Category: Covid-19

  • Hadapi Lonjakan COVID-19, Produksi Oksigen Medis Digenjot dan Ketersediaan Obat Dijamin Aman

    Hadapi Lonjakan COVID-19, Produksi Oksigen Medis Digenjot dan Ketersediaan Obat Dijamin Aman

    Foto ilustrasi tabung oksigen
    JAKARTA (Kliik.id) – Pemerintah terus menggenjot produksi oksigen medis dalam menghadapi lonjakan kasus COVID-19 dimasa PPKM darurat ini. Disamping itu, pemerintah menjamin ketersediaan obat-obatan yang dibutuhkan.
    Dalam keterangannya terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Jumat (9/7/2021), Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan lonjakan kasus COVID-19 dalam beberapa waktu terakhir ini juga telah membuat kebutuhan oksigen medis meningkat tajam.
    Siti mengatakan, kapasitas produksi oksigen di Indonesia mencapai 866.000 ton/tahun, sedangkan utilisasi produksi pertahunnya 638.900 ton, dimana 75% digunakan untuk industri dan hanya 25% yang dipakai medis.
    Kementerian Kesehatan, jelasnya, telah mendapatkan komitmen dari Kementerian Perindustrian agar konversi gas industri ke oksigen medis diberikan sampai dengan 90%.
    Siti mengatakan, adanya kelangkaan oksigen medis di sejumlah daerah lebih disebabkan karena rantai distribusi yang belum optimal.
    Untuk itu, pemerintah akan menambah pasokan oksigen dan mempercepat penyaluran oksigen medis tersebut ke daerah-daerah yang kasus COVID-19 nya tinggi.
    Untuk saat ini, kapasitas oksigen yang ada, akan dimaksimalkan di 7 Provinsi di Jawa-Bali karena meningkatnya kasus COVID-19 sebanyak 6-8 kali lipat.
    Berdasarkan data Kemenkes, saat ini total kebutuhan oksigen untuk perawatan intensif dan isolasi pasien COVID-19 mencapai 1.928 ton/hari, sementara kapasitas yang tersedia ada 2.262 ton/hari. Sehingga, ditargetkan untuk wilayah Jawa-Bali bisa mensuplai oksigen sebanyak 2.262 ton/hari.
    Siti mengatakan, Indonesia juga telah menerima bantuan dari pemerintah Singapura, Australia, dan Cina, berupa sarana dan prasarana kesehatan. Di antaranya ventilator, tabung oksigen kosong, oksigen konsentrator, dan lainnya.
    Sementara menyangkut obat-obatan yang dibutuhkan, Siti mengatakan bahwa pemerintah menjamin ketersediaan obat terapi COVID-19. Pemerintah terus berkoordinasi dengan industri farmasi untuk meningkatkan kapasitas produksinya.
    Pihaknya juga berkoordinasi rutin dengan industri farmasi dan jejaring distribusinya untuk memonitor ketersediaan obat yang diperlukan untuk penanganan COVID-19 sesuai dengan pedoman tatalaksana COVID-19 yang saat ini menggunakan edisi ke-3 yang diterbitkan pada Desember 2020.
    “Dalam hal terjadi hambatan suplai impor dari luar negeri, Kementerian Kesehatan
    berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian terkait untuk membantu penyelesaian hambatan suplai tersebut,” ujarnya.
    Siti juga mengungkapkan ketersediaan obat terkait COVID-19 di industri farmasi dan pedagang besar per 9 Juli 2021, yakni Favipiravir: 3,2 juta, Remdesivir injeksi: 11 ribu, Oseltamivir: 157 ribu, Azitromisin oral: 2,4 juta, Azitromisin infus: 163 ribu, Tocilizumab infus: 543, Intravenous Immunoglobulin: 7.000, dan Ivermectin: 237 ribu.
    Pemerintah terus meningkatkan dan menambah produksi ketersediaan obat-obatan untuk terapi COVID-19 ini. Untuk mengantisipasi kenaikan harga obat, Kementerian Kesehatan sudah mengkaji kondisi di lapangan dan telah menerbitkan SK Menkes No. HK.07.07/Menkes/4826/2021 untuk mengatur Harga Eceran Tertinggi (HET) obat dalam masa pandemi COVID-19.
    “Marilah kita bersama saling berkolaborasi dan saling mendukung. Masyarakat juga jangan panik dengan melakukan pembelian secara berlebihan baik obat maupun sarana prasarana lainnya demi menjaga keseimbangan dan ketersediaan obat terutama bagi yang membutuhkan,” ujarnya. (Detik)
  • Kabar Baik! Kasus Sembuh Harian COVID-19 RI Tertinggi Ketiga di Dunia

    Kabar Baik! Kasus Sembuh Harian COVID-19 RI Tertinggi Ketiga di Dunia

    Kasus harian Corona di Indonesia melambung tinggi, per Jumat (9/7/2021) tercatat 38.124 warga yang terinfeksi COVID-19.
    JAKARTA (Kliik.id) – Kasus harian Corona di Indonesia melambung tinggi, per Jumat (9/7/2021) tercatat 38.124 warga yang terinfeksi COVID-19. Sementara total kasus akumulatif COVID-19 sudah melampaui dua juta kasus, berada di posisi ke-16 tertinggi dunia.
    Meski begitu, kasus sembuh harian COVID-19 juga berada di posisi ketiga tertinggi dunia dengan 28.975 kasus per Jumat (9/7/2021). Angka tersebut merupakan penambahan kasus sembuh COVID-19 tertinggi selama pandemi COVID-19.
    “Kesembuhan tertinggi selama kita menghadapi pandemi ini. Dengan demikian hari ini kita memiliki kasus aktif sebanyak 367.773 kasus,” jelas Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi dalam konferensi pers PPKM Darurat.
    Berikut perkembangan data kasus sembuh Corona per Jumat (9/7/2021).
    Brazil:
    56.423 kasus
    Total kasus: 17.479.277
    India:
    45.159 kasus
    Total kasus: 29.925.883
    Indonesia:
    28.975 kasus
    Total kasus: 2.023.548
    Colombia:
    27.209 kasus
    Total kasus: 4.199.227
    Rusia:
    21.832 kasus
    Total kasus: 5.165.087
    Sementara untuk penambahan kasus baru Corona di dunia, Indonesia juga menempati urutan ketiga tertinggi di dunia. Berikut daftarnya.
    Brazil:
    57.713 kasus
    Total kasus: 19.020.499
    India:
    42.648 kasus
    Total kasus: 30.794.756
    Indonesia:
    38.124 kasus
    Total kasus: 2.455.912
    Inggris:
    35.707 kasus
    Total kasus: 5.058.093
    Amerika Serikat:
    26.425 kasus
    Total kasus: 34.710.193.
    (Detik)
  • Puluhan Karyawan Terpapar Covid-19, Kantor PT Atmindo Ditutup Sementara

    Puluhan Karyawan Terpapar Covid-19, Kantor PT Atmindo Ditutup Sementara

    Kantor PT Atmindo
    DELISERDANG (Kliik.id) – Puluhan karyawan PT Atmindo yang berada di Jalan Sei Belumai, Desa Dagang Kelambir, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), terpapar Covid-19.
    Akibatnya, perusahaan yang bergerak di bidang boiler ini ditutup sementara. Pantauan Jumat (8/7/2021), pada bagian pintu gerbang perusahaan tersebut, ada selembar kertas yang bertulisan ‘Tutup Sementara’.
    “Benar. Kami menerima surat dari PT Atmindo yang berisi aktivitas dihentikan sementara terhitung dari tanggal 7 sampai 11 Juli 2021,” ujar Camat Tanjung Morawa, Marianto Irawadi saat dikonfirmasi, Jumat (9/7/2021).
    Sementara, Humas PT Atmindo, Rahmat saat dikonfirmasi, belum memberikan komentar.
    Informasi yang dihimpun, awalnya sebanyak 41 karyawan PT Atmindo terpapar Covid-19.
    Kemudian, perusahaan melakukan tes PCR terhadap kontak erat sebanyak 219 orang. Hasilnya, 57 orang dinyatakan positif. (Rls)
  • Peringatan WHO Soal Pandemi COVID-19: Dunia di Titik Berbahaya!

    Peringatan WHO Soal Pandemi COVID-19: Dunia di Titik Berbahaya!

    Foto ilustrasi
    JAKARTA (Kliik.id) – Jumlah kematian akibat infeksi virus Corona di seluruh dunia mencapai lebih dari 4 juta orang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan lebih banyak orang yang meninggal tetapi tidak tercatat.
    “Dunia berada pada titik berbahaya dalam pandemi ini,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam agenda pertemuan mingguan terkait COVID-19, dikutip dari laman resmi WHO, Jumat (9/7/2021).
    Ia juga menyayangkan beberapa negara dengan cakupan vaksinasi yang tinggi sudah berencana untuk meluncurkan suntikan vaksin booster dalam beberapa bulan mendatang dan melonggarkan langkah-langkah sosial kesehatan masyarakat, bersantai seolah-olah pandemi sudah berakhir.

    Belum lagi kecepatan varian COVID-19 saat ini berkembang pesat mengalahkan vaksin.

    Tedros mengkhawatirkan pandemi bisa berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan.

    Kemenangan varian baru atas vaksin ini juga dilatarbelakangi ketidakadilan distribusi vaksin di seluruh dunia.

    Saat negara-negara kaya sudah memvaksinasi hampir seluruh populasinya, ada negara yang bahkan tenaga kesehatannya belum vaksin.
    “Saat ini varian memenangkan perlombaannya terhadap vaksin karena ketidaksetaraan produksi dan distribusi. Hal ini juga mengancam pemulihan ekonomi global,” lanjutnya.
    “Tidak harus seperti ini di masa mendatang,” imbuhnya. (Detik)
  • Sedih, Corona Menggila Bikin Olimpiade Tokyo Bakal Tanpa Penonton

    Sedih, Corona Menggila Bikin Olimpiade Tokyo Bakal Tanpa Penonton

    Olimpiade Tokyo akan berlangsung tanpa penonton
    JAKARTA (Kliik.id) – Olimpiade Tokyo akan berlangsung tanpa penonton. Itu diakibatkan pandemi COVID-19 di Jepang melonjak, sehingga memaksa negara tersebut untuk menyatakan keadaan darurat virus Corona untuk ibu kota yang akan berlangsung selama acara tersebut.
    Sebelumnya penyelenggara mengatakan mereka berencana untuk mengadakan pameran olahraga global itu dengan penonton terbatas.
    “Sangat disesalkan bahwa kami menyelenggarakan Olimpiade dalam format yang sangat terbatas, menghadapi penyebaran infeksi virus corona,” kata Presiden Tokyo 2020 Seiko Hashimoto setelah pembicaraan antara pejabat pemerintah, penyelenggara Tokyo, dan perwakilan Olimpiade dan paralimpiade, dilansir Reuters, Kamis (8/7/2021).
    “Saya minta maaf kepada mereka yang membeli tiket dan semua orang di area lokal,” sebutnya.
    Perdana Menteri Yoshihide Suga mengatakan penting bagi Tokyo melakukan pencegahan, di mana varian Delta COVID-19 sangat cepat menular.
    Larangan itu tentu menjadi kabar buruk bagi Olimpiade Tokyo yang dijadwalkan berlangsung dari 23 Juli hingga 8 Agustus.
    Pernah dilihat sebagai kesempatan bagi Jepang untuk berdiri besar di panggung global setelah gempa bumi dahsyat satu dekade lalu, acara pameran ditunda oleh pandemi tahun lalu dan telah dilanda pembengkakan anggaran besar-besaran.
    Menteri Olimpiade Tamayo Marukawa mengatakan penyelenggara telah setuju untuk mengadakan Olimpiade tanpa penonton di Tokyo.
    Para ahli medis telah mengatakan selama berminggu-minggu bahwa tidak memiliki penonton akan menjadi pilihan yang paling tidak berisiko, di tengah kekhawatiran publik yang meluas bahwa masuknya ribuan atlet dan ofisial akan memicu gelombang infeksi baru. (Detik)
  • Sindiran Dahlan Iskan: Indonesia ‘Juara’ COVID-19!

    Sindiran Dahlan Iskan: Indonesia ‘Juara’ COVID-19!

    Dahlan Iskan
    JAKARTA (Kliik.id) – Kondisi mengenai lonjakan kasus COVID-19 di Tanah Air disorot oleh mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan dalam blog resminya. Dahlan yang mengutip data Worldometer menyebut bahwa kasus COVID-19 di menjadi ‘juara dunia’.
    “Data Worldometer Selasa pagi lalu memang mengagetkan. Indonesia sudah menjadi juara dunia COVID-19: 29.745 orang. Kemarin sore menjadi 31.000. India sudah terkendali, tinggal 26.612 orang,” tulis Dahlan, dikutip dari Disway, Kamis (8/7/2021).
    Dahlan juga menuliskan berdasarkan keterangan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bahwa 90% kasus COVID-19 di Jakarta terpapar virus varian Delta.
    “Menko Luhut Binsar Pandjaitan sendiri mengungkap data jelas sekali: 90 pesen yang melanda Jakarta belakangan ini adalah varian D. Keterangan Luhut itu tersiar luas di semua media kemarin sore,” lanjut Dahlan.
    Tetapi di samping Dahlan mengungkap tingginya varian Delta di Indonesia. Dahlan bercerita salah satu guru senamnya bernama Ali Murtadlo (56) telah terpapar COVID-19 yang diperkirakan terkena varian Delta.
    Namun, meski begitu Dia mengungkap Ali berstatus orang tanda gejala. Ali sendiri diungkapkan oleh Dahlan merupakan relawan dari Vaksin Nusantara.
    Menurut Prof Dr Nidom dari Laboratorium PNF Surabaya Vaksin Nusantara menjadi vaksin yang siap membendung varian Delta. Itu sebabnya Ali meski positif tetapi tidak merasakan gejala apapun.
    “Kini varian Delta sudah begitu meluas. Vaksinnya belum ada. Masih akan lama. Yang siap membendungnya, yang dalam waktu paling singkat adalah VakNus. Itu kalau penjelasan Prof Nidom bisa kita pegang,” tambah Dahlan.
    Dahlan mengaku telah mengecek kondisi Ali. Dia mengungkap kondisi terakhir Ali bahwa hasil suhu badannya 36,0 dengan saturasi oksigen 99.
    “Ia juga merasa seperti orang sehat sekali,” tutup Dahlan Iskan.
    Berdasarkan data yang dirilis pemerintah, per 7 Juli kemarin, ada sebanyak 34.379 kasus COVID-19 baru di Indonesia. Di antaranya 14.835 orang dinyatakan sembuh dan 1.040 orang meninggal dunia. (Detik)
  • ANDA WAJIB TAHU, Gejala COVID-19 Happy Hypoxia Ditemukan, Apa Artinya?

    ANDA WAJIB TAHU, Gejala COVID-19 Happy Hypoxia Ditemukan, Apa Artinya?

    Foto ilustrasi
    BENGKAYANG (Kliik.id) – Tidak semua orang yang kena COVID-19 bakal lemah lunglai tak berdaya. Sebagian orang tak menyadari dirinya terjangkit virus Corona sampai akhirnya kematian menjemput. Hal ini terjadi di Kalimantan Barat.
    Dilansir Antara, Kamis (8/7/2021), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, I Made Putra negara, menjelaskan kondisi tersebut sebagai happy hipoxia.
    “Kondisi tersebut membuat seseorang mengalami masalah dalam pernapasan berupa sesak napas atau dispnea. Kasus ini sudah ada di Bengkayang. Saya sampaikan agar masyarakat tetap selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan, serta mau mendukung program pemerintah dalam menyukseskan vaksinasi,” kata I Made Putra Negara.
    Angka kematian merangkak naik di Bengkayang. Ada kasus kematian terjadi tiba-tiba gara-gara happy hypoxia.
    “Kasusnya orangnya bisa jalan-jalan, bisa ketawa-ketawa, tiba-tiba sesak napas dan meninggal. Itu yang dikenal dengan happy hypoxia. Sudah ada kasusnya di Bengkayang. Kami juga berduka ada salah satu kepala puskesmas di Bengkayang meninggal, yang juga sesaknya mendadak,” kata I Made Putra Negara.
    Kasus terkonfirmasi COVID-19 yang berakhir dengan kematian rata-rata dibarengi dengan sebab penyakit penyerta dan usia lanjut.
    “Kebanyakan yang memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes, rata-rata seperti itu,” kata dia. 
    Pada Juli 2021, kasus COVID-19 di Bengkayang mengalami sedikit kenaikan. Dua hari terakhir, ada penurunan. Saat ini, Bengkayang berda di zona oranye.
    Pemerintah Kabupaten Bengkayang terus melakukan vaksinasi ke warganya. TNI dan Polri juga turut menyukseskan vaksinasi. Tujuan vaksinasi adalah herd immunity.
    Mengantisipasi varian Delta yang ganas, Pemkab Bengkayang menyiapkan tambahan ruang isolasi di RSUD Bumi Sebalo Bengkayang. Awalnya, ruang isolasi hanya empat ruangan. Kini, ruang isolasi menjadi 11 ruangan.
    Ketersediaan oksigen di RS Bengkayang masih dalam keadaan aman dan terkendali. Kebutuhan oksigen sebanyak 20 tabung per hari. Ada pula alokasi anggaran untuk pengadaan oksigen generator.
    “Kemudian kita juga telah menyiapkan 200 tabung oksigen cadangan untuk kebutuhan penanganan COVID-19 di Kabupaten Bengkayang. Mudah-mudahan dengan persiapan ini kita dapat mengantisipasi kemungkinan lonjakan yang hebat seperti yang dicemaskan,” kata I Made Putra Nugraha. (Detik)
  • Menkes Tuding Varian Delta Biang Kerok Lonjakan COVID-19 di Pulau Jawa

    Menkes Tuding Varian Delta Biang Kerok Lonjakan COVID-19 di Pulau Jawa

    Menkes Budi Gunadi Sadikin
    JAKARTA (Kliik.id) – Corona di Indonesia terus mencetak rekor kasus baru. Per Selasa (6/7/2021) ada 31.189 kasus COVID-19, Indonesia menempati posisi ketiga tertinggi di dunia setelah Brasil dan India.

    Kenaikan kasus COVID-19 signifikan terjadi di Pulau Jawa.

    Berdasarkan data Satgas COVID-19 yang dihimpun per 4 Juli 2021, ada 68 wilayah atau kabupaten/kota di pulau Jawa masuk zona merah COVID-19.
    “Kita juga di testing, mengamati pola penyebaran mutasi baru Delta. Daerah-daerah yang naiknya tinggi di Jawa itu karena varian Delta, varian dari India,” sebut Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers Rabu (7/7/2021).
    “Nah sekarang kita sudah melihat kalau ada provinsi-provinsi lain seperti di Papua Barat karena trennya tinggi, kita langsung lakukan genome sequencing banyak,” sambungnya.
    Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kemungkinan besar varian Delta memang sudah menyebar sampai wilayah tersebut.
    Menkes kembali mengingatkan varian Delta merupakan COVID-19 varian baru Corona yang berbahaya.

    Selain penularannya lebih cepat, risiko wafat juga semakin cepat. Namun, tak sedikit dari mereka juga bisa mengalami pemulihan yang cepat.

    Varian Delta perlu menjadi perhatian lantaran Menkes memastikan viral load strain tersebut meningkat lebih cepat.
    “Karena Delta ini benar-benar cepat sekali penularannya, kenaikan viral loadnya juga cepat, penyembuhannya juga lebih cepat tapi wafatnya juga lebih cepat,” kata dia.
    “Makanya penanganannya harus lebih khusus, kita harus lebih agresif melakukan pengetatan kalau memang kenaikan itu disebabkan oleh varian Delta,” sambungnya. 
    Genome sequencing terus digencarkan untuk menemukan risiko penyebaran varian Delta. Ada 12 laboratorium yang disebut Menkes mampu mendeteksi varian baru Corona. (Detik)
  • Dapat Izin dari BPOM, Ini Perbedaan Vaksin Moderna dengan Sinovac

    Dapat Izin dari BPOM, Ini Perbedaan Vaksin Moderna dengan Sinovac

    Foto ilustrasi
    JAKARTA (Kliik.id) – Vaksin COVID-19 Moderna mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). Ternyata, vaksin ini membutuhkan cara penyimpanan berbeda dari vaksin yang sebelumnya ada di Indonesia.
    Mengutip keterangan Satgas COVID-19, Moderna merupakan vaksin yang dikembangkan dari mRNA, sehingga memerlukan teknologi penyimpanan berbeda dengan vaksin dari platform inactivated virus seperti Sinovac. Vaksin ini perlu sarana penyimpanan pada suhu minus 20 derajat celsius. Untuk menjaga kualitasnya, vaksin Moderna akan diserahkan ke Indonesia bersamaan dengan teknologi penyimpanan dan distribusinya.
    Vaksin Moderna merupakan vaksin pertama dari platform mRNA yang memperoleh EUA dari Badan POM. Vaksin ini merupakan bantuan dari Pemerintah Amerika yang disalurkan melalui skema COVAX facility.
    Efikasi vaksin COVID-19 Moderna untuk masyarakat berusia 65 tahun ke atas mencapai 86,4 persen. Tak hanya memiliki data yang baik untuk pengidap komorbid, Kepala Badan POM Penny K Lukito mengungkapkan vaksin Corona Moderna masih efektif melindungi tubuh dari varian baru Corona.
    “Dan juga ada data yang menunjukkan bahwa efikasi yang masih melindungi orang yang tidak terinfeksi COVID-19 pada varian-varian virus Alpha, Beta, Gamma, dan saya kira kami juga menilai bahwa berkembangnya varian virus ini,” jelas Penny.
    Hal tersebut, ujar Penny, menjadi salah satu pertimbangan BPOM memberikan EUA. Vaksin COVID-19 Moderna juga sudah masuk daftar emergency use listing (EUL) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (Detik)
  • Alert! Kasus Baru COVID-19 RI Tertinggi Kedua di Dunia

    Alert! Kasus Baru COVID-19 RI Tertinggi Kedua di Dunia

    Foto ilustrasi
    JAKARTA (Kliik.id) – Kasus Corona di Indonesia lagi-lagi mencetak rekor baru. Per Selasa (6/7/2021), Indonesia menjadi negara tertinggi kedua di dunia yang menyumbang kasus COVID-19 terbanyak.
    Sementara dua hari sebelumnya, posisi kedua tertinggi kasus harian COVID-19 dunia adalah Brasil dengan catatan 27.783 kasus. Menggeser Brasil, posisi Indonesia kini juga sudah melampaui Inggris.
    Seperti diketahui, data Satgas COVID-19 per 5 Juli 2021 menunjukkan ada enam provinsi dengan bed occupancy rate (BOR) ruang isolasi pasien COVID-19 di atas 80 persen. Sementara delapan provinsi melaporkan BED ruang ICU pasien Corona di atas 80 persen.
    “Ini cukup warning untuk di Banten sudah 90 bahkan untuk ICU sudah 96,67 persen,” beber Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah, dalam rapat koordinasi PPKM Darurat Jawa Bali, Senin (5/7/2021).
    Dikutip dari Worldometers, berikut penambahan kasus COVID-19 tertinggi dunia per Senin (5/7/2021).
    India
    Kasus baru: 34.067 kasus
    Total kasus: 30.618.939
    Indonesia
    Kasus baru: 29.745 kasus
    Total kasus: 2.313.829
    Inggris
    Kasus baru: 27.334 kasus
    Total kasus: 4.930.534
    Colombia
    Kasus baru: 25.366 kasus
    Total kasus: 4.375.861
    Rusia
    Kasus baru: 24.353 kasus
    Total kasus: 5.635.294
    (Detik)