![]() |
| Ilustrasi penikaman |
Mediasa kemudian menderes karet pada lokasi pertama kebunnya,” ujar Yansen dalam keterangannya, Sabtu (20/3/2021).
Saat mengecek lokasi ketiga ini, Mediasa melihat tumbuhan pinang miliknya sudah ditebang rata dengan tanah.
Dia kemudian melempari rumah ayahnya pakai batu, hingga kaca pecah.
Saat itu korban mengatakan bahwa pohon pinang yang ditanam itu berada di kebun adiknya.
Setelah sempat ditenangkan oleh Yaatulo, ayah dan anak ini pulang ke rumahnya masing-masing.
Ketika itu korban membawa potongan besi sepanjang dua meter, dengan diameter 10 milimeter.
Melihat ayahnya marah, Mediasa langsung mencabut parang di pinggangnya dan menebas kepala sang ayah sebanyak tiga kali.
Saksi Yaatulo yang mendengar jeritan itu berlari keluar rumah.
Saat itu Mediasa sudah meninggalkan lokasi.
Dia turut menghubungi Fatizamuala, anak korban lainnya untuk membawa korban ke puskesmas.
