Category: Covid-19

  • Alert! Kasus Baru COVID-19 RI Tertinggi Kedua di Dunia

    Alert! Kasus Baru COVID-19 RI Tertinggi Kedua di Dunia

    Foto ilustrasi
    JAKARTA (Kliik.id) – Kasus Corona di Indonesia lagi-lagi mencetak rekor baru. Per Selasa (6/7/2021), Indonesia menjadi negara tertinggi kedua di dunia yang menyumbang kasus COVID-19 terbanyak.
    Sementara dua hari sebelumnya, posisi kedua tertinggi kasus harian COVID-19 dunia adalah Brasil dengan catatan 27.783 kasus. Menggeser Brasil, posisi Indonesia kini juga sudah melampaui Inggris.
    Seperti diketahui, data Satgas COVID-19 per 5 Juli 2021 menunjukkan ada enam provinsi dengan bed occupancy rate (BOR) ruang isolasi pasien COVID-19 di atas 80 persen. Sementara delapan provinsi melaporkan BED ruang ICU pasien Corona di atas 80 persen.
    “Ini cukup warning untuk di Banten sudah 90 bahkan untuk ICU sudah 96,67 persen,” beber Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah, dalam rapat koordinasi PPKM Darurat Jawa Bali, Senin (5/7/2021).
    Dikutip dari Worldometers, berikut penambahan kasus COVID-19 tertinggi dunia per Senin (5/7/2021).
    India
    Kasus baru: 34.067 kasus
    Total kasus: 30.618.939
    Indonesia
    Kasus baru: 29.745 kasus
    Total kasus: 2.313.829
    Inggris
    Kasus baru: 27.334 kasus
    Total kasus: 4.930.534
    Colombia
    Kasus baru: 25.366 kasus
    Total kasus: 4.375.861
    Rusia
    Kasus baru: 24.353 kasus
    Total kasus: 5.635.294
    (Detik)
  • Skenario Terburuk COVID RI: Minta Tolong Pihak Lain Jika Kasus Lebih 50 Ribu

    Skenario Terburuk COVID RI: Minta Tolong Pihak Lain Jika Kasus Lebih 50 Ribu

    Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: detikcom)
    JAKARTA (Kliik.id) – Pemerintah telah menyiapkan skenario kasus terburuk penanganan COVID di Indonesia. Skenario ini diterapkan jika tambahan kasus per hari lebih dari 50 ribu.
    “Sekarang kami sudah buat skenario gimana kalau kasus ini 40 ribu. Jadi kita sudah hitung worst-case scenario, lebih dari 40 ribu. Bagaimana tadi suplai oksigen, bagaimana suplai obat, bagaimana suplai rumah sakit, semua sudah kami hitung,” kata Koordinator PPKM darurat, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dalam jumpa pers virtual, Selasa (6/7/2021).
    Luhut mencontohkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sudah menyiapkan ruang ICU darurat di Asrama Haji Pondok Gede.
    “Saya kira Menkes sudah menyiapkan seperti ICU misalnya asrama haji di Pondok Gede yang juga sudah ditinjau Presiden Joko Widodo (Jokowi),” katanya.
    Luhut menyebut Asrama Haji Pondok Gede bisa difungsikan sebagai fasilitas COVID dalam 2 hari ke depan dan bisa menampung sekitar 800 pasien. 
    Luhut menyebut TNI-Polri juga sudah menggelar rumah sakit-rumah sakit darurat di Jakarta maupun nanti di Surabaya. Luhut menegaskan Indonesia sampai saat ini bisa mengatasi masalah.
    “Jadi semua kekuatan saya kira kita kerahkan, jadi jangan ada yang menganggap, underestimate bahwa Indonesia tidak bisa mengatasi masalah. Sampai hari ini ya,” ujar Luhut.
    Meski demikian, Luhut tak menutup mata meminta bantuan pihak lain dalam skema skenario kasus terburuk ini. Luhut mengatakan pemerintah siap meminta bantuan jika kasus COVID masih memburuk.
    “Tapi kalau kasus ini lebih nanti daripada 40 ribu, 50 ribu, kita tentu akan membuat skenario siapa yang akan kita nanti minta tolong dan sudah mulai kita kerucut itu semua. Oksigen sampai hari ini kami hitung sudah dibuat skenario oleh tim itu bisa sampai 5 ribu, mungkin malah paling jelek kita sudah bikin sampai 60-70 ribu kasus per hari. Tapi kita tidak berharap itu terjadi karena teman-teman polisi, TNI, saya kira sudah melakukan penyekatan yang cukup baik,” ujar Luhut. (Detik)
  • Alat Tes COVID-19 Tanpa Swab Hidung Dapat Izin Edar

    Alat Tes COVID-19 Tanpa Swab Hidung Dapat Izin Edar

    Foto ilustrasi
    JAKARTA (Kliik.id) – Perusahaan teknologi medis Nalagenetics mendapatkan izin edar untuk Quickspit, sebuah alat tes COVID-19 tanpa harus swab bagian hidung. Alhasil diklaim dapat digunakan secara mandiri dan nyaman untuk anak-anak maupun lansia.
    Quickspit diklaim punya akurasi kit yang tinggi hingga 97% dibandingkan dengan PCR menggunakan metode swab nasofaring dan orofaring. Kit ini merupakan yang pertama dikembangkan dan diproduksi secara lokal dan hanya membutuhkan proses meludah.
    Sampel yang dikumpulkan menggunakan Quickspits tidak perlu diekstraksi, sehingga lebih terjangkau bagi pengguna yang mencari alternatif uji swab PCR, tanpa mengabaikan akurasi.

    Quickspit dapat digunakan untuk perjalanan ke negara-negara yang menerima tes PCR saliva.

    Tes PCR saliva sendiri telah diadopsi secara luas di negara lain, seperti AS, Jepang, dan Taiwan.

    Karena kemudahan dan akurasinya yang tinggi, Qucikspit disebut dapat menjadi alternatif alat skrining lainnya terutama dalam tempat dengan risiko tinggi, seperti sekolah dan tempat layanan kesehatan.

    “Kami berharap aspek kenyamanan dan keterjangkauan Quickspit juga akan memungkinkan pengujian COVID 19 menjangkau daerah-daerah terpencil di mana fasilitas medis langka dan sumber daya rendah.” kata Caroline Mahendra, co-lead di Tim Genetika Nalagenetics.
    Selain itu, bekerja sama dengan beberapa laboratorium di daerah terpencil di Indonesia, kami telah membuktikan pengujian dengan sampel saliva
    sebagai alternatif yang baik untuk swab nasofaring dan orofaring yang membutuhkan tenaga medis profesional untuk mengumpulkan sampel.
    Selain Quickspi, Nalagenetics mendapat izin edar di Indonesia untuk Nala PGx Core. Ini adalah kit farmakogenomik berbasis qPCR pertama yang terdaftar di Indonesia.

    Kit ini mendeteksi varian penting dalam gen CYP2D6, CYP2C9, CYP2C19, dan SLCO1B1.

    Bersama dengan Nala Clinical Decision Support, kombinasi tersebut dapat menghasilkan rekomendasi untuk 160 lebih obat dalam untuk kondisi kronis.
    “Dengan tes ini, sekarang laboratorium yang menggunakan mesin qPCR untuk COVID 19 juga dapat menjalankan pengujian farmakogenetik. Kami percaya ini adalah langkah yang lebih dekat ke personalisasi penggunaan obat untuk semua,” kata Levana Sani, CEO Nalagenetics. (Detik)
  • Oksigen Langka, Lakukan Proning Saat Isolasi Mandiri di Rumah Bisa Atasi Sesak Napas

    Oksigen Langka, Lakukan Proning Saat Isolasi Mandiri di Rumah Bisa Atasi Sesak Napas

    Foto: Getty Images/iStockphoto/Juanmonino
    JAKARTA (Kliik.id) – Meningkatnya kasus infeksi Corona di Indonesia membuat sejumlah rumah sakit melaporkan krisis pasokan oksigen. Beberapa pasien bahkan harus mencari bantuan oksigen sendiri sebab terjadi kelangkaan di banyak tempat.
    Sesak napas adalah salah satu tanda infeksi COVID-19 memburuk. Untuk pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, jika saturasi oksigen menurun, bisa lakukan teknik proning.
    Telah disetujui secara medis, teknik proning adalah memposisikan pasien COVID-19 dengan tengkurap untuk meningkatkan kenyamanan bernapas dan meningkatkan kadar oksigen masuk ke paru-paru.
    Ahli paru dari RS Persahabatan, dr Diah Handayani, SpP, mengatakan posisi proning atau proning position dilakukan untuk mengatasi sesak napas pada pasien yang mengalami gangguan pernapasan, seperti COVID-19. Fungsinya untuk untuk memaksimalkan pola pernapasan seseorang. 
    “Orang-orang dengan COVID-19 itu kan memang mengalami ARDS (acute respiratory distress syndrome). Jadi, dengan posisi seperti itu pola pernapasan kita lebih stabil, lebih baik,” kata dr Diah.
    Jika saturasi oksigen turun di bawah 94, teknik proning yang tepat dapat menyelamatkan nyawa pasien. Teknik proning dapat meningkatkan aliran udara ke paru-paru dan menjaga alveoli terbuka sehingga memudahkan pernapasan.
    Cara melakukan teknik proning
    Dikutip dari laman Indian Express, hal yang dibutuhkan saat melakukan teknik proning adalah 4-5 bantal. Satu bantal diletakkan di bawah leher, 1-2 bantal di bawah dada hingga paha atas, dan 2 bantal di bawah tulang kering.
    Pasien kemudian berbaring tengkurap di sisi kiri dan kanan secara bergantian. Ahli menyarankan setidaknya 30 menit harus dihabiskan di setiap posisi tengkurap.
    – Tidurlah dengan posisi tengkurap. Letakkan 3 bantal pada bagian leher, area panggul, dan kaki selama 30 menit.
    – Berbaring dengan posisi menyamping ke kanan. Letakkan bantal di bagian kepala, pinggang, dan di antara kedua kaki. Lakukan selama 30 menit.
    – Rebahkan badan dalam posisi setengah duduk. Tumpukkan bantal di belakang badan untuk bersandar dengan posisi yang miring selama 30 menit.
    Hanya saja, proning position ini tidak dianjurkan bagi pasien COVID-19 yang sedang hamil atau pasien yang memiliki riwayat trombosis vena dalam, pengidap penyakit jantung berat, pernah mengalami patah tulang panggul, atau tulang paha tidak stabil.
    (Detik)
  • Corona RI Diprediksi Terus Tinggi Gegara Banyak Kontak Erat Tak Terlacak

    Corona RI Diprediksi Terus Tinggi Gegara Banyak Kontak Erat Tak Terlacak

    Foto Ilustrasi
    JAKARTA (Kliik.id) – Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Budi Haryanto mengatakan angka kasus COVID-19 masih akan terus mengalami peningkatan. Hal itu karena masih banyaknya orang yang berkontak erat dengan orang yang positif lepas dari pelacakan (tracing).
    “Hari-hari ke depan ini masih akan tinggi, kenapa masih tinggi? Masih sekitaran 18, 19, 20 ribu, bahkan lebih,” kata Budi saat diskusi virtual Polemik Trijaya bertajuk ‘COVID Gawat Darurat’ Sabtu (26/6/2021).
    Budi menjelaskan hasil tes PCR COVID-19 baru muncul paling lama tujuh hari. Dalam waktu sepekan itu, orang tersebut berpotensi menyebarkan virus karena masih melakukan aktivitas dan berinteraksi dengna orang lain yang belum terjangkit.
    “Kita semua kan tahu pemeriksaan dari PCR, orang tahunya positif itu kan seminggu kemudian. Artinya mereka yang tercacat 20 ribu itu sebenarnya angka kalau 20 ribu tanggal 23 (Juni), kalau kita rata-ratakan pemeriksaan PCR itu adalah tujuh hari, maka sebetulnya itu data orang yang positif tanggal 17 yang baru ketahuan seminggu kemudian tanggal 24,” ujarnya.
    “Terkait tracing, mereka-mereka yang dites tanggal 17 itu kan sebenarnya tanggal 16, 15, nya sudah positif, kemudian punya gejala dan sebagainya secara sukarela gejalanya seperti COVID maka memeriksakan diri pada tanggal 17. Selama setelah diswab tanggal 17 kemana saja mereka ini? Mereka kan belum tahu hasilnya, dia bisa saja tetap bekerja, jalan-jalan dengan teman melakukan kegiatan berinteraksi dengan orang lain. Baru seminggu kemudian tanggal 24 dia positif,” sambungnya.
    Budi menyampaikan orang yang kontak erat dengan yang positif harus dites juga. Tetapi kebanyakan mereka yang positif lupa telah kontak erat dengan siapa saja selama sepekan.
    “Mereka yang kontak erat ini yang harusnya dites,” ucapnya.
    Budi mengatakan banyak kontak erat yang lepas selama sepekan membuat penyebaran virus semakin meluas. Banyak pembawa virus yang berkeliaran karena masih memiliki peluang untuk bepergian.
    Lebih lanjut, Budi mengatakan semakin banyak interaksi maka semakin banyak orang membawa virus. Peluang untuk tertular kata Budi, juga akan semakin tinggi.
    “Artinya kalau kita masih saja berinteraksi masih saja keluar rumah masih saja ketemu dengan orang lain, maka peluang atau resiko tertular atau terjadinya penularan itu semakin tinggi, kalau semakin banyak orang membawa virus,” imbuhnya. (Detik)
  • Varian Delta Disebut Bisa Menular Hanya dengan Berpapasan

    Varian Delta Disebut Bisa Menular Hanya dengan Berpapasan

    Foto Ilustrasi
    JAKARTA (Kliik.id) – Virus Corona varian Delta menjadi sorotan dunia karena dianggap sangat mudah menular. Bahkan varian ini disebut bisa menular hanya dengan berpapasan.
    Hasil tracing di Australia pada kasus yang terjadi di salah satu pusat perbelanjaan South Wales, menunjukkan betapa cepatnya penularan varian Delta.
    Hal ini kemudian ditanggapi oleh Ketua Satgas IDI Prof Zubairi Djoerban yang menyebut transmisi cepat varian Delta bukan candaan semata.
    Dalam cuitannya di akun Twitter pribadi miliknya, Prof Zubairi mengatakan kecepatan transmisi varian Delta sudah menjadi perhatian khusus para ahli, terutama kejadiannya tak hanya terjadi sekali di Australia.
    “Makanya pejabat kesehatan Australia mengingatkan bahwa penularan virus tidak lagi butuh waktu hingga 15 menit, tapi dimungkinkan bisa dalam hitungan detik,” tulisnya.
    Bagaimana transmisi kilat itu bisa terjadi?

    Ahli virologi Universitas Griffith, Lara Herrero, mengatakan dalam momen transmisi yang terekam di CCTV, virus didapati bisa bertahan di udara cukup lama sehingga seseorang bisa menghirupnya dan kemudian terinfeksi.

    Transmisi kontak sekilas juga didukung pernyataan beberapa ahli temasuk ahli epidemiologi dunia Eric Feighl-Ding.
    “Secara global, varian Delta memang menyebabkan lonjakan kasus COVID-19 yang tinggi di beberapa negara, termasuk Indonesia. Kabar baiknya, sebagian besar vaksin yang beredar masih bisa bekerja melawan varian Delta ini,” pungkas Prof Zubairi. (Detik)
  • Meledak 20 Ribu Kasus, Penambahan COVID-19 RI Urutan ke-5 Tertinggi Dunia

    Meledak 20 Ribu Kasus, Penambahan COVID-19 RI Urutan ke-5 Tertinggi Dunia

    Foto ilustrasi pasien Covid-19
    JAKARTA (Kliik.id) – Corona di Indonesia terus mencetak rekor, penambahan kasus baru per Kamis (24/6/2021) rupanya mengantar posisi RI masuk daftar lima negara penyumbang kasus COVID-19 tertinggi dunia.
    Melampaui Amerika Serikat hingga Inggris, Indonesia memimpin dengan 20.574 kasus COVID-19.
    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi menilai ledakan kasus COVID-19 terjadi imbas mobilitas tinggi mudik Lebaran.
    “Hari ini peningkatan kasus cukup signifikan naiknya, kenakan kasus pasca momen lebaran ini karena adanya peningkatan mobilitas sebelum pengetatan mudik dan protokol kesehatan yang longgar,” katanya dalam konferensi pers, Kamis (24/6/2021).
    Sementara, penambahan angka kematian Corona di Indonesia menempati posisi ke-enam tertinggi di dunia, dengan menyumbang 355 kasus.
    Disusul Argentina sebanyak 452 kasus, sedangkan Brasil dan India menempati posisi teratas masing-masing dengan 1.901 kasus dan 965 kasus.
    Berdasarkan data worldometers Corona per Kamis (24/6/2021), Brasil menjadi negara paling terdampak COVID-19 dengan mencatat lebih dari 70 ribu kasus.
    Sebelumnya, Brasil juga mencetak rekor harian dengan 100 ribu kasus yang dilaporkan dalam 24 jam terakhir.
    Selengkapnya, berikut daftar negara penyumbang kasus COVID-19 tertinggi dunia pada Kamis (24/6/2021).
    1. Brasil
    Kasus baru: 72.705 kasus
    Total kasus: 18.243.483 kasus
    2. India
    Kasus baru: 51.248 kasus
    Total kasus: 30.133.417 kasus 
    3. Colombia
    Kasus baru: 32.997 kasus
    Total kasus: 4.060.013 kasus 
    4. Argentina
    Kasus baru: 24.463 kasus
    Total kasus: 4.350.564
    5. Indonesia
    Kasus baru: 20.574 kasus
    Total kasus: 2.053.995
    6. Rusia
    Kasus baru: 20.182 kasus
    Total kasus: 5.338.695
    7. Inggris
    Kasus baru: 16.703 kasus
    Total kasus: 4.684.572
    8. Afrika Selatan
    Kasus baru: 16.078 kasus
    Total kasus: 4.684.572
    9. Amerika Serikat
    Kasus baru: 12.128 kasus
    Total kasus: 34.463.722
    10. Iran
    Kasus baru: 11.734 kasus
    Total kasus: 3.140.129.
    (Detik)
  • KONDISI Covid-19 di Sumut MEMPRIHATINKAN, Menkes Wanti-wanti Gubsu Edy

    KONDISI Covid-19 di Sumut MEMPRIHATINKAN, Menkes Wanti-wanti Gubsu Edy

    Ilustrasi pemakaman pasien Covid-19. (ANTARA FOTO)
    JAKARTA (Kliik.id) – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan sejumlah kepala daerah yakni Gubernur, Bupati atau Wali Kota untuk memperhatikan tingkat keterisian tempat tidur untuk perawatan Covid-19.
    Menkes mengatakan terdapat delapan Provinsi yang tingkat keterisian tempat tidurnya tinggi.
    “Jadi beberapa daerah, beberapa, Gubernur, Wali Kota, Bupati Tolong dijaga ya yang sudah cukup tinggi adalah Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Lampung dan NTT,” ujar Budi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (10/5/2021).
    Menkes meminta kepala daerah waspada terhadap keterisian tempat tidur agar tidak seperti di negara lain yang lonjakan kasus Covid-19 terjadi secara eksponensial.
    Apalagi menjelang perayaan Idul Fitri, yang mana mobilitas masyarakat tinggi yang berpotensi meningkatkan penyebaran Covid-19.
    “Jadi ini yang harus waspada dan hati-hati. kita harus bersama-sama mengingatkan agar ini bisa kita jaga,” katanya.
    Sementara itu untuk wilayah Jawa, kata Budi, tingkat keterisian tempat tidur relatif rendah atau longgar.
    Tingkat keterisian tempat tidur untuk Covid-19 di Jawa sempat tinggi pada periode Januari-Februari, yakni D.I Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
    “Saya menghitungnya ini BOR (bed occupancy ratio) terhadap Covid-19, bukan BOR terhadap Rumah Sakit keseluruhan, tetapi BOR terhadap khusus tempat tidur Covid-19 dan BOR terhadap khusus ICU Covid-19 sehingga kita bisa lebih realistis melihat angkanya kita,” ungkapnya.
    Pemerintah terus mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca Idul Fitri 2021, salah satunya memastikan tersedianya tempat tidur perawatan bagi pasien Covid-19.
    Budi Gunadi mengatakan bahwa pihaknya mengantisipasi skenario terburuk pasca Idul Fitri.
    “Lebaran sudah dekat dan tugas kami adalah mempersiapkan kondisi terburuk. Saya merasa dan berharap insya allah ini tidak terjadi, tapi toh kalaupun terjadi peningkatan penularan kita ingin melakukan antisipasi agar kita tidak kaget dan cukup fasilitasnya,” kata Budi.
    Antisipasi, kata Budi, dilakukan agar penanganan Covid-19 tidak seperti negara lain yang keteteran dalam menghadapi lonjakan kasus secara signifikan.
    Secara nasional, kata Budi, Indonesia memiliki tempat tidur perawatan di rumah sakit sebanyak 390 ribu. Dari jumlah tersebut, tempat tidur untuk perawatan Covid-19 sebanyak 70 ribu.
    “Jumlah tempat tidur perawatan untuk Covid-19 yang sudah ditempati kini sebanyak 23 ribu. Jadi masih ada sekitar 40 ribu atau 200 persen,” katanya.
    Sementara itu, secara nasional Indonesia memiliki 22 ribu ruang ICU, yang 7500 diantaranya diperuntukkan bagi pasien Covid-19.

    Dari jumlah ICU untuk Covid-19 tersebut yang saat ini terpakai sebanyak 2500.

    “Jadi kita juga masih punya room kosong sekitar dua kali lipat dari kondisi sekarang. itu untuk memberikan gambaran ke Bapak Ibu persiapan sudah kita lakukan. Saya berdoa persiapan itu tidak terpakai dan tetap menjadi kosong gitu ya tapi kalau toh pun ada seenggaknya kita sudah melakukan persiapan,” katanya.
    Skenario terburuk, kata Budi, yakni ketika tempat tidur perawatan dan ruang ICU untuk Covid-19 nantinya penuh.
    Pemerintah, lanjut Budi, akan mengkonvesikan tempat tidur perawatan dan ruang ICU biasa menjadi tempat untuk penanganan pasien Covid-19.
    “Kalau toh pun naik nanti kasus konfirmasinya, dan kalau itu tembus kita masih punya kapasitas rumah sakit yang kita bisa konversi menjadi tempat Covid-19 itu 3 kali di atasnya. jadi mudah-mudahan roomnya kita masih ada,” pungkasnya. (Rls)
  • Malaysia Darurat Corona, Pemerintah Lockdown 6 Distrik

    Malaysia Darurat Corona, Pemerintah Lockdown 6 Distrik

    Ilustrasi virus Corona di Malaysia (Foto: AP/Vincent Thian)
    JAKARTA (Kliik.id) – Beberapa waktu lalu Malaysia menetapkan status darurat Corona. Melonjaknya kasus COVID-19 di negara tersebut dalam waktu sebulan terakhir menjadi pertimbangan utama.
    “Lonjakan kasus COVID-19 baru-baru ini antara lain disebabkan oleh kelelahan pandemi (pandemic fatigue),” kata Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah yang dikutip dari The Star, Rabu (5/5/2021).
    Dikutip dari laman WHO, pandemic fatigue adalah kondisi yang dialami masyarakat yang memicu munculnya demotivasi untuk berbagai langkah perlindungan yang direkomendasikan.
    Kondisi ini muncul secara bertahap yang bisa mempengaruhi emosi, pengalaman, dan persepsi. Akibatnya, banyak orang yang mulai mengabaikan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
    Selain pandemic fatigue dan longgarnya aturan protokol kesehatan, kata Noor, adanya temuan varian baru Corona juga menambah kekhawatiran dan membuat banyak rumah sakit kewalahan menangani pasien.
    “Kapasitas rumah sakit negara juga sedang berjuang, dengan banyak rumah sakit Lembah Klang melaporkan lebih dari 70 persen tingkat penggunaan tempat tidur unit perawatan intensif (ICU),” lanjutnya.
    Untuk mengatasi lonjakan kasus tersebut, pemerintah Malaysia memutuskan untuk memberlakukan lockdown di beberapa titik di wilayah Negara Bagian Selangor.
    Dalam penguncian ini, enam dari sembilan distrik di negara bagian yang mengelilingi Kuala Lumpur itu di-lockdown.
    Dikutip dari Strait Times, hal ini menjadi tahapan untuk mengantisipasi awal mudik Lebaran 2021 dan menahan laju infeksi COVID-19 yang membahayakan fasilitas kesehatan di Malaysia. Ini diatur melalui mekanisme Perintah Kawalan Pergerakan (PKP).
    Menurut Menteri Pertahanan Ismail Sabri Yaakob, enam distrik yang akan di-lockdown yaitu Petaling, Hulu Langat, Gombak, Klang, Kuala Langat dan Sepang. Larangan perjalanan untuk enam distrik ini ditujukan untuk menekan laju pertumbuhan infeksi COVID-19. (Detik)
  • Positif COVID, 2 Warga Tebingtinggi Meninggal, Kapolres Singgung Prokes Negara India

    Positif COVID, 2 Warga Tebingtinggi Meninggal, Kapolres Singgung Prokes Negara India

    Pemakaman protokol kesehatan. (Sumber foto: Facebook Agus Sugiyarso)
    TEBINGTINGGI (Kliik.id) – Korban meninggal dunia terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, kembali bertambah.
    Hari ini, Jumat (30/4/2021), diketahui 2 korban meninggal karena Covid-19 berinisial NZ dan OM, merupakan warga Kelurahan Sri Padang Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi.
    Kedua korban ini dimakamkan dengan prosedur protokol kesehatan (prokes) Covid-19 di lokasi pemakaman khusus.
    Sumber: Facebook Agus Sugiyarso
    Informasi ini terlihat di akun media sosial Facebook Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiyarso, Jumat (30/4/2021).
    Agus berharap kerjasama dan kesadaran seluruh masyarakat Kota Tebingtinggi untuk tetap mematuhi prokes 3 T (tes, tracing, treatment) dan 5 M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas).
    “Belajarlah dari peristiwa di negara India, yang tidak mengindahkan protokol kesehatan sehingga banyak jatuh korban akibat berkerumun dan terpapar Virus Covid-19. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, AMIIN YRA,” tulis Kapolres. (Redaksi)