Category: Sumut

  • Reses I DPRD Sumut Tahun Sidang II Tahun 2025-2026, Partogi Sirait Dorong Pemprov Tingkatkan Insentif Bagi Pendeta dan Guru Ngaji

    Reses I DPRD Sumut Tahun Sidang II Tahun 2025-2026, Partogi Sirait Dorong Pemprov Tingkatkan Insentif Bagi Pendeta dan Guru Ngaji

     

    Anggota DPRD Sumut Fraksi PDI Perjuangan, Franky Partogi Wijaya Sirait, B.Sc., M.H., saat melaksanakan reses I Pimpinan dan Anggota DPRD Sumut Tahun Sidang II Tahun 2025-2026. 

    SIMALUNGUN (Kliik.Id) – Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan, Franky
    Partogi Wijaya Sirait, B.Sc., M.H., mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov)
    Sumut, untuk segera merancang kebijakan pemberian insentif bagi pendeta, guru
    ngaji, dan tokoh agama yang aktif, dalam pelayanan rohani serta pembinaan moral
    masyarakat. Hal ini disampaikan Partogi dalam Reses Masa Sidang I Tahun Sidang
    II 2025–2026 di daerah pemilihan Siantar–Simalungun, yang berlangsung pada 5–14
    Oktober 2025.

    Partogi menilai, tokoh agama merupakan garda terdepan dalam menjaga moral dan
    spiritual masyarakat di tengah meningkatnya persoalan sosial seperti narkoba
    dan degradasi karakter generasi muda.

    Ia juga menjelaskan, pemberian insentif bagi pendeta dan guru ngaji bukan
    sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk penghargaan atas dedikasi dan
    tanggung jawab sosial mereka.

    “Pendeta dan guru ngaji bukan hanya mengajar ayat atau kitab, tetapi juga
    membina karakter umat. Di banyak tempat, mereka bahkan menjadi konselor
    keluarga, pendamping remaja, hingga pembimbing mantan pecandu narkoba. Maka
    insentif ini penting sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pembina
    moral bangsa,” tegasnya.

    Selain meningkatkan kesejahteraan, Partogi meyakini program tersebut juga dapat
    menumbuhkan semangat pelayanan dan memperkuat fungsi pembinaan masyarakat di
    tingkat akar rumput.

    Aspirasi yang sama juga datang dari Pdt. Hendri Sibuea dari
    Gereja GTDI Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, yang berharap agar
    kebijakan serupa seperti di Kalimantan dan Jawa bisa diterapkan di Sumatera
    Utara.

     “Bukan soal besar kecilnya insentif, tapi soal perhatian pemerintah agar
    pelayanan rohani bisa berjalan lebih baik,” ujar Pdt. Hendri .

    Partogi mencontohkan beberapa daerah yang telah lebih dulu menjalankan program
    insentif bagi tokoh agama, seperti Kabupaten Kotawaringin Timur (Kalimantan
    Tengah) yang menaikkan insentif pendeta dari Rp1,8 juta menjadi Rp2,5 juta per
    orang, Kota Tidore Kepulauan (Maluku Utara) sebesar Rp1,2 juta per orang, serta
    Kabupaten Jember (Jawa Timur) yang memberikan insentif rutin bagi semua guru
    agama tanpa memandang keyakinan.

    Menurut Partogi, kebijakan tersebut dapat menjadi referensi bagi Pemprov Sumut
    dalam memperkuat peran spiritual dan sosial para pemuka agama.

    “Kalau daerah lain bisa, mengapa Sumatera Utara tidak? Ini bukan sekadar
    bantuan finansial, tapi bentuk penghargaan bagi mereka yang menjaga moral
    masyarakat dari kehancuran sosial,” tegasnya.

    Ia juga mendorong agar Pemprov Sumut melibatkan tokoh agama dalam program P4GN
    (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) serta
    memberikan dukungan anggaran melalui kolaborasi dengan BNN, Dinas Sosial, dan
    Kementerian Agama.

    “Membangun Sumatera Utara bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga membangun
    hati dan karakter masyarakat yang bermartabat,” pungkas Partogi. (viva)

  • Tim Hukum Edy-Hasan Laporkan Sejumlah Kades di Tapsel Dukung Paslon 01 Ke Bawaslu Sumut

    Tim Hukum Edy-Hasan Laporkan Sejumlah Kades di Tapsel Dukung Paslon 01 Ke Bawaslu Sumut

     

    Tim Hukum Paslon 02, Calon Gubernur/Wakil Gubernur, Edy Rahmayadi – Hasan Basri Sagala, saat melaporkan sejumlah oknum perangkat desa dan lurah dari Kecamatan Sayur Matinggi, Kab. Tapanuli Selatan, ke Bawaslu Sumut, yang diduga menyampaikan dukungan terbuka melalui video terhadap Bobby Nasution – Surya, Selasa (5/11).

    Medan (Kliik.Id) – Sejumlah oknum perangkat desa (Kades) di Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, diduga menyampaikan dukungan secara terbuka kepada Calon Gubernur/Wakil Gubernur, Bobby Nasution- Surya, melalui video yang tersebar melalui aplikasi WhatsApp (WA). 

    Tindakan oknum Kades tersebut mengundang reaksi dari Ketua Tim Hukum, Yance Aswin, SH, Cagubsu/Cawagubsu 02, Edy Rahmayadi-Hasan Basri.  


    Dikatakan Yance, pihaknya bersama Tim Hukum 02, pada Selasa (5/11) telah melaporkan sejumlah Kades di Tapanuli Selatan ke Bawaslu Sumut karena di dalam video tersebut beberapa Kades terlihat berpihak kepada Paslon 01, Bobby-Surya.

    Yance menyebutkan, Tim Hukum 02 telah menyerahkan bukti video Kades yang mendeklarasikan diri mereka mendukung Paslon 01 kepada pihak Bawaslu Sumut.

    “Laporan kami ini merupakan salah satu langkah yang nyata dari pihaknya untuk menegakkan demokrasi yang bersih dan adil. Dan kami ingin proses Pilgub di Sumut ini dapat berjalan dengan jujur dan fair,” ujar Yance.

    Pihaknya berharap, Bawaslu bisa memproses laporan tersebut dengan fair, sebagaimana yang terjadi seperti di Jawa Tengah. 

    “Kami meminta agar Bawaslu dapat menindak tegas Kades tersebut. Ini merupakan satu pelanggaran yang jelas dan nyata, Bawaslu harus bertindak untuk menprosesnya,” tegasnya.

    Dia juga menjelaskan, deklarasi dukungan yang ada di dalam video tersebur sudah viral. 

    “Kita dapatkan hari Senin, sekitar Pukul 11.00. Kita dapatkan dalam satu pertemuan di kantor, dimana dalam video itu disebutkan para Kepala Desa Se-Kecamatan Sayur Matinggi, Tapsel, bersama jajarannya mendukung Pasangan 01 Bobby-Surya,” ujarnya.

    Sedang Ditelusuri

    Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Utara, M. Aswin Diapari Lubis, membenarkan adanya laporan dari tim hukum Paslon 02 Edy-Hasan dan menyebutkan laporan yang disampaikan tersebut sudah diterima pihaknya dan sedang ditelusuri dengan berkordinasi dengan Bawaslu di Tapsel.

    “Kami telah memerintahkan Bawaslu Tapanuli Selatan untuk memastikan kebenaran status dari aparatur desa dan pihak-pihak seperti yang ada dalam video tersebut,” ungkap Aswin.

    Aswin juga menegaskan bahwa Bawaslu akan memproses seluruh Laporan Pengaduan, baik dari Paslon 01 maupun Paslon dari 02. Pihaknya akan serius menyikapi, memeriksa laporan yang masuk secara profesional dan objektif, tanpa adanya diskriminasi terhadap paslon manapun. 

    “Jika laporan yang kita terima telah memenuhi syarat formil dan materil, maka laporan akan kita tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan,” ujarnya. (ril)

    Video dukungan sejumlah Kades di Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, terhadap Paslon 01

  • Percepat Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktur BPODT Tinjau Langsung Pelaksanaan Vaksin di Parapat

    Percepat Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktur BPODT Tinjau Langsung Pelaksanaan Vaksin di Parapat

    Simalungun- Pandemi Covid-19 yang berdampak ke semua sektor, termasuk dunia pariwisata dan ekonomi kreatif, BPODT melaksanakan percepatan Vaksinasi kepada masyarakat untuk mendorong pemulihan di sektor ini, di Ruang Terbuka Publik (RTP) Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, Rabu (23/3/2022)
    Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menyelenggarakan vaksinasi dosis pertama, kedua dan ketiga bagi masyarakat umum. Vaksinasi yang dilaksanakan agar dapat meyakinkan berbagai pihak bahwa pariwisata Danau Toba siap bangkit dan kembali menjadi sektor andalan.
    Adapun para peserta yang hadir dalam vaksinasi ini sekitar 200 orang. Terdapat 3 jenis vaksin yang digunakan dalam vaksinasi tersebut, yaitu Vaksin Sinovac (umur 6-11 tahun), Pfizer dan Astrazeneca (umur 18-lansia). Masyarakat sangat antusias terhadap vaksinasi ini, karena para peserta vaksinasi langsung datang ketika mengetahui ada vaksinasi di gelar di Ruang Terbuka Publik (RTP) Parapat.
     
    Jimmy Bernando Panjaitan meninjau langsung kegiatan vaksinasi ini di Ruang Terbuka Publik Parapat dan mengatakan Kegiatan Vaksinasi ini seharusnya dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam rangkaian kunjungan kegiatan di Kawasan Danau Toba, karena Menteri Parawisata dan Ekonomi Kreatif sangat serius dengan vaksinasi Herd Imunity ini untuk kesiapan kebangkitan Pariwisata, tetapi berhubung mendadak dipanggil oleh Presiden sehingga tidak bisa hadir dalam kegiatan vaksinasi ini. 
    “Tentunya Pariwisata ditengah pandemi ini harus siap dengan Herd Immunity. Yang paling penting dalam pariwisata ada 2 hal, yaitu : Keamanan dan Kebersihan, Keamanan ini termasuk Keamanan Kesehatan, apabila ada ancaman virus, pengunjung pun tidak mau datang berkunjung. Sasaran vaksinasi ini untuk Masyarakat umum khususnya untuk Pelaku Ekonomi Kreatif di sekitar Parapat, kami berharap seluruh masyarakat di Kawasan Danau Toba sudah ditahap Booster. Harapannya ke depan, masyarakat tetap taat pada protkes meskipun sudah vaksinasi,” ujar Jimmy.
    Adapun yang hadir dalam vaksinasi ini adalah AKBP Nicolas Dedy Arifianto, Kapolres Simalungun, perwakilan dari Kodim 0207/Simalungun dan Muhammad Fikri Damanik, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simalungun.
  • Tebingtinggi Bisa Langsung ke Binjai Via Tol, Hiras: Macet Kota Medan Akan Berkurang

    Tebingtinggi Bisa Langsung ke Binjai Via Tol, Hiras: Macet Kota Medan Akan Berkurang

    Jalan Tol Binjai-Medan-Kualanamu-Tebingtinggi telah tersambung dan beroperasi.

    TEBINGTINGGI (Kliik.id) – Jalan Tol Binjai-Medan-Kualanamu-Tebingtinggi telah tersambung. Mulai hari ini, Kamis (11/3/2021), jalan tol tersebut telah beroperasi.

    Dengan beroperasinya jalan tol ini, pengendara dari Kota Binjai sudah bisa tembus ke Marelan, Mabar, Bandar Selamat, Tanjung Morawa, Kualanamu, Lubuk Pakam, Sei Rampah hingga Kota Tebingtinggi. Pengendara tidak perlu keluar ke ruas jalan Kota Medan lagi.
    Warga Kota Tebingtinggi Hiras Gumanti menilai adanya jalan tol ini sangat membantu pelaku bisnis dan lainnya.
    Selain itu, menurut Hiras, jalan tol Binjai-Tebingtinggi ini akan mengurangi kemacetan di ibukota Sumatera Utara yakni Kota Medan.
    “Hampir setiap hari, pelaku bisnis atau masyarakat yang mempunyai urusan penting melewati tol. Sebelum ada jalan tol yang tembus langsung ke Binjai, biasanya masyarakat yang hendak menuju ke Aceh melalui Binjai dan Langkat, pasti keluar di Kota Medan dan kembali masuk ke gerbang tol Helvetia. Pada saat di Medan pasti macet kali, terutama di Kampung Lalang. Kalau dia melalui tol Mabar, pasti kena macet di Brayan dan Titi Papan. Adanya jalan tol Binjai langsung tembus ke Tebingtinggi juga dapat mengurangi kemacetan di Kota Medan,” ujar Hiras kepada Kliik.id, Kamis (11/3/2021).
    Pensiunan perkebunan BUMN ini menjelaskan, segala macam urusan yang dirinya atau masyarakat lainnya lakukan pasti akan terasa sangat mudah dan tak memakan waktu yang lama dengan adanya jalan tol.
    “Sekarang ini sangat mudah, setengah hari sudah selesai kalau ke Medan. Dulu bisa sampai satu harian. Dulu perjalanan ke Medan aja memakan waktu 2,5 jam. Sekarang hanya 50 menit. Apalagi ini sudah sampai Binjai, urusan ke arah Langkat dan Aceh pasti cepat,” kata Hiras.
    Terkait harga jalan tol, Hiras menilai sebanding dengan urusan bisnis ataupun usaha lain yang dikerjakan.
    “Menurut saya ya sebanding dengan urusan yang dikerjakan. Efektif waktunya kan sesuai, karena waktu adalah uang. Dengan efektifnya waktu, otomatis ekonomi akan berkembang,” katanya.
    Sebelumnya diberitakan, jalan tol Marelan-Tanjung Mulia sepanjang 4 kilometer resmi dioperasikan oleh PT Hutama Karya, hari ini, Kamis (11/3/2021).
    Peresmian beroperasinya tol tersebut ditandai dengan dibukanya barrier pembatas jalan oleh perwakilan dari PT Hutama Karya, PT Jasa Marga dan lainnya.
    Dengan beroperasinya Tol Marelan-Tanjung Mulia ini, maka pengguna jalan dari tol Binjai yang akan menuju Belmera (Belawan, Medan, dan Tanjungmorawa), Kualanamu sampai Tebingtinggi bisa melintas langsung tanpa harus keluar tol. 
    “Jalan tol Medan-Binjai sudah bersambungan dengan jalan tol Belmera ya. Jadi sesuai dengan pengoperasiannya, semua sudah terintegrasi, semua sudah lengkap peralatannya. Sehingga pengguna jalan Medan-Binjai sudah bisa menyambung dengan tol Belmera,” ujar Pimpinan Proyek Jalan Tol Medan-Binjai Hutama Karya, Hestu Budi Husodo dilansir Kamis (11/3/2021).
    Di samping itu, dengan terintegrasinya jalan tol Marelan-Tanjung Mulia maka, pengguna jalan bisa terhindar dari kemacetan lalu lintas yang ada di ruas jalanan Kota Medan.
    Sebab sebelum terintegrasi tol Marelan-Tanjung Mulia, praktis pengguna jalan yang masuk dari tol Binjai harus keluar dari gerbang tol Helvetia untuk melanjutkan perjalanan mereka.
    “Pengoperasian ruas jalan tol ini, sangat menjadi kunci dari lalu lintas yang dari Binjai menuju ke Tebingtinggi, Kualanamu maupun Belawan,” ungkapnya.
    Hestu memprediksi, setelah tol Marelan-Tanjung Mulia beroperasi akan terjadi peningkatan volume kendaraan yang melintas sebesar 10-15 persen dari sebelumnya.
    “Peningkatan mungkin ada sampai 10 sampai 15 persen dari biasanya. Karena biasanya tak bisa langsung ke arah Tebingtinggi. Ini sudah bisa ke arah Tebingtinggi,” katanya. (Redaksi)
  • HORE..! Jalan Tol Binjai-Medan-Kualanamu-Tebingtinggi Beroperasi, Ini Tarif Lengkapnya

    HORE..! Jalan Tol Binjai-Medan-Kualanamu-Tebingtinggi Beroperasi, Ini Tarif Lengkapnya

    Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Medan-Binjai Seksi 1 Segmen Junction Tanjung Mulia-Marelan beroperasi mulai besok, Kamis (11/3/2021). 
    MEDAN (Kliik.id) – Jalan Tol Medan-Binjai Seksi 1 yakni Tanjung Mulia-Marelan-Helvetia akan resmi dioperasikan mulai besok, Kamis (11/3/2021) pukul 07.00 WIB.
    Jalan Tol Tanjung Mulia-Marelan tercatat sepanjang 4,2 kilometer, dan baru mendapat izin dari Menteri PUPR untuk segera dioperasikan.
    Sebelumnya jalan tol ini telah dioperasikan secara fungsional dalam rangka pelayanan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

    Adapun Jalan Tol Marelan–Helvetia sepanjang 2,75 kilometer telah lebih dulu dioperasikan sejak 6 Mei 2019.

    “Setelah kami mengantongi izin pengoperasian dari Menteri PUPR barulah kami secara resmi membuka untuk umum Jalan Tol Medan-Binjai Seksi 1 Segmen Junction Tanjung Mulia-Marelan ini,” kata Executive Vice President (EVP) Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol (OPJT) Hutama Karya, J Aries Dewantoro, dilansir dari Tribun Medan, Rabu (10/3/2021).
    Aries menyampaikan saat ini, Jalan Tol Tanjung Mulia-Marelan masih belum dikenakan tarif.

    Sedangkan untuk segmen Marelan-Helvetia sudah dikenakan tarif sesuai Keputusan Menteri PUPR Nomor 429/KPTS/M/2019.

    “Kami berharap dengan dioperasikan Segmen Junction Tanjung Mulia-Marelan dapat mempermudah akses pengguna jalan tol yang ingin melintas di Jalan Tol Medan-Binjai,” katanya.
    Aries juga menambahkan Hutama Karya menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar dapat mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, serta memastikan kecukupan saldo UE sebelum melintas di jalan tol.
    “Apabila pengguna jalan lupa untuk mengisi saldo UE dapat menggunakan aplikasi HK Toll Apps yang dimiliki oleh Hutama Karya, di mana di dalamnya terdapat fitur Cek Saldo UE dan juga dapat melakukan Top up saldo UE. Serta melaporkan ke Call Centre masing-masing Cabang Tol apabila terjadi tindak kejahatan yang ada di jalan tol,” ungkapnya.
    Berikut biaya tarif Jalan Tol Binjai-Medan-Tebingtinggi:
    Tarif Tol Golongan I
    Binjai-Semayang Rp 4000
    Binjai-Helvetia Rp 10.500
    Binjai-Marelan Rp 13.000
    Binjai-Belawan Rp 17.000
    Binjai-Mabar Rp 16.000
    Binjai-Tanjung Mulia Rp 13.000
    Binjai-Haji Anif Rp 14.000
    Binjai-Bandar Selamat Rp 16.000 
    Binjai-Amplas Rp 17.000
    Binjai-Tanjung Morawa Rp 18.500
    Binjai-Kualanamu Rp 36.000
    Binjai-Kemiri Rp 32.500
    Binjai-Lubuk Pakam Rp 34.000 
    Binjai-Perbaungan Rp 46.000
    Binjai-Teluk Mengkudu Rp 55.500
    Binjai-Sei Rampah Rp 63.000
    Binjai-Tebingtinggi Rp 72.000
    Tarif Tol Golongan II
    Binjai-Semayang Rp 6.500
    Binjai-Helvetia Rp 15.500
    Binjai-Marelan Rp 19.000
    Binjai-Belawan Rp 27.000
    Binjai-Mabar Rp 24.500
    Binjai-Tanjung Mulia Rp 19.500
    Binjai-Haji Anif Rp 21.500
    Binjai-Bandar Selamat Rp 24.500
    Binjai-Amplas Rp 27.000
    Binjai-Tanjung Morawa Rp 29.500
    Binjai-Kualanamu Rp 55.500
    Binjai-Kemiri Rp 50.000
    Binjai-Lubuk Pakam Rp 52.500
    Binjai-Perbaungan Rp 70.500
    Binjai-Teluk Mengkudu Rp 85.000
    Binjai-Sei Rampah Rp 96.500
    Binjai-Tebingtinggi Rp 110.000
    Tarif Tol Golongan III
    Binjai-Semayang Rp 6.500
    Binjai-Helvetia Rp 15.500
    Binjai-Marelan Rp 19.000
    Binjai-Belawan Rp 27.000
    Binjai-Mabar Rp 24.500
    Binjai-Tanjung Mulia Rp 19.500
    Binjai-Haji Anif Rp 21.500
    Binjai-Bandar Selamat Rp 24.500
    Binjai-Amplas Rp 27.000
    Binjai-Tanjung Morawa Rp 29.500
    Binjai-Kualanamu Rp 55.500
    Binjai-Kemiri Rp 50.000
    Binjai-Lubuk Pakam Rp 52.500
    Binjai-Perbaungan Rp 70.500
    Binjai-Teluk Mengkudu Rp 85.000
    Binjai-Sei Rampah Rp 96.500
    Binjai-Tebingtinggi Rp 110.000
    Tarif Tol Golongan IV
    Binjai-Semayang Rp 8.500
    Binjai-Helvetia Rp 20.500
    Binjai-Marelan Rp 26.000
    Binjai-Belawan Rp 37.000
    Binjai-Mabar Rp 33.000
    Binjai-Tanjung Mulia Rp 26.000
    Binjai-Haji Anif Rp 28.500
    Binjai-Bandar Selamat Rp 33.000
    Binjai-Amplas Rp 37.000
    Binjai-Tanjung Morawa Rp 40.500
    Binjai-Kualanamu Rp 75.500
    Binjai-Kemiri Rp 68.000
    Binjai-Lubuk Pakam Rp 71.000
    Binjai-Perbaungan Rp 95.500
    Binjai-Teluk Mengkudu Rp 114.000
    Binjai-Sei Rampah Rp 129.500
    Binjai-Tebingtinggi Rp 147.500
    Tarif Tol Golongan V
    Binjai-Semayang Rp 8.500
    Binjai-Helvetia Rp 20.500
    Binjai-Marelan Rp 26.000
    Binjai-Belawan Rp 37.000
    Binjai-Mabar Rp 33.000
    Binjai-Tanjung Mulia Rp 26.000
    Binjai-Haji Anif Rp 28.500
    Binjai-Bandar Selamat Rp 33.000
    Binjai-Amplas Rp 37.000
    Binjai-Tanjung Morawa Rp 40.500
    Binjai-Kualanamu Rp 75.500
    Binjai-Kemiri Rp 68.000
    Binjai-Lubuk Pakam Rp 71.000
    Binjai-Perbaungan Rp 95.500
    Binjai-Teluk Mengkudu Rp 114.000
    Binjai-Sei Rampah Rp 129.500
    Binjai-Tebingtinggi Rp 147.500.
    (Rls)
  • Sanusi Pane Layak Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

    Sanusi Pane Layak Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

    Sekdaprov Sumut R Sabrina memukul gong penanda dibukanya seminar nasional.
    MEDAN (Kliik.id) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menilai Sanusi Pane sangat layak diusulkan menjadi Pahlawan Nasional dari Sumut. Karena jasa besarnya ikut mempelopori proses lahir dan berkembangnya Bahasa Persatuan, yaktu Bahasa Indonesia.
    Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut R Sabrina saat membuka acara Seminar Nasional ‘Sang Penggerak Bahasa Persatuan Indonesia, Mengusung Sanusi Pane Menjadi Pahlawan Nasional’, di Hotel Le Polonia Medan, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (23/2/2021).
    “Sanusi Pane adalah tokoh kelahiran Muara Sipongi, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang sangat layak diusulkan sebagai Pahlawan Nasional,” ujar Sabrina, dalam sambutannya.
    Menurut Sabrina, kepeloporan dalam gerakan menggagas kelahiran Bahasa Persatuan Indonesia pada tahun 1926 dan gerakan menggagas pendirian lembaga kebahasaan ‘Institut Bahasa Indonesia’ pada tahun 1938 perlu menjadi pertimbangan utama dalam mengusung kepahlawanan Sanusi Pane.
    Pengusulan Sanusi Pane sebagai Pahlawan Nasional, juga merupakan salah satu upaya untuk mengenang jasa dan karya besarnya, yang menginspirasi dan juga mengkonstruksi persatuan bangsa Indonesia.
    “Sanusi Pane merupakan salah satu tokoh penggerak bahasa persatuan, yakni Bahasa Indonesia. Pada tatanan histori, peran Sumut begitu besar dalam membentuk NKRI, khususnya dalam hal kebahasaan, tokoh-tokoh sentral dari Sumut cukup berperan aktif,” ujarnya.
    Disampaikan juga, nama Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dimunculkan Sanusi Pane yang mewakili Djong Batak pada Kongres I Pemuda tahun 1926. Dalam kongres tersebut, Sanusi Pane yang pertama sekali menggerakan usulan menetapkan Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia.
    “Gerakan tersebut merupakan tonggak awal ditetapkanya Bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan, yang kemudian kita kenal dengan Bahasa Indonesia, yang kemudian dikukuhkan pada ikrar Sumpah Pemuda pada tahun 1928,” tambah Sabrina.
    Pada tahun 1938 Sanusi Pane mendirikan Institut Bahasa Indonesia. Lembaga kebahasaan yang digagasnya itu pun terus berkembang, baik di pusat dan daerah.
    “Kini penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah serta sastra daerah pun telah diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 8 Tahun 2017 tentang Pengutamaan Bahasa Indonesia dan Perlindungan Bahasa Daerah dan Sastra Daerah,” jelasnya.
    Pemukulan gong oleh Sekdaprov Sumut Sabrina menjadi penanda dibukanya secara resmi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Sumatera Utara (BBSU) tersebut.
    Sebelum meninggalkan lokasi acara, Sabrina juga menandatangani gambar sampul buku Cerita Rakyat Sumut, yang dibuat dalam tiga bahasa yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Asing dan Bahasa Daerah, yang resmi diluncurkan pada hari yang sama.
    Direktur Kepahlawanan Keperintisan Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial Kemensos Joko Irianto yang mengikuti seminar secara virtual mengatakan bahwa berkas usulan pemberian gelar pahlawan paling lama diterima pada minggu kedua bulan April tahun 2021.
    “Bagi pengusul yang akan melaksanakan seminar nasional, kami imbau agar menggunakan video conference, karena kita tidak bisa menunggu hingga pandemi selesai,” ujarnya.
    Joko menjelaskan, usulan calon Pahlawan Nasional harus diusulkan masyarakat yang bersangkutan kepada bupati/walikota setempat. Bupati/Walikota mengajukan usulan tersebut kepada Gubernur, melalui instansi sosial provinsi setempat.
    “Baru instansi sosial provinsi menyerahkan usulan Calon Pahlawan Nasional yang bersangkutan tersebut kepada Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) untuk diadakan penelitian dan pengkajian (melalui Proses seminar, Diskusi maupun Sarasehan),” ujarnya.
    Sementara itu, Kepala BBSU Maryanto mengatakan, bahwa seminar nasional tersebut diikuti sekitar 400 orang secara online dan 50 peserta yang datang langsung, serta empat orang pembicara kunci, tujuh orang pembicara khusus, serta 22 orang pemakalah yang sudah diseleksi.
    “Atas jasa Sanusi Pane kita saat ini bisa menggunakan bahasa persatuan yakni Bahasa Indonesia, pada kesempatan ini saya juga meminta dukungan kepada bapak/ibu yang berhadir untuk mendukung pengusulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Sanusi Pane,” ungkapnya. (Rls)
  • Polda Sumut Bantah Penyidik Polsek Tamora Minta Uang Damai dalam Kasus Pencurian Hp

    Polda Sumut Bantah Penyidik Polsek Tamora Minta Uang Damai dalam Kasus Pencurian Hp

    Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi
    DELISERDANG (Kliik.id) – Dugaan kasus pencurian Hp di Mal Suzuya, Tanjung Morawa (Tamora), Deliserdang, beberapa waktu lalu, hingga kini masih berproses.
    Kasus yang ditangani Polsek Tamora ini sudah dilimpahkan ke Kejari Deliserdang untuk disidangkan di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam.
    Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, mengatakan bahwa kasus pencurian hp ini dilaporkan oleh korban bernama Jefri Sembiring ke Polsek Tamora.
    “Dalam perkara ini, Polsek Tanjung Morawa mengamankan pasangan suami istri bernama SN (26) dan MF (25), warga Jalan Rahmadsyah, Gang Sekolah, Medan Area. Saat ini berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejari Deliserdang, penyidik menunggu proses P-21 dan pelimpahan tersangka serta barang bukti,” ujar Hadi dalam keterangannya, Minggu (31/1/2021).
    Dari hasil penyelidikan, kata Hadi, pihaknya menjelaskan, setelah mengambil hp milik korban berselang hanya empat menit pasangan suami istri (pelaku) langsung meninggalkan Mal Suzuya.
    “Hal ini dibuktikan berdasarkan rekaman CCTV yang berada di dalam Mal Suzuya. Jadi, tidak benar kalau pasangan suami istri itu menunggu hingga larut malam agar pemilik (korban) handphone datang menemui untuk mengambil kembali barang miliknya,” ungkapnya.
    Berdasarkan keterangan pihak Mal Suzuya, pihak Suzuya telah mengumumkan beberapa kali kalau ada orang yang kehilangan hp.
    Tidak hanya itu, Hadi juga menyoroti tudingan kalau dalam kasus dugaan pencurian hp ini, pihak Polsek Tamora meminta uang kepada pelaku untuk proses perdamaian.
    “Tidak benar kalau penyidik meminta uang kepada pelaku untuk proses perdamaian. Bahkan, penyidik telah menangguhkan penahanan terhadap pasangan suami istri yang melakukan pencurian handphone tersebut,” katanya. (Rls)
  • Aktivitas Bongkar Muat Pelabuhan Kuala Tanjung Meningkat, Siap Terima Investor

    Aktivitas Bongkar Muat Pelabuhan Kuala Tanjung Meningkat, Siap Terima Investor

    Pelabuhan Kuala Tanjung

    MEDAN (Kliik.id) – Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumut, yang dikelola anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 meningkat dengan semakin banyaknya kunjungan kapal serta aktivitas bongkar muat peti kemas, curah cair, dan general cargo.

    Sampai dengan September 2020, Pelabuhan Kuala Tanjung melakukan bongkar muat peti kemas sebanyak 34.857 box, tumbuh 52,41 persen dari realisasi tahun 2019 yang sebesar 22.870 box.
    Dalam satuan TEUs, realisasi bongkar muat peti kemas sampai dengan September 2020 sebesar 36.775 TEUs, naik 53,63 persen dari realisasi tahun 2019 sebesar 23.937 TEUs.
    Kenaikan throughput ini diikuti juga dengan kenaikan bongkar realisasi bongkar muat curah cair sampai dengan September 2020 mencapai 252.597 Ton, tumbuh lebih dari dua kali lipat dari realisasi tahun 2019 yang sebesar 102.200 Ton.
    Realisasi bongkar muat general cargo sampai dengan September 2020 sebesar 54.879 Ton, tumbuh signifikan dari pencapaian tahun 2019 yang mencapai 16.970 Ton.
    Pelabuhan Kuala Tanjung mencatat tren pertumbuhan yang positif yang menandakan respon baik dan positif dari pasar.
    Pelindo 1 didukung dan mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, operasional terintegrasi dengan KEK Sei Mangkei yang dikelola PTPN 3 melalui anak perusahaannya.
    Peningkatan konektivitas antara pelabuhan, kereta api, dan jalan tol akan menjadi motor untuk penguat kemajuan operasional Pelabuhan Kuala Tanjung.
    “Pelindo 1 siap menerima investor untuk bekerjasama dan mendukung kegiatan investasi di Sumatera, khususnya Kuala Tanjung. Saat ini, kami terus melakukan koordinasi dan penjajakan kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan Kuala Tanjung,” ujar Direktur Utama Pelindo 1, Dani Rusli Utama saat menerima kunjungan kerja Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) ke Kuala Tanjung Port & Industrial Estate dan Belawan, Jumat (9/10/2020).
    Kunjungan kerja Kemenkomarves ini dihadiri oleh Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi kemenkomarves Ayodhia G.L. Kalake, Penasehat Kemenkomarves Bidang Pertahanan dan Keamanan Marsetio, Staf Ahli Bidang Konektivitas Sahat Panggabean, serta tim delegasi Kemenkomarves yang didampingi Direktur Utama Pelindo 1 Dani Rusli Utama, Komisaris Pelindo 1 Ahmad Perwira Mulia Tarigan, Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Prasetyo, Direktur Operasional dan Komersial Ridwan Sani Siregar, dan Direktur SDM dan Umum Henry Naldi.
    Dani Rusli Utama memaparkan bahwa pada tahap I rencana pengembangan kawasan industri Kuala Tanjung akan dikembangkan selama tiga tahun (2020-2022) sesuai dengan Penetapan Lokasi (Penlok) yang diperoleh Pelindo 1 dari Pemerintah Kabupaten Batubara seluas 1.128 hektar.
    “Untuk itulah, kami mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah, mulai dari percepatan pengadaan tanah, aspek pendanaan, maupun perizinan kawasan industri di Kuala Tanjung,” terang Dani.
    Pelindo 1 mengharapkan dukungan untuk pengembangan Kuala Tanjung Industrial Estate, antara lain kemudahan memperoleh izin bagi investor untuk memulai, menjalankan, dan mengembangkan bisnisnya kemudahan pengelolaan pasokan energi, air, telekomunikasi dan limbah.
    Ketersediaan dan kualitas prasarana transportasi dan kebijakan tarif kompetitif dalam penyediaan listrik dan gas bagi tenant. Di samping itu, diperlukan pula kebijakan investasi pembangunan kilang minyak di Kuala Tanjung Industrial Estate.
    Kemenkomarves mendukung percepatan pengembangan Kuala Tanjung yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) dan juga akan dijadikan hubungan internasional.
    Potensi Kuala Tanjung sangat besar yang bisa dilihat dari kemajuan angka trafiknya, sudah banyak kapal yang memanfaatkan operasional Pelabuhan Kuala Tanjung.
    Kemenkomarves membantu akselerasi pengembangannya dan melakukan mapping hambatan yang dihadapi untuk dapat membantu mencarikan jalan keluarnya.
    “Kemajuan proyek ini juga tergantung dari konektivitas, akses jalan dan kereta api yang harus mendukungnya. Apabila semua infrastrukturnya selesai maka operasional Kuala Tanjung juga akan optimal,” ujar Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenkomarves, Ayodhia G.L. Kalake. (San)