Category: Covid-19

  • [VIDEO] Ajakan Kapolsek Parapat Pelaksanaan Serbuan Vaksinasi Nasional

     

    Simalungun (Kliik.Id) – HUT Bhayangkara ke-75, POLDA Sumatera Utara melaksanakan Serbuan Vaksinasi nasional di Open Stage Tigaraja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon,Kabupaten Simalungun, Sabtu (3/7/2021).

    Dalam rangka mensukseskan pelaksanaan Serbuan Vaksinasi Nasional, Kapolres Simalungun melalui Kapolsek Parapat, IPTU Hosea Ginting dengan pengeras suara mengajak seluruh lapisan masyarakat yang sudah berusia 18 Tahun terutama pelaku wisata, karyawan-karyawati Restoran dan Hotel mengikuti kegiatan vaksinasi di Open Stage Parapat.

  • Corona RI Diprediksi Terus Tinggi Gegara Banyak Kontak Erat Tak Terlacak

    Corona RI Diprediksi Terus Tinggi Gegara Banyak Kontak Erat Tak Terlacak

    Foto Ilustrasi
    JAKARTA (Kliik.id) – Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Budi Haryanto mengatakan angka kasus COVID-19 masih akan terus mengalami peningkatan. Hal itu karena masih banyaknya orang yang berkontak erat dengan orang yang positif lepas dari pelacakan (tracing).
    “Hari-hari ke depan ini masih akan tinggi, kenapa masih tinggi? Masih sekitaran 18, 19, 20 ribu, bahkan lebih,” kata Budi saat diskusi virtual Polemik Trijaya bertajuk ‘COVID Gawat Darurat’ Sabtu (26/6/2021).
    Budi menjelaskan hasil tes PCR COVID-19 baru muncul paling lama tujuh hari. Dalam waktu sepekan itu, orang tersebut berpotensi menyebarkan virus karena masih melakukan aktivitas dan berinteraksi dengna orang lain yang belum terjangkit.
    “Kita semua kan tahu pemeriksaan dari PCR, orang tahunya positif itu kan seminggu kemudian. Artinya mereka yang tercacat 20 ribu itu sebenarnya angka kalau 20 ribu tanggal 23 (Juni), kalau kita rata-ratakan pemeriksaan PCR itu adalah tujuh hari, maka sebetulnya itu data orang yang positif tanggal 17 yang baru ketahuan seminggu kemudian tanggal 24,” ujarnya.
    “Terkait tracing, mereka-mereka yang dites tanggal 17 itu kan sebenarnya tanggal 16, 15, nya sudah positif, kemudian punya gejala dan sebagainya secara sukarela gejalanya seperti COVID maka memeriksakan diri pada tanggal 17. Selama setelah diswab tanggal 17 kemana saja mereka ini? Mereka kan belum tahu hasilnya, dia bisa saja tetap bekerja, jalan-jalan dengan teman melakukan kegiatan berinteraksi dengan orang lain. Baru seminggu kemudian tanggal 24 dia positif,” sambungnya.
    Budi menyampaikan orang yang kontak erat dengan yang positif harus dites juga. Tetapi kebanyakan mereka yang positif lupa telah kontak erat dengan siapa saja selama sepekan.
    “Mereka yang kontak erat ini yang harusnya dites,” ucapnya.
    Budi mengatakan banyak kontak erat yang lepas selama sepekan membuat penyebaran virus semakin meluas. Banyak pembawa virus yang berkeliaran karena masih memiliki peluang untuk bepergian.
    Lebih lanjut, Budi mengatakan semakin banyak interaksi maka semakin banyak orang membawa virus. Peluang untuk tertular kata Budi, juga akan semakin tinggi.
    “Artinya kalau kita masih saja berinteraksi masih saja keluar rumah masih saja ketemu dengan orang lain, maka peluang atau resiko tertular atau terjadinya penularan itu semakin tinggi, kalau semakin banyak orang membawa virus,” imbuhnya. (Detik)
  • Varian Delta Disebut Bisa Menular Hanya dengan Berpapasan

    Varian Delta Disebut Bisa Menular Hanya dengan Berpapasan

    Foto Ilustrasi
    JAKARTA (Kliik.id) – Virus Corona varian Delta menjadi sorotan dunia karena dianggap sangat mudah menular. Bahkan varian ini disebut bisa menular hanya dengan berpapasan.
    Hasil tracing di Australia pada kasus yang terjadi di salah satu pusat perbelanjaan South Wales, menunjukkan betapa cepatnya penularan varian Delta.
    Hal ini kemudian ditanggapi oleh Ketua Satgas IDI Prof Zubairi Djoerban yang menyebut transmisi cepat varian Delta bukan candaan semata.
    Dalam cuitannya di akun Twitter pribadi miliknya, Prof Zubairi mengatakan kecepatan transmisi varian Delta sudah menjadi perhatian khusus para ahli, terutama kejadiannya tak hanya terjadi sekali di Australia.
    “Makanya pejabat kesehatan Australia mengingatkan bahwa penularan virus tidak lagi butuh waktu hingga 15 menit, tapi dimungkinkan bisa dalam hitungan detik,” tulisnya.
    Bagaimana transmisi kilat itu bisa terjadi?

    Ahli virologi Universitas Griffith, Lara Herrero, mengatakan dalam momen transmisi yang terekam di CCTV, virus didapati bisa bertahan di udara cukup lama sehingga seseorang bisa menghirupnya dan kemudian terinfeksi.

    Transmisi kontak sekilas juga didukung pernyataan beberapa ahli temasuk ahli epidemiologi dunia Eric Feighl-Ding.
    “Secara global, varian Delta memang menyebabkan lonjakan kasus COVID-19 yang tinggi di beberapa negara, termasuk Indonesia. Kabar baiknya, sebagian besar vaksin yang beredar masih bisa bekerja melawan varian Delta ini,” pungkas Prof Zubairi. (Detik)
  • Meledak 20 Ribu Kasus, Penambahan COVID-19 RI Urutan ke-5 Tertinggi Dunia

    Meledak 20 Ribu Kasus, Penambahan COVID-19 RI Urutan ke-5 Tertinggi Dunia

    Foto ilustrasi pasien Covid-19
    JAKARTA (Kliik.id) – Corona di Indonesia terus mencetak rekor, penambahan kasus baru per Kamis (24/6/2021) rupanya mengantar posisi RI masuk daftar lima negara penyumbang kasus COVID-19 tertinggi dunia.
    Melampaui Amerika Serikat hingga Inggris, Indonesia memimpin dengan 20.574 kasus COVID-19.
    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi menilai ledakan kasus COVID-19 terjadi imbas mobilitas tinggi mudik Lebaran.
    “Hari ini peningkatan kasus cukup signifikan naiknya, kenakan kasus pasca momen lebaran ini karena adanya peningkatan mobilitas sebelum pengetatan mudik dan protokol kesehatan yang longgar,” katanya dalam konferensi pers, Kamis (24/6/2021).
    Sementara, penambahan angka kematian Corona di Indonesia menempati posisi ke-enam tertinggi di dunia, dengan menyumbang 355 kasus.
    Disusul Argentina sebanyak 452 kasus, sedangkan Brasil dan India menempati posisi teratas masing-masing dengan 1.901 kasus dan 965 kasus.
    Berdasarkan data worldometers Corona per Kamis (24/6/2021), Brasil menjadi negara paling terdampak COVID-19 dengan mencatat lebih dari 70 ribu kasus.
    Sebelumnya, Brasil juga mencetak rekor harian dengan 100 ribu kasus yang dilaporkan dalam 24 jam terakhir.
    Selengkapnya, berikut daftar negara penyumbang kasus COVID-19 tertinggi dunia pada Kamis (24/6/2021).
    1. Brasil
    Kasus baru: 72.705 kasus
    Total kasus: 18.243.483 kasus
    2. India
    Kasus baru: 51.248 kasus
    Total kasus: 30.133.417 kasus 
    3. Colombia
    Kasus baru: 32.997 kasus
    Total kasus: 4.060.013 kasus 
    4. Argentina
    Kasus baru: 24.463 kasus
    Total kasus: 4.350.564
    5. Indonesia
    Kasus baru: 20.574 kasus
    Total kasus: 2.053.995
    6. Rusia
    Kasus baru: 20.182 kasus
    Total kasus: 5.338.695
    7. Inggris
    Kasus baru: 16.703 kasus
    Total kasus: 4.684.572
    8. Afrika Selatan
    Kasus baru: 16.078 kasus
    Total kasus: 4.684.572
    9. Amerika Serikat
    Kasus baru: 12.128 kasus
    Total kasus: 34.463.722
    10. Iran
    Kasus baru: 11.734 kasus
    Total kasus: 3.140.129.
    (Detik)
  • KABAR BAIK, Layanan Tes GeNose Dibuka di Bandara Kualanamu

    KABAR BAIK, Layanan Tes GeNose Dibuka di Bandara Kualanamu

    Ilustrasi tes GeNose
    DELISERDANG (Kliik.id) – Layanan tes GeNose Covid-19 di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deliserdang, mulai dibuka bagi penumpang yang akan bepergian, Senin (7/6/2021) besok.
    Dalam pemeriksaan, biayanya sangat ekonomis dengan harga sekitar Rp 40.000 per orang.
    Pemeriksaan tersedia di Atrium Lantai 1 Bandara Kualanamu dan akan melayani penumpang setiap hari mulai pukul 09.00-17.00 WIB.
    “Simulasi telah dilakukan selama dua hari yakni, Sabtu dan Minggu. Kini GeNose C19 sudah siap digunakan. Penerapannya pada Senin (7/6/2021). Hanya untuk penumpang yang memiliki tiket pesawat,” ujar Executive General Manager Bandara Kualanamu, Heriyanto Wibowo dalam keterangannya, Minggu (6/6/2021).
    Heriyanto menerangkan, GeNose merupakan salah satu alat deteksi Covid-19 yang akan digunakan sebagai syarat untuk melakukan perjalanan di Indonesia.
    Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor: SE 26 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara dalam Masa Pandemi Covid-19 yang dirilis pada 31 Maret 2021.
    “Terdapat 6 bilik dan alat pemeriksaan GeNose yang disiapkan. Kantong udara yang disediakan sekitar 20% persen dari penumpang yang berangkat. Diharapkan penumpang untuk datang 4 jam sebelum jadwal keberangkatan,” ungkapnya.
    Heriyanto menyebutkan, guna mempermudah pendaftaran, penumpang dapat mendaftar dengan unduh aplikasi farmalab pada google playstore di hp Android.
    “Pemeriksaan tes GeNose C19 dilakukan secara ketat untuk memastikan prosedur dan standar tetap terjaga. Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik dalam membantu pengguna jasa bandara mendapatkan keselamatan serta kenyamanan dalam melakukan perjalanan dengan transportasi udara,” sebutnya.
    Heriyanto memperkirakan, pada tahap awal penerapan GeNose, animo penumpang pesawat bisa mencapai sekitar 20% hingga 25% dari total penumpang pesawat yang berangkat.
    “Di hari pertama diterapkan, minat penumpang tentu antusias. Itu lantaran biaya dalam pemeriksaan cukup murah. Oleh karena itu, sebaiknya masyarakat tidak mengandalkan layanan pemeriksaan GeNose C19 saja. Penumpang masih dapat melakukan pemeriksaan rapid test antigen atau PCR Test. Hal ini supaya tidak terjadi penumpukan antrian pada saat melakukan pemeriksaan GeNose,” pungkasnya. (Rls)
  • Corona Naik Terus, Ketua DPRD Sumut Minta Satgas Covid-19 Tidak Berleha-leha

    Corona Naik Terus, Ketua DPRD Sumut Minta Satgas Covid-19 Tidak Berleha-leha

    Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting
    MEDAN (Kliik.id) – Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut) Baskami Ginting mengaku khawatir dengan kenaikan jumlah orang positif Covid-19 akhir-akhir ini.
    “Ledakan jumlah pasien positif Covid-19 di hampir seluruh rumah sakit di Kota Medan tentunya menjadi catatan penting bagi kita betapa pandemi ini masih menjadi ancaman utama bagi kita saat ini,” ujar Baskami di Medan, Kamis (20/5/2021).
    Baskami melihat catatan dari beberapa rumah sakit pemerintah dan swasta di Medan yang menjadi tempat penanganan pasien Covid-19.
    “Angka yang disodorkan para pengelola rumah sakit, rata-rata di atas 80 persen ruang rawat Covid-19 penuh. Angka itu meningkat dalam jangka beberapa hari,” kata Politisi PDI Perjuangan ini.
    Sehingga, menurut Baskami perlu ada pengawasan dari Satgas Covid-19 provinsi untuk tidak lagi berleha-leha dengan sekedar menunggu angka laporan dari daerah.
    “Langkah-langkah tracing sebagaimana panduan yang diberikan pihak Satgas pusat wajib diperkuat. Kita tidak bisa hanya menunggu pasien datang, periksa ke faskes dan menunggu hasil. Lakukan pendataan secara acak. Misalnya, dimana saat ini wilayah lingkungan yang memiliki positif rate penderita tertinggi. Lakukan tracing door to door, kuatkan kampanye protokol 5 M, dorong masyarakat khususnya yang baru bepergian dari luar kota untuk mau periksakan diri ke faskes atau lakukan swab secara massal. Ini perlu agar kekhawatiran di tengah masyarakat,” urai Baskami.
    Baskami juga mengimbau kepada para pimpinan instansi pusat dan daerah, perguruan tinggi negeri dan swasta untuk bisa terbuka terkait data di dalam internal instansi sudah berapa banyak pegawai, karyawannya yang melapor kondisi mereka.
    “Beberapa perguruan tinggi yang saya dapat laporan sudah membuat ketentuan bahwa seluruh staf sebelum masuk kantor wajib melampirkan data swab antigen. Dari data itu tentunya bisa kita mentracingnya. Jangan kemudian kalau banyak yang positif kita malah tutupi dan tidak melakukan tindakan nyata seperti melakukan WFH dalam waktu seminggu,” terangnya.
    Pada kesempatan ini, Baskami mengapresiasi langkah yang diambil Wali Kota Medan Bobby Nasution yang merespon instruksi Gubsu dengan menindaklanjutinya membuat surat edaran yang intinya menjaga situasi Kota Medan dari peningkatan angka positif Covid-19.
    “Saya menghimbau agar warga Sumatera Utata bersama-sama menjaga diri dan lingkungan keluarganya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang baik sehingga pandemi ini segera berlalu,” tutupnya. (Rls)
  • Ternyata Ahok dan Keluarga Sempat Positif COVID, Ini Penuturannya

    Ternyata Ahok dan Keluarga Sempat Positif COVID, Ini Penuturannya

    Ahok bersama istri dan putranya Foto: Instagram @btpnd
    JAKARTA (Kliik.id) – Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dan keluarganya ternyata sempat terpapar COVID-19 dan dirawat di rumah sakit. Kini dia dan keluarga sudah dinyatakan negatif COVID-19.
    “Saya dan keluarga juga terkena positif COVID. Baru negatif dua minggu lalu,” kata Ahok saat dihubungi, Sabtu (15/5/2021).
    Ahok mengungkap hal ini saat ditanya apakah dirinya sempat menjenguk atau berkomunikasi dengan Birgaldo Sinaga, pegiat media sosial (medsos) yang meninggal dunia setelah berjuang menjalani perawatan di rumah sakit akibat COVID-19. Birgaldo dikenal sebagai pendukung Ahok.
    Ahok mengatakan bukan hanya dirinya yang sempat terpapar COVID-19. Istrinya Puput Nastiti Devi, putranya Yosafat, mertuanya, ibundanya, hingga pengawal pribadi dan satpam rumah juga terpapar.
    “Klaster serumah,” ujar Ahok.
    Ahok mengatakan sempat dirawat di rumah sakit selama seminggu sebelum akhirnya menjalani isolasi mandiri sekitar dua pekan. Setelah itu dia dan keluarga dinyatakan negatif COVID-19.
    “Sudah beberapa kali swab PCR, sudah negatif,” ujar eks Gubernur DKI Jakarta ini. (Detik)
  • Kasus Corona di Pulau Jawa Turun, di Sumatera Justru Naik

    Kasus Corona di Pulau Jawa Turun, di Sumatera Justru Naik

    Jubir Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito (YouTube Sekretariat Presiden)
    JAKARTA (Kliik.id) – Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan terjadi kenaikan angka positif dan kematian COVID-19 di Sumatera. Untuk itu, pemerintah akan memeriksa dengan ketat dokumen kesehatan pemudik saat arus balik.
    “Terlihat pada umumnya Pulau Jawa memberikan kontribusi kasus COVID nasional sekitar 60 sampai 70 persen. Namun persen kontribusi terlihat mulai mengalami penurunan sejak Mei 2021, yaitu sebanyak 11,06 persen dibanding Januari 2021,” kata Wiku dalam konferensi pers daring, Kamis (13/5/2021).
    “Sedangkan Sumatera yang umumnya memberikan kontribusi kurang dari 20 persen pada angka kasus nasional mulai mengalami peningkatan signifikan 1,5 bulan terakhir dengan kenaikan 27,22 persen di Mei 2031 dibanding Januari 2021,” sambung Wiku.
    Wiku menggambarkan, pada Februari dan Maret 2021, tak ada satu pun provinsi di Sumatera yang masuk 10 besar provinsi kontributor kasus tertinggi COVID-19 tingkat nasional. Namun sejak April, provinsi di Sumatera mulai masuk kategori 10 provinsi kontributor kasus tertinggi nasional.
    “Di mana masuk dua provinsi (penyumbang kasus positif COVID-19 tertinggi nasional) Riau dan Sumatera Barat. Pada Mei masuk 5 provinsi: Riau, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau dan Sumatera Selatan ke dalam 10 provinsi kontributor kasus tertinggi nasional,” papar Wiku.
    Pada kasus kematian akibat COVID-19, Wiku menjelaskan Sumatera awalnya menyumbangkan kasus dengan angka rata-rata di bawah 20 persen dari keseluruhan kasus kematian di tingkat nasional. Namun 1,5 bulan terakhir, angka kematian di Sumatera naik hingga 17,18 persen dibanding Januari 2021.
    “Pulau Sumatera umumnya memberikan kontribusi angka kematian kurang dari 25 persen pada angka kasus nasional dan mulai meningkat sekarang signifikan dalam 1,5 bulan terakhir. Dan kenaikannya 17,18 persen di Mei dibanding Januari 2021,” tutur Wiku.
    “Kasus di Pulau Jawa cenderung mengalami penurunan kontribusi pada kasus nasional dan, sebaliknya, kasus di Pulau Sumatera mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir,” imbuh Wiku.
    Oleh sebab itu, Satgas Penanganan COVID-19 pusat meminta seluruh gubernur di Sumatera mengambil langkah pencegahan agar kasus tak terus meningkat.
    Salah satunya dengan mengetatkan pemeriksaan dokumen kesehatan sebagai syarat perjalanan bagi pemudik saat arus balik nanti.
    “Karena ada peningkatan eskalasi kasus positif COVID-19 di hampir semua provinsi di Sumatera, maka Satgas meminta semua gubernur mengambil langkah mencegah peningkatan kasus positif COVID-19 ini,” ungkap Wiku.
    “Perlu dicermati surat bebas COVID pelaku perjalanan sampai 17 Mei, sesuai surat edaran Nomor 12 Tahun 2021, ini berlaku 3 hari. Yang melakukan perjalanan tanggal 18 sampai 24 Mei, masa berlakunya (surat hasil pemeriksaan kesehatannya) 1×24 jam,” lanjut Wiku.
    Wiku kemudian menyampaikan screening terhadap pemudik saat arus balik akan dilakukan. Ditambah pemeriksaan ekstra, yakni rapid antigen di Pelabuhan Bakauheni yang menjadi pintu masuk pemudik saat arus balik dari Jawa ke Sumatera.
    “Demi memastikan screening yang maksimal melalui screening yang gratis ini, maka dilakukan mekanisme testing tambahan dengan metode rapid test antigen di Pelabuhan Bakauheni sebagai perbatasan Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa. Tindak lanjutnya Satgas Daerah Lampung ditunjuk membentuk satgas khusus,” jelas Wiku.
    Satgas Khusus (Satgassus) ini akan dipimpin Kapolda Lampung, dengan diwakili Danrem Lampung.
    “Yang diketuai Kapolda dan diwakili Danrem setempat. Satgas ini akan melakukan pemeriksaan seluruh dokumen dan berhak melarang pelaku perjalanan menyeberang k Pulau Jawa apabila tak memenuhi syarat,” tandas Wiku. (Detik)
  • KONDISI Covid-19 di Sumut MEMPRIHATINKAN, Menkes Wanti-wanti Gubsu Edy

    KONDISI Covid-19 di Sumut MEMPRIHATINKAN, Menkes Wanti-wanti Gubsu Edy

    Ilustrasi pemakaman pasien Covid-19. (ANTARA FOTO)
    JAKARTA (Kliik.id) – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan sejumlah kepala daerah yakni Gubernur, Bupati atau Wali Kota untuk memperhatikan tingkat keterisian tempat tidur untuk perawatan Covid-19.
    Menkes mengatakan terdapat delapan Provinsi yang tingkat keterisian tempat tidurnya tinggi.
    “Jadi beberapa daerah, beberapa, Gubernur, Wali Kota, Bupati Tolong dijaga ya yang sudah cukup tinggi adalah Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Lampung dan NTT,” ujar Budi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (10/5/2021).
    Menkes meminta kepala daerah waspada terhadap keterisian tempat tidur agar tidak seperti di negara lain yang lonjakan kasus Covid-19 terjadi secara eksponensial.
    Apalagi menjelang perayaan Idul Fitri, yang mana mobilitas masyarakat tinggi yang berpotensi meningkatkan penyebaran Covid-19.
    “Jadi ini yang harus waspada dan hati-hati. kita harus bersama-sama mengingatkan agar ini bisa kita jaga,” katanya.
    Sementara itu untuk wilayah Jawa, kata Budi, tingkat keterisian tempat tidur relatif rendah atau longgar.
    Tingkat keterisian tempat tidur untuk Covid-19 di Jawa sempat tinggi pada periode Januari-Februari, yakni D.I Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
    “Saya menghitungnya ini BOR (bed occupancy ratio) terhadap Covid-19, bukan BOR terhadap Rumah Sakit keseluruhan, tetapi BOR terhadap khusus tempat tidur Covid-19 dan BOR terhadap khusus ICU Covid-19 sehingga kita bisa lebih realistis melihat angkanya kita,” ungkapnya.
    Pemerintah terus mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca Idul Fitri 2021, salah satunya memastikan tersedianya tempat tidur perawatan bagi pasien Covid-19.
    Budi Gunadi mengatakan bahwa pihaknya mengantisipasi skenario terburuk pasca Idul Fitri.
    “Lebaran sudah dekat dan tugas kami adalah mempersiapkan kondisi terburuk. Saya merasa dan berharap insya allah ini tidak terjadi, tapi toh kalaupun terjadi peningkatan penularan kita ingin melakukan antisipasi agar kita tidak kaget dan cukup fasilitasnya,” kata Budi.
    Antisipasi, kata Budi, dilakukan agar penanganan Covid-19 tidak seperti negara lain yang keteteran dalam menghadapi lonjakan kasus secara signifikan.
    Secara nasional, kata Budi, Indonesia memiliki tempat tidur perawatan di rumah sakit sebanyak 390 ribu. Dari jumlah tersebut, tempat tidur untuk perawatan Covid-19 sebanyak 70 ribu.
    “Jumlah tempat tidur perawatan untuk Covid-19 yang sudah ditempati kini sebanyak 23 ribu. Jadi masih ada sekitar 40 ribu atau 200 persen,” katanya.
    Sementara itu, secara nasional Indonesia memiliki 22 ribu ruang ICU, yang 7500 diantaranya diperuntukkan bagi pasien Covid-19.

    Dari jumlah ICU untuk Covid-19 tersebut yang saat ini terpakai sebanyak 2500.

    “Jadi kita juga masih punya room kosong sekitar dua kali lipat dari kondisi sekarang. itu untuk memberikan gambaran ke Bapak Ibu persiapan sudah kita lakukan. Saya berdoa persiapan itu tidak terpakai dan tetap menjadi kosong gitu ya tapi kalau toh pun ada seenggaknya kita sudah melakukan persiapan,” katanya.
    Skenario terburuk, kata Budi, yakni ketika tempat tidur perawatan dan ruang ICU untuk Covid-19 nantinya penuh.
    Pemerintah, lanjut Budi, akan mengkonvesikan tempat tidur perawatan dan ruang ICU biasa menjadi tempat untuk penanganan pasien Covid-19.
    “Kalau toh pun naik nanti kasus konfirmasinya, dan kalau itu tembus kita masih punya kapasitas rumah sakit yang kita bisa konversi menjadi tempat Covid-19 itu 3 kali di atasnya. jadi mudah-mudahan roomnya kita masih ada,” pungkasnya. (Rls)
  • Malaysia Darurat Corona, Pemerintah Lockdown 6 Distrik

    Malaysia Darurat Corona, Pemerintah Lockdown 6 Distrik

    Ilustrasi virus Corona di Malaysia (Foto: AP/Vincent Thian)
    JAKARTA (Kliik.id) – Beberapa waktu lalu Malaysia menetapkan status darurat Corona. Melonjaknya kasus COVID-19 di negara tersebut dalam waktu sebulan terakhir menjadi pertimbangan utama.
    “Lonjakan kasus COVID-19 baru-baru ini antara lain disebabkan oleh kelelahan pandemi (pandemic fatigue),” kata Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah yang dikutip dari The Star, Rabu (5/5/2021).
    Dikutip dari laman WHO, pandemic fatigue adalah kondisi yang dialami masyarakat yang memicu munculnya demotivasi untuk berbagai langkah perlindungan yang direkomendasikan.
    Kondisi ini muncul secara bertahap yang bisa mempengaruhi emosi, pengalaman, dan persepsi. Akibatnya, banyak orang yang mulai mengabaikan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
    Selain pandemic fatigue dan longgarnya aturan protokol kesehatan, kata Noor, adanya temuan varian baru Corona juga menambah kekhawatiran dan membuat banyak rumah sakit kewalahan menangani pasien.
    “Kapasitas rumah sakit negara juga sedang berjuang, dengan banyak rumah sakit Lembah Klang melaporkan lebih dari 70 persen tingkat penggunaan tempat tidur unit perawatan intensif (ICU),” lanjutnya.
    Untuk mengatasi lonjakan kasus tersebut, pemerintah Malaysia memutuskan untuk memberlakukan lockdown di beberapa titik di wilayah Negara Bagian Selangor.
    Dalam penguncian ini, enam dari sembilan distrik di negara bagian yang mengelilingi Kuala Lumpur itu di-lockdown.
    Dikutip dari Strait Times, hal ini menjadi tahapan untuk mengantisipasi awal mudik Lebaran 2021 dan menahan laju infeksi COVID-19 yang membahayakan fasilitas kesehatan di Malaysia. Ini diatur melalui mekanisme Perintah Kawalan Pergerakan (PKP).
    Menurut Menteri Pertahanan Ismail Sabri Yaakob, enam distrik yang akan di-lockdown yaitu Petaling, Hulu Langat, Gombak, Klang, Kuala Langat dan Sepang. Larangan perjalanan untuk enam distrik ini ditujukan untuk menekan laju pertumbuhan infeksi COVID-19. (Detik)