rangkaian Ekspedisi Geopark Kaldera Toba pada 4-7 Februari 2023, ada beberapa catatan yang perlu mendapat perhatian pemerintah dalam mengembangkan wisata Danau Toba ini.
    “Wisata Danau Toba ini perlu mendapat perhatian khusus pemerintah pusat, dengan memperhatikan potensi daerah seputaran Danau Toba, seperti Kabupaten Taput ini,” kata Firdaus.
    Seperti diketahui, lanjut Firdaus, pemerintah pusat sedang gencar membawa investor untuk mengembangkan objek wisata Danau Toba.
    “Peluang ini harus diambil oleh masyarakat Taput, untuk dapat berkolaborasi dengan pemerintah dan investor,” ungkapnya.
    Tentunya, kata Firdaus, masyarakat sekitar Danau Toba harus berbenah diri dan meningkatkan lagi potensi-potensi sumber daya manusianya.
    “Hal itu juga harus mendapat dukungan dari pemerintah dengan melakukan pembinaan dan pelatihan yang berkelanjutan,” ucapnya. 
    Menurut Firdaus, ada banyak ‘PR’ yang harus dibenahi oleh pemerintah dan masyarakat dalam memajukan wisata Danau Toba.
    “Salah satunya sarana dan fasilitas penginapan seperti hotel terbilang sangat minim. Hal ini yang harus diperhatikan dan menjadi keseriusan pemerintah dan masyarakat jika ingin memajukan wisata Danau Toba,” katanya.
    Firdaus berharap, melalui Ekspedisi Geopark Kaldera Toba yang diinisiasi SMSI Sumut dapat mengangkat potensi-potensi keindahan Danau Toba ke publik.
    “Melalui Ekspedisi Geopark Kaldera Toba, SMSI berkontribusi membangun image yang positif bagi Danau Toba, untuk dapat diketahui oleh masyarakat luas baik di lokal hingga mancanegara,” pungkasnya.
    Ekspedisi Geopark Kaldera Toba berlangsung dari tanggal 4-7 Februari 2023. Adapun titik ekspedisi yang disinggahkan oleh ratusan jurnalis dan pemilik media anggota SMSI adalah Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Samosir, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Serdangbedagai. (Rls)
  • Dukung Parawisata Kawasan Danau Toba, Friendly Toba Lake Tourisme Laksanakan Event Olah Raga danSeni di Terminal Sosor Saba Parapat

    Dukung Parawisata Kawasan Danau Toba, Friendly Toba Lake Tourisme Laksanakan Event Olah Raga danSeni di Terminal Sosor Saba Parapat

    Pengurus Friendly Toba Lake Tourisme dan Forkompimcam Girsang Sipangan Bolon foto bersama Pemain Futsal pada pembukaan Event Olah Raga dan Seni FTLT di Terminal Sosor Saba, Parapat, Selasa (1/11/2022).

     

    Simalungun (Kliik.Id) – Friendly Toba Lake Tourisme (FTLT), secara resmi dideklarasikan dan mengadakan pembukaan event olahraga dan seni di Terminal Sosor Saba, Selasa (1/11/2022).


    Pada pelaksanaan pembukaan tersebut Camat Girsang Sipangan Bolon, Josua Marwandi Simaibang, sangat antusias atas terselengggaranya kegiatan olah raga dan seni yang diselenggarakan oleh FTLT.

    “Friendly Toba Lake Tourisme (FTLT) dengan berbagai rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dapat memberi semangat terutama dalam memajukan parawisata dan meningkatkan perekonomian di kawasan Kota Parapat,” ujar Josua Siamaibang dalam sambutannya.

    “Dan kepada seluruh peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas dan tetap menjaga protokol kesehatan, dan sekali lagi selamat atas berdirinya Friendly Toba Lake Tourisme (FTLT), ” tutup Josua Siamaibang.


    Sementara itu, Ketua FTLT, Dedy Siregar kepada Kliik.id mengatakan, kegiatan FTLT adalah untuk menjawab kegelisahan masyarakat kawasan Danau Toba di mana sebagai salah satu kawasan superprioritas masih belum ada peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba.


    “Tujuan kita mengadakan kegiatan FTLT ini sederhana saja, yakni menarik wisatawan dan meningkatkan ekonomi masyarakat di kota Turis Parapat,” ujar Dedy Siregar.

    “Dan FTLT berharap kerjasama dengan pemerintah, masyarakat sekawasan Danau Toba untuk gerak bersama karena Friendly Toba Lake Tourisme tidak dapat bekerja sendiri,” tambah Dedy Siregar.


    Dedy Siregar juga menyampaikan bahwa kegiatan Futsal U-13, U-17, Umum dan Instansi dimana pertandingan Futsal U-13 akan berlangsung Senin (7/11/2022), Festival Tortor, Vokal  Solo dan Konten kreator.

    Acara pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan Drum Band dari SD Bintang Timur dan pertandingan eksibisi Futsal antara SD Bintang Timur VS SDN 51 Parapat dan SDN 01Parapat VS SDN 50 Parapat.


    Pada acara pembukaan Olah Raga dan Seni tersebut tampak hadir Danramil 11 Parapat, Kapten Richard Pasaribu, Kapolsek Parapat yang diwakili AIPTU Teddy Purba, Lurah Parapat, Safrida Sinaga.(AS)

  • Tarif Naik Candi Borobudur Rp 750.000 Belum Final

    Tarif Naik Candi Borobudur Rp 750.000 Belum Final

    Kabar mengenai wacana kenaikan tarif kunjungan ke Candi Borobudur yang mencapai Rp 750.000 per orang membuat masyarakat gempar. (detikcom)

    JAKARTA (Kliik.id) – Kabar mengenai wacana kenaikan tarif kunjungan ke Candi Borobudur yang mencapai Rp 750.000 per orang membuat masyarakat gempar. Pasalnya, tarif tersebut naik berkali-kali lipat dari sebelumnya sebesar Rp 50.000.

    Merespons hal itu, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa rencana tarif yang muncul saat ini belum final, karena masih akan dibahas dan diputuskan oleh Presiden di minggu depan.
    “Saya mendengar banyak sekali masukan masyarakat hari ini terkait dengan wacana kenaikan tarif untuk turis lokal. Karena itu nanti saya akan minta pihak-pihak terkait untuk segera mengkaji lagi supaya tarif itu bisa diturunkan,” ujar Luhut dalam keterangannya, Minggu (5/6/2022).
    Luhut juga menambahkan untuk sekedar memasuki kawasan Candi Borobudur tarifnya tetap tidak berubah yakni Rp 50.000. Adapun untuk tarif yang tadinya direncanakan Rp 750.000 per orang adalah untuk tiket naik ke area stupa Candi Borobudur.
    Kendati demikian, Luhut memastikan bahwa rencana kenaikan tarif untuk turis asing menjadi US$ 100 tidak akan mengalami perubahan. Begitu pula tarif khusus untuk pengunjung yang masih pelajar tetap sebesar Rp 5.000.
    Berdasarkan masukan yang diterima, Luhut mengatakan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan untuk menyediakan tarif khusus bagi warga Provinsi Jawa Tengah dan DKI Yogyakarta.
    Luhut menambahkan, nantinya semua calon turis yang ingin mengunjungi Candi Borobudur diwajibkan untuk melakukan reservasi secara online demi mengatur aliran pengunjung.
    Dia menegaskan bahwa rencana pembatasan kuota pengunjung dan kenaikan tarif itu dimaksudkan untuk layanan naik ke area stupa Candi Borobudur. Hal tersebut merupakan upaya pemerintah untuk tujuan konservasi dalam menjaga Warisan Budaya Dunia tersebut.
    “Candi Borobudur itu kan cagar budaya Indonesia yang ditetapkan sebagai situs Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Dengan relief yang sarat makna khususnya bagi umat Buddha dan kita umat manusia, penting bagi kita semua memberi perhatian khusus untuk menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara tersebut,” ujar Luhut. (Detik)
  • Ketua Komisi VI DPR Minta Tiket Naik Borobudur Rp 750 Ribu Dibatalkan

    Ketua Komisi VI DPR Minta Tiket Naik Borobudur Rp 750 Ribu Dibatalkan

    Ketua Komisi VI DPR, Faisol menilai harga naik ke Candi Borobudur, Jawa Tengah Rp 750 ribu memberatkan masyarakat. (detikcom)

    JAKARTA (Kliik.id) – Ketua Komisi VI DPR, Faisol menilai harga naik ke Candi Borobudur, Jawa Tengah Rp 750 ribu memberatkan masyarakat. Pihaknya berencana memanggil pihak Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur.

    “Saya rasa memberatkan masyarakat. Saya tidak setuju, nanti kami akan memanggil TWC terkait ini,” kata Faisol kepada wartawan, Minggu (5/6/2022).
    Faisol menuturkan banyak manfaat di Borobudur yang tidak hanya terkait dengan wisata. Dia meminta kenaikan harga Rp 750 ribu untuk naik ke atas Candi Borobudur dibatalkan.
    “Ada banyak manfaat Borobudur bagi masyarakat dan bukan hanya terkait obyek wisata. Saya minta agar kenaikan harga ini dibatalkan,” ujarnya.
    Dirut TWC Borobudur Jelaskan Harga Tiket
    Sebelumnya, Direktur Utama Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) Edy Setijono menjelaskan tiket seharga Rp 750 ribu per orang bagi turis lokal hanya untuk menaiki Candi Borobudur. Sementara itu, harga tiket masuk kawasan candi masih tetap Rp 50 ribu per orang untuk wisatawan lokal.
    “Sementara itu, itu kan tiket untuk naik ke candi. Tiket regulernya masih tetap sama, untuk wisnus Rp 50 ribu, untuk wisman USD 25. Hanya tiket untuk ini berlaku cuma sampai pelataran candi saja,” kata Edy seperti dilansir Antara, Minggu (5/6/2022).
    Edy mengatakan keputusan harga tiket menaiki bangunan candi sebesar Rp 750 ribu untuk wisatawan lokal dan USD 100 untuk wisatawan mancanegara ditetapkan melalui rapat koordinasi. Rapat ini juga melibatkan pemerintah pusat.
    Dia menjelaskan alasan ditetapkannya harga tiket tersebut dikarenakan adanya sistem kuota per hari bagi yang diperbolehkan naik ke atas Candi Borobudur. Pemerintah menetapkan kuota yang diperbolehkan naik ke atas candi hanya 1.200 orang per hari.
    Penetapan kuota tersebut bertujuan untuk melindungi bangunan Candi Borobudur atau konservasi demi menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya Nusantara.
    Edy mengungkapkan bahwa bangunan Candi Borobudur mulai mengalami penurunan dan pengikisan yang diduga diakibatkan oleh adanya beban berlebih akibat kunjungan wisatawan.
    Sebelum pandemi COVID-19, kunjungan wisatawan yang menaiki bangunan Candi Borobudur rata-rata sekitar 10 ribu orang per harinya. Selama pandemi, pengelola menutup akses naik ke Candi Borobudur dan kunjungan wisatawan hanya terbatas sampai ke pelataran atau halaman candi.
    Edy menjelaskan penetapan harga naik ke candi atas dasar pertimbangan kuota 1.200 orang per hari dimaksudkan agar pengunjung yang ingin menaiki candi harus orang yang bersungguh-sungguh dan berkepentingan. (Detik)
  • Percepat Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktur BPODT Tinjau Langsung Pelaksanaan Vaksin di Parapat

    Percepat Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktur BPODT Tinjau Langsung Pelaksanaan Vaksin di Parapat

    Simalungun- Pandemi Covid-19 yang berdampak ke semua sektor, termasuk dunia pariwisata dan ekonomi kreatif, BPODT melaksanakan percepatan Vaksinasi kepada masyarakat untuk mendorong pemulihan di sektor ini, di Ruang Terbuka Publik (RTP) Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, Rabu (23/3/2022)
    Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menyelenggarakan vaksinasi dosis pertama, kedua dan ketiga bagi masyarakat umum. Vaksinasi yang dilaksanakan agar dapat meyakinkan berbagai pihak bahwa pariwisata Danau Toba siap bangkit dan kembali menjadi sektor andalan.
    Adapun para peserta yang hadir dalam vaksinasi ini sekitar 200 orang. Terdapat 3 jenis vaksin yang digunakan dalam vaksinasi tersebut, yaitu Vaksin Sinovac (umur 6-11 tahun), Pfizer dan Astrazeneca (umur 18-lansia). Masyarakat sangat antusias terhadap vaksinasi ini, karena para peserta vaksinasi langsung datang ketika mengetahui ada vaksinasi di gelar di Ruang Terbuka Publik (RTP) Parapat.
     
    Jimmy Bernando Panjaitan meninjau langsung kegiatan vaksinasi ini di Ruang Terbuka Publik Parapat dan mengatakan Kegiatan Vaksinasi ini seharusnya dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam rangkaian kunjungan kegiatan di Kawasan Danau Toba, karena Menteri Parawisata dan Ekonomi Kreatif sangat serius dengan vaksinasi Herd Imunity ini untuk kesiapan kebangkitan Pariwisata, tetapi berhubung mendadak dipanggil oleh Presiden sehingga tidak bisa hadir dalam kegiatan vaksinasi ini. 
    “Tentunya Pariwisata ditengah pandemi ini harus siap dengan Herd Immunity. Yang paling penting dalam pariwisata ada 2 hal, yaitu : Keamanan dan Kebersihan, Keamanan ini termasuk Keamanan Kesehatan, apabila ada ancaman virus, pengunjung pun tidak mau datang berkunjung. Sasaran vaksinasi ini untuk Masyarakat umum khususnya untuk Pelaku Ekonomi Kreatif di sekitar Parapat, kami berharap seluruh masyarakat di Kawasan Danau Toba sudah ditahap Booster. Harapannya ke depan, masyarakat tetap taat pada protkes meskipun sudah vaksinasi,” ujar Jimmy.
    Adapun yang hadir dalam vaksinasi ini adalah AKBP Nicolas Dedy Arifianto, Kapolres Simalungun, perwakilan dari Kodim 0207/Simalungun dan Muhammad Fikri Damanik, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simalungun.
  • Luhut: RI Negara Asia Tenggara dengan UNESCO Global Geopark Terbanyak

    Luhut: RI Negara Asia Tenggara dengan UNESCO Global Geopark Terbanyak

    Indonesia memiliki enam Geopark yang masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark (UGG), alias jaringan geopark dunia. (detikcom)

    JAKARTA (Kliik.id) – Indonesia memiliki enam Geopark yang masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark (UGG), alias jaringan geopark dunia. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Indonesia pun menjadi negara di Asia Tenggara dengan jumlah UNESCO Global Geopark terbanyak.

    Keenam geopark yang masuk UNESCO Global Geopark itu adalah Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu, Rinjani, Gunung Sewu, dan Batur, serta Geopark Belitung dan Kaldera Toba.
    “Perjalanan 13 tahun yang telah dirintis oleh para ahli geopark lintas stakeholder telah membawa Indonesia sebagai negara di Asia Tenggara dengan jumlah UNESCO Global Geopark terbanyak,” kata Luhut dalam Konferensi Nasional Geopark Indonesia II secara virtual kemarin.
    Luhut menyebut geopark adalah sebuah rahmat Tuhan yang harus diupayakan sebagai salah satu jalan transformasi pembangunan yang inklusif dan keberlanjutan. Makanya, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan cara melestarikan dan melindunginya.
    “Ini tantangan sekaligus peluang kita bagaimana mengelola geopark sekaligus bermanfaat bagi masyarakat secara terintegrasi,” kata dia.
    “Kita perlu mengawal konsep geopark dengan manajemen multi-stakeholder melalui tiga pilar, yaitu konservasi, edukasi dan peningkatan kesejahteraan atau ekonomi masyarakat di kawasan dan di daerah sekitarnya,” dia menambahkan.
    Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, Odo Manuhutu, mengatakan Indonesia menempati posisi kedelapan dari 44 negara terbanyak yang masuk dalam UNESCO Global Geopark. Beberapa akan terus ditingkatkan untuk mewujudkan 12 destinasi wisata Global Geopark.
    “Lebih dari tiga tahun berlangsung sejak 2018 Komite Nasional Geopark Indonesia dibentuk telah melahirkan enam geopark dunia, terbanyak kedelapan dari 44 negara,” kata Odo.
    Beberapa yang akan ditingkatkan statusnya menjadi UNESCO Global Geopark adalah Geopark Ijen di Banyuwangi, Geopark Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan, Raja Ampat, dan Merangin Jambi.
    “KNGI melakukan berbagai upaya untuk pengembangan melalui penguatan kebijakan mengenai edukasi masyarakat dan keterlibatan anak muda. KNGI meyakini keterlibatan anak muda ini menjamin sinergitasnya,” kata dia. (Detik)
  • Medan, Jakarta, Bali Dipromosikan Jadi Tujuan Wisata Kesehatan, Ini Alasannya

    Medan, Jakarta, Bali Dipromosikan Jadi Tujuan Wisata Kesehatan, Ini Alasannya

    Menparekraf Sandiaga Uno

    JAKARTA (Kliik.id) – Wisata kesehatan menjadi salah satu program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang terlebih dahulu menyasar wisatawan nusantara. Jakarta, Medan dan Bali rencananya dipromosikan dalam tujuan wisata tersebut.
    Wisata kesehatan dan herbal akan dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan untuk menyasar wisatawan nusantara yang biasanya melakukan pengobatan ke laur negeri. Jika dikalkulasi, setiap tahunnya orang Indonesia menghabiskan lebih dari 11 miliar dolar untuk wisata kesehatan tersebut.
    “Wisata kesehatan sendiri beberapa minggu lalu saya sudah mencoba melakukan health check up adalah suatu program yang akan kami unggulkan terutama fokusnya kepada wisatawan nusantara yang selama ini hampir setiap tahun menghabiskan USD 11 miliar lebih untuk wisata kesehatan di luar negeri,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.
    “Wisata kesehatan kebugaran dan herbal ini akan kita kembangkan karena kita punya pangsa pasar yang sangat besar,” tambahnya.
    Dalam pengembangan wisata kesehatan ini, Kemenparekraf menggandeng beberapa instansi baik dari lintas kementerian lain maupun pihak swasta, seperti Perkumpulan Dokter Wisata Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mendukung wisata kesehatan di Indonesia.
    “Kita fokus kepada good quality agar fasilitas kesehatan kita bisa bersaing dengan fasilitas kesehatan luar negeri terutama dari aspek pelayanan,” kata Sandiaga.
    Sementara itu untuk lokasinya, Jakarta, Medan dan Bali rencananya akan dipromosikan sebagai tempat tujuan wisata kesehatan.
    “Untuk wisata kesehatan dikaitkan dengan medical tourism yang akan didorong itu di Medan, Jakarta dan Bali. Ini tentunya karena ketersediaan rumah sakit di tiga tempat tersebut,” kata Deputi 6 Kemenparekraf, Rizki Handayani.
    Di Medan misalnya, potensi warga setempat untuk keluar sangatlah besar. Harapannya dengan menyiapkan rumah sakit yang ada di Medan, maka masyarakat yang tinggal di Sumatera Barat atau Sumatera Utara sendiri tidak melakukan perjalanan ke laur negeri.
    “Dalam artian beberapa penyakit seperti cancer di Indonesia sudah ada. Untuk marketnya sebenarnya lokasi untuk market sekarang Surabaya, Jakarta, Bandung, Palembang, itu market-market yang memang kita harapkan nanti memang yang melakukan pengobatan tetap di Indonesia,” kata Rizki.
    Sementara, mengenai wisata herbal, antusiasme masyarakat terhadap program ini sangatlah tinggi, khususnya di Bali. Terutama di bidang kebugaran dan kecantikan, wisatawan mancanegara banyak yang menyasar wisata ini di Bali.
    “Mengenai pengobatan herbal, ada berapa tempat juga yang akan didorong pemerintah yaitu di Solo, Bali juga yang akan menjadi pusat wellness tourism,” tambah Rizki. (Detik)
  • Sofyan Tan: Pembentukan Desa Wisata di Danau Toba Jadi Prioritas

    Sofyan Tan: Pembentukan Desa Wisata di Danau Toba Jadi Prioritas

    Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan

    SAMOSIR (Kliik.id) – Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan menyebutkan kelompok Desa Wisata menjadi prioritas dan sasaran utama untuk dikembangkan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, karena 65 persen wisatawan ingin melihat budaya lokal secara langsung.

    “Kelompok-kelompok sadar wisata (Pokdarwis) menjadi sasaran dan arah kita karena di kepariwisataan akan kembali ke alam dan budaya yang asri ditemukan di pedesaan. Dan kita akan dorong untuk mengembangkan dan membentuk desa-desa wisata,” ujar Sofyan Tan didampingi Kepala Dinas Pariwisata Samosir Dumosch Pandiangan, dalam rilis yang diterima, Minggu (2/5/2021).
    Politisi PDIP ini mengatakan pembentukan Desa Wisata menjadi prioritas agar para turis yang berkunjung ke Danau Toba bisa menikmati keindahan alam secara alami, dapat melihat budaya lokal secara langsung dan bisa tinggal di home stay di desa yang dikelola masyarakat sendiri, sehingga para wisatawan tidak hanya tinggal di hotel, namun dapat berbaur dengan masyarakat.
    “65 persen, keinginan turis mancanegara ke salah satu tujuan destinasi wisata, karena hendak melihat budaya secara langsung, mengenal kehidupan masyarakat sekitar. Jadi desa wisata merupakan sasarannya dan menjadi prioritas kita,” ujar Sofyan Tan yang membidangi Pendidikan, Budaya, Perpustakaan dan Pariwisata ini.
    Menurut Sofyan Tan, pembentukan desa-desa wisata di Kawasan Danau Toba akan diprioritas. Dia akan mendorong para pemangku kepentingan untuk memberikan pendidikan, pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku wisata hingga terbentuk kelompok pariwisata di desa-desa yang sadar wisata.
    “Filosofi dan salah satu budaya lokal masyarakat kawasan Danau Toba ‘tamu adalah raja’ dan juga satu prinsip. Nah, kalau dianggap sebagai raja, tentu akan mendapatkan pelayanan dan servis yang baik. Kalau ini dijalankan maka Danau Toba akan menjadi daerah destinasi yang menggiurkan ke depan, tentu dengan dukungan desa-desa wisata,” katanya. (AS)