Blog

  • KMD Dorong Duet Moeldoko-Ibas Pimpin PD, Abaikan Hasil Survei

    KMD Dorong Duet Moeldoko-Ibas Pimpin PD, Abaikan Hasil Survei

    Kader Muda Demokrat (Foto: detikcom)
    JAKARTA (Kliik.id) – Kader Muda Demokrat (KMD) mendorong nama Jenderal Purn Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat didampingi Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen).
    Usulan itu diajukan meski mengesampingkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menunjukkan Moeldoko memiliki elektabilitas rendah di Pilpres 2024.
    “Apa alasannya? Karena kita anggap beliau (Moeldoko) lebih egaliter, lebih humanis, memiliki strong leadership. Kepemimpinan kuat itu secara intelektualitas, kuat secara emosionalitas, dan kuat secara spritualitas,” ujar Ketua Umum DPP Kader Muda Demokrat Aswin Ali Nasution di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/2/2021).
    Kemudian, Aswin juga menanggapi ihwal kecilnya persentase elektabilitas Moeldoko terkait Pilpres 2024 di salah satu hasil survei. Menurut dia, setelah diadakan KLB Partai Demokrat, hasil survei itu akan berubah.
    “Hasil survei yang keluar hari ini itu kan hasil survei sebelum kita melakukan KLB, sebelum Partai Demokrat Reborn (setelah KLB) dan melahirkan kepemimpinan serta kepengurusan baru ke depannya,” ucapnya.
    “Artinya (hasil survei) tidak bisa menjadi sebuah patokan. Mungkin dengan KLB nanti hasilnya jauh lebih baik,” Aswin menambahkan.
    Selain itu, Aswin menjelaskan ihwal mencuatnya nama Ibas sebagai pendamping Moeldoko. Dia berujar Ibas telah melalui proses kaderisasi yang ada di lingkup internal partai.
    “Kita melihat ada proses regenerasi yang berjalan, harus ada proses regenerasi yang berjalan di partai. Alasan kita memilih Mas Ibas (karena) telah melakukan proses kaderisasi, beliau dari bawah. Bahkan pernah bersama KMD, dan sering berdiskusi serta interaksi,” tutur dia.
    Diketahui, dalam rilis yang disiarkan di YouTube Lembaga Survei Indonesia, Senin (22/2/2021), nama Moeldoko berada di posisi terbawah terkait Pilpres 2024.
    Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden sebagai sampel basis. Margin of error dari ukuran sampel adalah +/- 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95%.
    Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Survei dilaksanakan pada 25-31 Januari 2021.
    Hasil surveinya ialah:
    1. Prabowo Subianto: 22,5%
    2. Ganjar Pranowo: 10,6%
    3. Anies Baswedan: 10,2%
    4. Ahok: 7,2%
    5. Sandiaga Uno: 6,9%
    6. Tri Rismaharini: 5,5%
    7. Ridwan Kamil: 5,0%
    8. AHY: 4,8%
    9. Susi Pudjiastuti: 2,3%
    10. Ustadz Abdul Somad: 2,0%
    11. Gatot Nurmantyo: 2,0%
    12. Khofifah Indar Parawansa: 1,8%
    13. Ma’ruf Amin: 1,1%
    14. Mahfud Md: 0,9%
    15. Hary Tanoe: 0,8 persen
    16. Surya Paloh: 0,7%
    17. Rizieq Shihab: 0,7%
    18. Erick Thohir: 0,6%
    19. Sri Mulyani: 0,5%
    20. Airlangga Hartarto: 0,3%
    21. Muhaimin Iskandar: 0,2%
    22. Puan Maharani: 0,1%
    23. Budi Gunawan: 0,1%
    24. Tito Karnavian: 0,1%
    25. Suharso Monoarfa: 0,1%
    26. Ahmad Syaikhu: 0,1%
    27. Zulkifli Hasan: 0,0%
    28. Moeldoko: 0,0%
    29. Grace Natalie: 0,0%
    Lainnya: 2,4%
    Tidak tahu/rahasia: 10,4%
    (Detik)
  • Bripka CS Penembak Anggota TNI AD dan Warga Dijerat Pasal Pembunuhan

    Bripka CS Penembak Anggota TNI AD dan Warga Dijerat Pasal Pembunuhan

    Polda Metro Jaya merilis penembakan di Cengkareng oleh oknum polisi. (Foto: detikcom)
    JAKARTA (Kliik.id) – Bripka CS ditetapkan sebagai tersangka terkait insiden penembakan di RM Cafe, Cengkareng, Jakbar, yang menewaskan 3 orang itu. Atas perbuatannya, Bripka CS dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.
    “Kepada pelaku pagi ini dilakukan pemeriksaan maraton, olah TKP, sehingga sudah didapatkan dua bukti untuk diproses secara pidana. Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan Pasal 338 KUHP (pasal pembunuhan),” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/2/2021).
    Aksi penembakan tersangka terjadi dini hari tadi sekitar pukul 04.00 WIB di RM Cafe, Cengkareng, Jakarta Barat. Selain tiga orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka dan menjalani perawatan di rumah sakit.

    Pelaku diketahui merupakan anggota Polsek Kalideres, Jakarta Barat.

    Fadil Imran selaku Kapolda Metro Jaya pun telah menyampaikan permohonan maaf atas tindakan brutal yang dilakukan bawahannya tersebut.

    Salah satu korban tewas, yakni Praka MKRS, anggota Kostrad.

    Atas kejadian ini, Fadil Imran juga mengatakan akan berkoordinasi dengan Pangkostrad.
    “Sebagai Kapolda Metro, saya sebagai atasan tersangka menyampaikan maaf kepada masyarakat dan keluarga korban dan kepada TNI AD, belasungkawa saya yang mendalam atas kejadian ini. Kami akan menindak pelaku dengan tegas dan kan melakukan penegakan hukum yang berkeadilan,” ungkap mantan Kapolda Jatim ini.
    Selain dijerat secara hukum pidana, Fadil Imran menambahkan tersangka Bripka CS akan diproses secara internal Polri. Fadil memastikan pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku sampai dipecat dari Polri.
    Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa angkat bicara soal penembakan oleh oknum polisi berinisial Bripka CS di sebuah kafe di Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar), yang menewaskan satu prajurit TNI AD.
    Andika mempercayakan proses hukum sesuai mekanisme peradilan umum yang berlaku.
    “Pertama, TNI AD mempercayakan proses hukum terhadap pelaku penembakan kepada mekanisme peradilan umum,” kata Andika lewat pesan singkat kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).
    Andika meyakini pengadilan akan menjatuhkan hukuman setimpal pada Bripka CS.
    “Kedua, dan TNI AD yakin proses peradilan umum akan memberikan hukuman kepada pelaku sesuai tindak pidananya,” sambung Andika. (Detik)
  • Pimpin Sertijab, Kajati Sumut Minta Pejabat Optimalkan Pengawasan Anggaran Covid-19

    Pimpin Sertijab, Kajati Sumut Minta Pejabat Optimalkan Pengawasan Anggaran Covid-19

    Para Pejabat yang dilantik di Kejati Sumut
    MEDAN (Kliik.id) – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Ida Bagus Nyoman (IBN) Wiswantanu meminta kepada semua Asisten, Kajari dan Koordinator yang dilantik untuk tetap menjaga dan memperhatikan protokol kesehatan.
    Hal itu disampaikan Kajati pada acara pelantikan, pengambilan sumpah dan serah terima jabatan di lingkungan kerja Kejati Sumut yang digelar di Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution Medan, Kamis (25/2/2021). 
    “Terkait dengan penanganan Covid-19, agar senantiasa mengoptimalkan pengawasan dan pendampingan terhadap penggunaan anggaran penanganan Covid-19. Pastikan penggunaan anggaran diperuntukkan sesuai dengan yang telah ditetapkan dan tidak disalahgunakan,” kata IBN Wiswantanu.
    IBN Wiswantanu juga mengajak semua pejabat yang baru dilantik agar segera melakukan identifikasi, mempelajari, menguasai dan menyelesaikan berbagai persoalan di tempat penugasan baru.
    Pelantikan dan serah terima jabatan di lingkungan kerja Kejati Sumut adalah Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut dari Jacob Hendrik Pattipeilohy dapat promosi jadi Kajati Sulawesi Tengah kepada Agus Salim (sebelumnya Wakajati Papua), Aspidsus Agus Sahat ST Lumbangaol dapat promosi jadi Koordinator Pidsus Kejagung RI kepada M. Syarifuddin (sebelumnya ), Aspidum M Sunarto dapat promosi jadi Koordinator Bidang Intelijen Kejagung RI kepada Sugeng Riyanta (sebelumnya Kajari Jakarta Pusat), Aswas Didi Suhardi dapat promosi jadi Koordinator Bidang Intel Kejagung RI digantikan oleh Arif Priyagung.
    Kajari Binjai Andri Ridwan dapat promosi jadi Kepala Subdirektorat Penuntutan pada Direktorat Tindak Pidana Narkotika dan Zat Adiktif Lainnya Kejagung RI digantikan oleh M Husein Admadja.
    Kajari Sergai Paian Tumanggor dapat promosi jadi Kajari Lingga di Daik Lingga digantikan oleh Donny Haryono Setyawan, Kajari Toba Samosir Robinson Sitorus dapat promosi jadi Asbin di Kejati Riau digantikan oleh Baringin.
    Kajari Karo Denny Achmad dapat promosi jadi Kajari Indramayu digantikan oleh Fajar Syah Putra, Kajari Batubara Mulyadi Sajaen jadi Kajari Karanganyar digantikan oleh Amru Eryadi Siregar, Kajari Labusel Ketut Winawa dapat promosi jadi Aspidsus di Kejati Babel digantikan oleh Mhd Alinafiah Saragih, Kajari Langkat Dr Iwan Ginting dapat promosi jadi Aspidum Kejati Banten digantikan oleh Muttaqin Harahap.
    Lalu, Kajari Simalungun Gloria Sinuhaji dapat promosi jadi Aspidum Kejati Jambi digantikan oleh Bobbi Sandri, Kajari Padang Lawas Kristanti Yuni Purnawanti dapat promosi jadi Kajari Kulon Progo digantikan oleh Teuku Herizal, Kajari Taput Tatang Darni digantikan oleh Much Suryono dan Kajari Samosir Budhi Herman digantikan oleh Andika.
    Di tempat terpisah, Wakajati Sumut Agus Salim menyampaikan bahwa program kerja terdekat yang akan dilakukan adalah melanjutkan tugas-tugas pejabat sebelumnya.
    Acara pelantikan dan serah terima jabatan tetap mengedepankan protokol kesehatan dan dilanjutkan dengan kata-kata perpisahan dari pejabat lama. (Rls)
  • Anggota TNI AD Ditembak, Kodam Jaya Ingatkan Prajurit Tak Rusak Stabilitas

    Anggota TNI AD Ditembak, Kodam Jaya Ingatkan Prajurit Tak Rusak Stabilitas

     Lokasi penembakan di Cengkareng, Jakbar (Foto: detikcom)
    JAKARTA (Kliik.id) – Kodam Jaya memerintahkan prajurit TNI untuk tetap tenang setelah insiden penembakan di Cengkareng, Jakarta Barat. Kodam Jaya mengingatkan jangan sampai prajurit TNI merusak stabilitas DKI Jakarta.
    “Pangdam Jaya sudah memerintahkan Pomdam Jaya untuk mengawal pemeriksaan dan penyelidikan Polda agar masalah ini diselesaikan secara hukum yang berkeadilan. Pesan ini disampaikan agar satuan jajaran di bawah Kodam Jaya maupun yang ada di Jakarta tidak membuat isu-isu yang dapat merusak stabilitas keamanan di Ibu Kota,” kata Kapendam Jaya Letkol Arh Herwin BS di Polda Metro Jaya, Kamis (25/2/2021).
    Herwin menyampaikan pesan Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurrachman agar para prajurit TNI tidak terprovokasi. Sinergitas TNI-Polri diminta tetap dijaga.
    “Kemudian kedua, pesan Pangdam Jaya bahwa ke depan mungkin akan lebih diperketat patroli bersama Garnisun dan PMJ untuk mengurangi tindakan yang merugikan nama institusi AD pada khususnya. Mungkin ini yang kami sampaikan kepada rekan-rekan baik prajurit di lapangan agar tidak terjadi dinamika yang terprovokasi. Kita tetap mengharapkan sinergitas antara TNI-Polri,” ujar Herwin.
    Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri menuturkan kronologi kejadian penembakan di Cengkareng itu. Yusri menyebut insiden itu terjadi pukul 04.00 WIB tadi.
    Awalnya pukul 01.30 WIB, tersangka CS datang ke TKP. Dalam kafe tersebut, lanjut Yusri, juga disebutkan ada kegiatan minum-minum.
    “Pukul 04.00 WIB, karena kafe akan tutup, pada saat akan pembayaran, terjadi cekcok antara tersangka dan pegawai kafe tersebut,” jelas Yusri.
    Dalam kondisi mabuk, tersangka mengeluarkan senjata api dan melakukan penembakan terhadap empat orang. Tiga orang tewas, termasuk anggota TNI dan 1 lainnya terluka. (Detik)
  • Bobby-Aulia Besok Dilantik, Meryl Sampaikan Harapan Untuk Kota Medan

    Bobby-Aulia Besok Dilantik, Meryl Sampaikan Harapan Untuk Kota Medan

    Meryl Rouli Saragih bersama Bobby Nasution dan Aulia Rachman.
    MEDAN (Kliik.id) – Anggota Komisi A DPRD Sumatera Utara (Sumut) yang juga Kepala Sekreariat Bersama Relawan Kolaborasi Bobby-Aulia, Meryl Rouli Saragih menyampaikan selamat kepada Bobby-Aulia yang besok akan dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan.
    “Selamat atas pelantikan Bobby-Aulia menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan,” ujar Meryl dalam keterangan persnya, Kamis (25/2/2021).
    Meryl juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga Medan yang percaya dan memilih pasangan Bobby-Aulia dalam pilkada yang digelar pada Desember 2020 lalu.
    “Menjadi kebanggaan tesendiri, akhirnya calon yang diusung PDI perjuangan dan kader partai mampu memenangkan hati rakyat dengan demikian 3 pilar di kota Medan diharapkan bisa berkolaborasi dalam memajukan Kota Medan untuk melompat lebih tinggi,” ungkap Wakil Sekretaris DPD PDIP Sumut tersebut.
    Politisi yang dekat kalangan milenial tersebut juga menyampaikan bahwa Bobby-Aulia tidak mungkin bisa kerja sendiri maka dari itu perlu kolaborasi dan sinergitas seluruh elemen masyarakat.
    “Kita berharap ada harmonisasi antara warga medan dan pemerintah untuk memajukan kota Medan, sebab kemajuan hanya menjadi mimpi jika tidak melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk ambil bagian dan bergotong royong demi Medan tercinta,” kata Meryl yang merupakan Juru Bicara Tim Pemenangan Bobby-Aulia pada Pilkada Lalu.
    Selain itu, Meryl juga menyampaikan bahwa sudah saatnya anak muda mulai berkiprah di Kota Medan untuk memberikan kontribusinya untuk kemajuan Kota Medan.
    “Kalangan anak muda atau kalangan milenial tidak boleh diam atau didiamkan karena kalangan milenial memiliki potensi yang luar biasa jika mampu dikolaborasikan dengan elemen masyarakat lain dan tentu kita menginginkan Bobby-Aulia nantinya mampu mengkolaborasikan hal tersebut,” terang Meryl dengan semangat.
    Terakhir, Meryl melanjutkan bahwa ada pekerjaan rumah (PR) besar yang harus segera diselesaikan, misalnya masalah kebersihan, drainase yang buruk penyebabkan banjir, infrastruktur yang kurang baik, dan carut marutnya birokrasi di Pemko Medan.
    “Termasuk menekan penyebaran Covid-19 harus menjadi skala prioritas kebijakan kedepan,” pungkas Meryl. (Rls)
  • Prajuritnya Ditembak Oknum Polisi, KSAD: Percayakan pada Peradilan Umum

    Prajuritnya Ditembak Oknum Polisi, KSAD: Percayakan pada Peradilan Umum

    KSAD Jenderal Andika Perkasa (Foto: detikcom)
    JAKARTA (Kliik.id) – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa angkat bicara soal penembakan oleh oknum polisi berinisial Bripka CS di sebuah kafe di Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar), yang menewaskan satu prajurit TNI AD. Andika mempercayakan proses hukum sesuai mekanisme peradilan umum yang berlaku.
    “Pertama, TNI AD mempercayakan proses hukum terhadap pelaku penembakan kepada mekanisme peradilan umum,” kata Andika lewat pesan singkat kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).
    Andika meyakini pengadilan akan menjatuhkan hukuman setimpal pada Bripka CS.
    “Kedua, dan TNI AD yakin proses peradilan umum akan memberikan hukuman kepada pelaku sesuai tindak pidananya,” sambung Andika.
    Dalam kesempatan terpisah, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Achmad Riad mengatakan TNI menyerahkan penanganan kasus ini kepada Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya.
    “Itu sudah ditangani oleh Kodam Jaya dan Polda Metro,” ucap Achmad.
    Polda Metro Jaya mengungkap motif penembakan di Cengkareng yang dilakukan oknum polisi Bripka CS. Bripka CS diduga melakukan penembakan karena tidak terima ditagih uang minuman senilai Rp 3,3 juta.
    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkap insiden penembakan di Cengkareng terjadi saat RM Cafe hendak tutup pada pukul 04.30 WIB dini hari tadi.
    “Kronologis sekitar pukul 02.00 tersangka CS ke TKP yang merupakan kafe, lalu melakukan kegiatan minum-minum,” kata Kombes Yusri dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, siang tadi.
    Kemudian, menjelang kafe tutup, terjadi percekcokan antara CS dan kasir kafe.
    “Pukul 04.00 pada saat melakukan pembayaran, terjadi cekcok antara tersangka dan pegawai. Dengan kondisi mabuk saudara CS mengeluarkan senpi dan melakukan penembakan ke 4 korban. Tiga meninggal dunia dan satu dirawat di rumah sakit,” jelasnya.
    Saat ditanyakan apakah penembakan itu terjadi karena CS tidak terima ditagih uang minuman Rp 3,3 juta, Yusri kembali menjelaskan kronologi kejadian.
    “Iya tadi kan sudah saya bilang, masalah saat melakukan pembayaran terjadi cekcok karena tidak menerima sehingga pelaku mengeluarkan senjata api,” tuturnya. (Detik)
  • Dugaan Jual Beli Jabatan, Mantan Kakanwil Kemenag Sumut Ditahan Jaksa

    Dugaan Jual Beli Jabatan, Mantan Kakanwil Kemenag Sumut Ditahan Jaksa

    Kantor Kejatisu
    MEDAN (Kliik.id) – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menahan IZ, mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Sumatera Utara. IZ ditahan atas dugaan tindak pidana korupsi jual-beli jabatan.
    Selain menahan IZ, petugas menahan ZA, Plt Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
    “Iya, kemarin tim penyidik Kejati Sumut menahan dua tersangka yakni IZ, mantan Kakanwil Kemenag Sumut. Lalu, ZA, dia Plt Kepala Kantor Kemenag di Kabupaten Mandailing Natal,” ujar Kasipenkum Kejatisu, Sumanggar Siagian, ketika dikonfirmasi, Kamis (25/2/2021).
    Sumanggar mengatakan keduanya ditahan atas dugaan melakukan tindak pidana korupsi atas jual-beli jabatan pada 2019. Mereka ditahan sejak 23 Februari hingga 20 hari ke depan di rumah tahanan polisi (RTP) Polda Sumut.
    “Mereka itu dugaannya tindak pidana korupsi atas jual-beli jabatan Kemenag di Provinsi Sumatera Utara. Ditahan sejak tanggal 23 Februari 2021 dan kita telah menitipkan ke rumah tahanan polisi yang ada di Polda Sumut. Selama 20 hari ke depan,” ujar Sumanggar.
    Sumanggar menuturkan, sebelum ditahan, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka. Lalu, mereka dipanggil hingga kemudian ditahan.
    “Jadi mereka itu ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik. Setelah itu, mereka dipanggil untuk statusnya sebagai tersangka. Setelah mereka diperiksa, terus pertimbangan-pertimbangan penyidik, mereka langsung menahan,” ujar Sumanggar.
    “Keduanya disangkakan dengan Pasal 5 ayat 2 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tutupnya. (Rls)
  • Bripka CS Tak Terima Ditagih Minum Rp 3,3 Juta, Berujung Penembakan Maut

    Bripka CS Tak Terima Ditagih Minum Rp 3,3 Juta, Berujung Penembakan Maut

    Lokasi penembakan di Cengkareng, Jakbar, yang menewaskan 3 orang telah dipasangi garis polisi. (Foto: detikcom)
    JAKARTA (Kliik.id) – Polda Metro Jaya mengungkap motif penembakan di Cengkareng yang dilakukan oknum polisi Bripka CS. Bripka CS diduga melakukan penembakan karena tidak terima ditagih uang minuman senilai Rp 3,3 juta.
    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkap insiden penembakan di Cengkareng terjadi saat RM Cafe hendak tutup pada pukul 04.30 WIB dini hari tadi.
    “Kronologis sekitar pukul 02.00 tersangka CS ke TKP yang merupakan kafe, lalu melakukan kegiatan minum-minum,” kata Kombes Yusri dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/2/2021).
    Kemudian, menjelang kafe tutup, terjadi percekcokan antara CS dan kasir kafe.
    “Pukul 04.00 pada saat melakukan pembayaran, terjadi cekcok antara tersangka dan pegawai. Dengan kondisi mabuk saudara CS mengeluarkan senpi dan melakukan penembakan ke 4 korban. Tiga meninggal dunia dan satu dirawat di rumah sakit,” jelasnya.
    Saat ditanyakan apakah penembakan itu terjadi karena CS tidak terima ditagih uang minuman Rp 3,3 juta, Yusri kembali menjelaskan kronologi kejadian.
    “Iya tadi kan sudah saya bilang, masalah saat melakukan pembayaran terjadi cekcok karena tidak menerima sehingga pelaku mengeluarkan senjata api,” tuturnya.
    Bripka CS telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. CS dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan diproses secara kode etik.
    Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. Fadil Imran juga meminta maaf atas insiden penembakan yang dilakukan oleh bawahannya itu.
    “Sebagai Kapolda Metro Jaya, atasan tersangka, saya menyampaikan permohonan maaf yang setinggi-tingginya kepada masyarakat, kepada keluarga korban dan TNI AD. Belasungkawa saya yang mendalam atas kejadian ini,” kata Fadil Imran.
    Fadil mengatakan pelaku Bripka CS sudah ditetapkan sebagai tersangka. Bripka CS menjalani pemeriksaan maraton di Polda Metro Jaya.
    “Pelaku sudah kita lakukan pemeriksaan maraton pagi ini dan olah TKP, sehingga sudah didapatkan dua alat bukti untuk diproses secara pidana,” ujar Fadil Imran.
    Fadil Imran menegaskan, pelaku diproses secara pidana dan kode etik. Terkait kasus penembakan di Cengkareng, Bripka CS, dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan.
    “Saya ulangi, kepada tersangka sudah diproses langsung pagi ini juga dan sudah ditemukan dua alat bukti berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP, sehingga pagi ini sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus Pasal 338 KUHP,” kata Fadil. (Detik)
  • Oknum Polisi yang Tembak Prajurit TNI AD di Cengkareng Jadi Tersangka

    Oknum Polisi yang Tembak Prajurit TNI AD di Cengkareng Jadi Tersangka

    Screenshot video detik.com
    JAKARTA (Kliik.id) – Tiga orang tewas dalam penembakan yang dilakukan seorang polisi di Cengkareng, Jakarta Barat, dan salah satu korbannya adalah anggota TNI AD. Polisi itu jadi tersangka.
    “Kepada tersangka sudah diproses langsung pagi hari ini dan ditemukan dua alat bukti dan olah TKP, sehingga pagi ini juga sudah ditetapkan sebagai tersangka Pasal 338 KUHP,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (25/2/2021).
    Penembakan ini terjadi di sebuah kafe di Cengkareng, Jakarta Barat, pada dini hari tadi. Fadil mengatakan Polda Metro Jaya akan mengambil langkah-langkah untuk meringankan proses pemakaman.
    “Terhadap para korban, tim Polda Metro Jaya kami perintahkan untuk segera mengambil langkah-langkah untuk membantu meringankan beban dalam proses pemakaman,” ucapnya.
    Fadil sudah berkoordinasi dengan Pangdam Jaya dan Pangkostrad terkait peristiwa ini. Dia meminta maaf kepada masyarakat, keluarga korban, dan TNI AD atas kelakuan anak buahnya.
    “Sebagai Kapolda Metro Jaya, atasan tersangka, saya menyampaikan permohonan maaf yang setinggi tingginya kepada masyarakat, kepada keluarga korban dan kepada TNI AD. Belasungkawa saya yang mendalam atas kejadian ini. Kami akan menindak pelaku dengan tegas, akan melakukan penegakan hukum yang berkeadilan,” ungkap Fadil. (Detik)
  • Penembakan di Kafe RM Cengkareng Jakbar, Pelaku Diduga Oknum Polisi

    Penembakan di Kafe RM Cengkareng Jakbar, Pelaku Diduga Oknum Polisi

    Lokasi penembakan di Cengkareng, Jakbar, yang menewaskan 3 orang telah dipasangi garis polisi. (Foto: detikcom)

    JAKARTA (Kliik.id) – Insiden penembakan terjadi di sebuah kafe di daerah Cengkareng, Jakarta Barat. Penembakan tersebut terjadi pada dini hari tadi.
    Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia menyebut pelaku diduga anggota kepolisian.
    “Benar, ada kejadian penembakan oleh diduga anggota Polri,” kata Ady saat dimintai konfirmasi, Kamis (25/2/2021).
    Ady belum memerinci terkait identitas terduga pelaku. Ady juga belum memerinci kronologi kejadian itu.

    Lebih lanjut Ady mengatakan kasus penembakan di Cengkareng ini ditangani oleh Polda Metro Jaya.

    Polda Metro dijadwalkan akan menggelar jumpa pers terkait kejadian tersebut siang ini.
    Dihubungi secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan pihaknya akan menjelaskan duduk perkara kasus tersebut pada pukul 11.00 WIB.
    “Jam 11 siang konferensi pers di Polda,” tutur Yusri. (Detik)